Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS TAMALATE KOTA MAKASSAR TAHUN 2022: Risk Factors of Stunting in Toddlers at the Tamalate Public Health Center, Makassar 2022

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 3 No. 2 (2022) · pp. 145–154

DOI
10.30597/hjph.v3i2.21275
ISSN
2721-2408
Published
2022-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Stunting merupakan salah satu bentuk kegagalan dalam pengawasan pertumbuhan dan perkembangan anak yang ditandai dengan perawakan tubuh yang pendek (nilai z-score TB/U atau PB/U < -2 SD) yang dapat berdampak pada kerusakan fisik dan kognitif yang parah. Dinkes Kota Makassar tahun 2020 menyatakan prevalensi balita stunting di Puskesmas Tamalate sebesar 8,8%, berada di posisi ke 16 dari 46 puskesmas yang ada di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Tamalate Kota Makassar tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan desain studi Case Control. Populasi penelitian adalah semua balita yang berusia 0 - 59 bulan di Puskesmas Tamalate Kota Makassar tahun 2020 yaitu sebanyak 2.989 balita dengan jumlah sampel sebanyak 498 balita. Teknik pengambilan sampel kontrol yang digunakan dalam penelitian adalah simple random sampling. Adapun data dianalisis menggunakan SPSS secara univariat dan bivariat dengan melihat nilai p- value dan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBLR merupakan faktor risiko stunting pada balita (p-value < 0,05). Analisis BBLR menghasilkan nilai OR=2,737 (95%; CI=1,506–4,974). Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memiliki hubungan terhadap kejadian stunting pada balita dikarenakan p=0,612 (OR=0,908; 95%; CI=0,625–1,318). Berat badan lahir bayi yang rendah (BBLR) merupakan faktor risiko terjadinya stunting pada balita sehingga perlunya upaya untuk menghindari risiko melalui asupan adekuat bagi ibu selama mengandung dan secara rutin memeriksakan kandungannya, olehnya hal ini juga perlu menjadi perhatian dari Puskesmas.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 69 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Wahiduddin WahiduddinAffiliation unknown3
Indra DwinataAffiliation unknown3
Bakri YusufUniversitas Halu Oleo1
Bahtiar BahtiarUniversitas Halu Oleo1
Hasriany AminUniversitas Halu Oleo1
Rivi HandayaniUniversitas Halu Oleo1
Cecep IbrahimUniversitas Halu Oleo1
Kartini KartiniAffiliation unknown1
Nadhirah NaguAffiliation unknown1
Mauritz SilalahiAffiliation unknown1
Fridawaty RivaiAffiliation unknown1
Lukman BimaAffiliation unknown1
Indahwaty SidinAffiliation unknown1
Ridwan M. ThahaAffiliation unknown1
Uliadi Barrung LimbongAffiliation unknown1
Tahir AbdullahAffiliation unknown1
Andi HardiantiAffiliation unknown1
Andi Nur UtamiAffiliation unknown1
Nurardhi Putra KusumaAffiliation unknown1
Lalu M SalehAffiliation unknown1
Sitti AisyahAffiliation unknown1
Muhammad SyafarAffiliation unknown1
FirmanUniversitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong1
Ansariadi AnsariadiAffiliation unknown1
Alifah Nurjannah TriputriAffiliation unknown1
Sri HartinaAffiliation unknown1
Nurkhalisah HarisAffiliation unknown1
Muh. Arman NyombaAffiliation unknown1
Fitrie Ramadhani ReskiAffiliation unknown1
Lilmawati LilmawatiAffiliation unknown1
Andi Arsunan ArsinAffiliation unknown1
Auwlya Zhafitry HarisAffiliation unknown1
Nur Nasry NoorAffiliation unknown1
Firda Nurul Fadilah FaridAffiliation unknown1
Andi Zulkifli AbdullahAffiliation unknown1
Salsabila Aulia FaizalAffiliation unknown1
Nur Inayah Dwiyull Kasbayl ArsyamAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en"> FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS TAMALATE KOTA MAKASSAR TAHUN 2022: Risk Factors of Stunting in Toddlers at the Tamalate Public Health Center, Makassar 2022</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sanda, Alfrida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amiruddin, Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rismayanti, Rismayanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">BBLR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jenis Kelamin</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">


Stunting merupakan salah satu bentuk kegagalan dalam pengawasan pertumbuhan dan perkembangan anak yang ditandai dengan perawakan tubuh yang pendek (nilai z-score TB/U atau PB/U &amp;lt; -2 SD) yang dapat berdampak pada kerusakan fisik dan kognitif yang parah. Dinkes Kota Makassar tahun 2020 menyatakan prevalensi balita stunting di Puskesmas Tamalate sebesar 8,8%, berada di posisi ke 16 dari 46 puskesmas yang ada di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Tamalate Kota Makassar tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan desain studi Case Control. Populasi penelitian adalah semua balita yang berusia 0 - 59 bulan di Puskesmas Tamalate Kota Makassar tahun 2020 yaitu sebanyak 2.989 balita dengan jumlah sampel sebanyak 498 balita. Teknik pengambilan sampel kontrol yang digunakan dalam penelitian adalah simple random sampling. Adapun data dianalisis menggunakan SPSS secara univariat dan bivariat dengan melihat nilai p- value dan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBLR merupakan faktor risiko stunting pada balita (p-value &amp;lt; 0,05). Analisis BBLR menghasilkan nilai OR=2,737 (95%; CI=1,506–4,974). Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak memiliki hubungan terhadap kejadian stunting pada balita dikarenakan p=0,612 (OR=0,908; 95%; CI=0,625–1,318).  Berat badan lahir bayi yang rendah (BBLR) merupakan faktor risiko terjadinya stunting pada balita sehingga perlunya upaya untuk menghindari risiko melalui asupan adekuat bagi ibu selama mengandung dan secara rutin memeriksakan kandungannya, olehnya hal ini juga perlu menjadi perhatian dari Puskesmas.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/21275</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v3i2.21275</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 3 No. 2: JUNE 2022; 145-154</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v3i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/21275/9015</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>