Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA PASIEN RSUD KOTA MAKASSAR: Risk Factors of Chronic Obstructive Pulmonary Disease in Patients of Makassar City Hospital

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 2 No. 2 (2021) · pp. 159–171

DOI
10.30597/hjph.v2i2.13139
ISSN
2721-2408
Published
2021-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kesakitan kronik dan kematian individu di seluruh dunia dengan angka mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi. PPOK saat ini berisiko untuk semua kalangan, terutama usia dewasa dan lansia. Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan PPOK adalah genetik, riwayat penyakit infeksi pernapasan, jenis kelamin, usia, gizi, asap rokok, polusi udara dalam dan luar ruangan, serta gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian PPOK pada pasien poli paru RSUD Kota Makassar tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan rancangan case control study. Penelitian ini dilaksanakan di Poli paru RSUD Kota Makassar pada Desember 2020–Januari 2021. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien Poli Paru RSUD Kota Makassar dengan jumlah sampel 105 yakni 35 kasus dan 70 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko kejadian PPOK yakni jenis kelamin diperoleh nilai OR=2,82 (95% CI=1,08-7,35), penghasilan diperoleh nilai OR= 1,25 (95% CI=0,55-2,83), paparan asap rokok diperoleh nilai OR= 4,31 (95% CI=1,59-11,6), paparan asap obat nyamuk bakar diperoleh nilai OR=2,74 (95% CI=1,16-6,45), serta konsumsi minuman ringan diperoleh nilai OR=1,15 (95% CI=0,46-2,86). Jenis kelamin, penghasilan, paparan asap rokok, paparan asap obat nyamuk bakar dan konsumsi minuman ringan merupakan faktor risiko kejadian PPOK tetapi penghasilan dan konsumsi minuman ringan berisiko tidak bermakna. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat menghindari risiko tersebut yang menyebabkan PPOK.

Keywords

Collaboration network of the authors

33 authors · 52 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Indra DwinataAffiliation unknown3
Muh. Arman NyombaAffiliation unknown2
Lilmawati LilmawatiAffiliation unknown2
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo1
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo1
Hasriany AminUniversitas Halu Oleo1
Rivi HandayaniUniversitas Halu Oleo1
Cecep IbrahimUniversitas Halu Oleo1
La Ode Rafiuddin RUniversitas Halu Oleo1
Kartini KartiniAffiliation unknown1
Nadhirah NaguAffiliation unknown1
Ansariadi AnsariadiAffiliation unknown1
Alifah Nurjannah TriputriAffiliation unknown1
Nurkhalisah HarisAffiliation unknown1
Fitrie Ramadhani ReskiAffiliation unknown1
Ridwan AmiruddinAffiliation unknown1
Alfrida SandaAffiliation unknown1
Putri Apriyanti IlmanAffiliation unknown1
Andi Selvi Yusnita SariAffiliation unknown1
Andi Arsunan ArsinAffiliation unknown1
Auwlya Zhafitry HarisAffiliation unknown1
Nur Nasry NoorAffiliation unknown1
Firda Nurul Fadilah FaridAffiliation unknown1
Gabryella Laura MonganAffiliation unknown1
Anastasya Elma PanggoAffiliation unknown1
Ryza Jazid Baharuddin NurAffiliation unknown1
Nur Inayah Dwiyull Kasbayl ArsyamAffiliation unknown1
Arsunan ArsinAffiliation unknown1
Zakya Nur HalizhahAffiliation unknown1
Nahda Fatin AlifahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA PASIEN RSUD KOTA MAKASSAR: Risk Factors of Chronic Obstructive Pulmonary Disease in Patients of Makassar City Hospital</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Hartina, Sri </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahiduddin, Wahiduddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rismayanti, Rismayanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Paru obstruktif kronik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Karakteristik individu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Paparan asap rokok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Paparan asap obat nyamuk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Konsumsi minuman ringan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">


Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kesakitan kronik dan kematian individu di seluruh dunia dengan angka mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi. PPOK saat ini berisiko untuk semua kalangan, terutama usia dewasa dan lansia. Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan PPOK adalah genetik, riwayat penyakit infeksi pernapasan, jenis kelamin, usia, gizi, asap rokok, polusi udara dalam dan luar ruangan, serta gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian PPOK pada pasien poli paru RSUD Kota Makassar tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan rancangan case control study. Penelitian ini dilaksanakan di Poli paru RSUD Kota Makassar pada Desember 2020–Januari 2021. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien Poli Paru RSUD Kota Makassar dengan jumlah sampel 105 yakni 35 kasus dan 70 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko kejadian PPOK yakni jenis kelamin diperoleh nilai OR=2,82 (95% CI=1,08-7,35), penghasilan diperoleh nilai OR= 1,25 (95% CI=0,55-2,83), paparan asap rokok diperoleh nilai OR= 4,31 (95% CI=1,59-11,6), paparan asap obat nyamuk bakar diperoleh nilai OR=2,74 (95% CI=1,16-6,45), serta konsumsi minuman ringan diperoleh nilai OR=1,15 (95% CI=0,46-2,86). Jenis kelamin, penghasilan, paparan asap rokok, paparan asap obat nyamuk bakar dan konsumsi minuman ringan merupakan faktor risiko kejadian PPOK tetapi penghasilan dan konsumsi minuman ringan berisiko tidak bermakna. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat menghindari risiko tersebut yang menyebabkan PPOK.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/13139</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v2i2.13139</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 2 No. 2: JUNE 2021; 159-171</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v2i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/13139/8955</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>