Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MIOPIA PADA SISWA SMA NEGERI 17 MAKASSAR: Factor Associated with Myopia Incidents in Students at 17 Senior High School Makassar

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 3 No. 2 (2022) · pp. 125–134

DOI
10.30597/hjph.v3i2.21508
ISSN
2721-2408
Published
2022-02-28
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Miopia (rabun jauh) merupakan kondisi dimana mata memiliki kekuatan pembiasaan sinar berlebihan membuat sinar sejajar yang datang jatuh tidak tepat pada retina sehingga objek yang jauh terlihat kabur. Miopia adalah kelainan mata yang paling umum terjadi di dunia dengan tingkat prevalensi yang cukup mengkhawatirkan, di mana diprediksikan pada tahun 2050 menjadi 4,8 miliar atau sekitar 52% dari populasi penduduk bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian miopia pada siswa SMA Negeri 17 Makassar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian analitik observasional desain studi cross sectional yang memiliki jumlah sampel sebanyak 246 siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 17 Makassar pada bulan Maret hingga Mei 2022 secara online melalui Google Formulir. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan aplikasi STATA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat miopia orang tua (p=0,000) dengan miopia siswa. Sedangkan untuk faktor lingkungan yang memiliki hubungan dengan miopia siswa adalah penggunaan gadget (p=0,001), jarak penggunaan gadget (p=0,000), jarak membaca buku (p=0,000), aktivitas luar ruangan (p=0,000), waktu tidur (p=0,049), dan durasi tidur (p=0,011). Durasi membaca buku sendiri ditemukan tidak memiliki hubungan dengan kejadian miopia. Riwayat miopia orang tua, lama penggunaan gadget, jarak penggunaan gadget, jarak membaca buku, aktivitas luar ruangan, waktu tidur, dan durasi tidur merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian miopia. Oleh karena itu, siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan dan mengontrol segala aktivitas yang berpotensi menyebabkan terjadinya miopia.

Keywords

Collaboration network of the authors

21 authors · 42 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rismayanti RismayantiUniversitas Halu Oleo2
A. Arsunan ArsinAffiliation unknown2
Yahya ThamrinAffiliation unknown1
Furqaan NaiemAffiliation unknown1
Lalu M SalehAffiliation unknown1
Fajaruddin NatsirAffiliation unknown1
Nurul MuflishaAffiliation unknown1
FirmanUniversitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong1
Ridwan AmiruddinAffiliation unknown1
M Mario HikmatAffiliation unknown1
Ida Leida M ThahaAffiliation unknown1
Nurkhalisah HarisAffiliation unknown1
Fitrie Ramadhani ReskiAffiliation unknown1
Ruri Khallaj Al-FarabiAffiliation unknown1
Auliah KhoirunnisaAffiliation unknown1
Wahiduddin WahiduddinAffiliation unknown1
Gabryella Laura MonganAffiliation unknown1
Aryunita AryunitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MIOPIA PADA SISWA SMA NEGERI 17 MAKASSAR: Factor Associated with Myopia Incidents in Students at 17 Senior High School Makassar</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramadhani, Kirana Syafa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rismayanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Indra Dwinata</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Miopia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Genetik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lingkungan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">



Miopia (rabun jauh) merupakan kondisi dimana mata memiliki kekuatan pembiasaan sinar berlebihan membuat sinar sejajar yang datang jatuh tidak tepat pada retina sehingga objek yang jauh terlihat kabur. Miopia adalah kelainan mata yang paling umum terjadi di dunia dengan tingkat prevalensi yang cukup mengkhawatirkan, di mana diprediksikan pada tahun 2050 menjadi 4,8 miliar atau sekitar 52% dari populasi penduduk bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian miopia pada siswa SMA Negeri 17 Makassar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian analitik observasional desain studi cross sectional yang memiliki jumlah sampel sebanyak 246 siswa. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 17 Makassar pada bulan Maret hingga Mei 2022 secara online melalui Google Formulir. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan aplikasi STATA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat miopia orang tua (p=0,000) dengan miopia siswa. Sedangkan untuk faktor lingkungan yang memiliki hubungan dengan miopia siswa adalah penggunaan gadget (p=0,001), jarak penggunaan gadget (p=0,000), jarak membaca buku (p=0,000), aktivitas luar ruangan (p=0,000), waktu tidur (p=0,049), dan durasi tidur (p=0,011). Durasi membaca buku sendiri ditemukan tidak memiliki hubungan dengan kejadian miopia. Riwayat miopia orang tua, lama penggunaan gadget, jarak penggunaan gadget, jarak membaca buku, aktivitas luar ruangan, waktu tidur, dan durasi tidur merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian miopia. Oleh karena itu, siswa diharapkan untuk lebih memperhatikan dan mengontrol segala aktivitas yang berpotensi menyebabkan terjadinya miopia.



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2022-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/21508</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v3i2.21508</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 3 No. 2: JUNE 2022; 125-134</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v3i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/21508/9013</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>