Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

GAMBARAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN PEDOMAN SNARS EDISI 1.1 DI RS ELIM RANTEPAO: Description of Pharmaceutical Services and Drug Use Based on the SNARS Guidelines Edition 1.1 at Elim Rantepao Hospital

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 2 No. 2 (2021) · pp. 185–199

DOI
10.30597/hjph.v2i2.24534
ISSN
2721-2408
Published
2021-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Sejalan dengan proses kegiatan peningkatan mutu maka Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) secara berkala melakukan review standar akreditasi, salah satunya pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat yang merupakan syarat untuk diterapkan di semua rumah sakit yang diakreditasi oleh Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat berdasarkan pedoman SNARS Edisi 1.1 di RS Elim Rantepao tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan pada penelitian ini berjumlah 12 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di RS Elim Rantepao pada PKPO 1, 2, 3 dan 5 telah diterapkan dengan status terpenuhi sebagian sedangkan pelaksanaan PKPO 4, 6 dan 7 telah diterapkan dengan status terpenuhi lengkap. Hasil wawancara dan telusur dokumen pada elemen penilaian yang belum terpenuhi menunjukkan bahwa tidak dilaksanakan kajian PKPO dalam 12 bulan terakhir, pemantauan obat yang baru ditambahkan ke dalam formularium, dan kajian formul arium dalam satu tahun terakhir. Supervisi yang dilakukan oleh apoteker untuk memastikan penyimpanan obat sudah jarang dilakukan dan penyerahan obat yang masih belum tepat waktu. Adanya pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat yang telah terpenuhi lengkap dan hanya terpenuhi sebagian menunjukkan bahwa pengimplementasian pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor individu, faktor lingkungan, organisasi dan manajerial. Kesimpulan: Pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di RS Elim Rantepao pada PKPO 1, 2, 3 dan 5 telah diterapkan dengan status terpenuhi sebagian sedangkan pelaksanaan PKPO 4, 6 dan 7 dengan status terpenuhi lengkap.

Keywords

Collaboration network of the authors

9 authors · 12 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Hasna HasnaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Irwandy IrwandyAffiliation unknown1
Nurmala SariAffiliation unknown1
Azatil IsmahAffiliation unknown1
Alimin MaidinAffiliation unknown1
Andi Zalsabila Febrianti WalinonoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">GAMBARAN PELAYANAN KEFARMASIAN DAN PENGGUNAAN OBAT BERDASARKAN PEDOMAN SNARS EDISI 1.1 DI RS ELIM RANTEPAO: Description of Pharmaceutical Services and Drug Use Based on the SNARS Guidelines Edition 1.1 at Elim Rantepao Hospital</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Patanduk, Dwi Wulansari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Maidin, H.M.Alimin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifah , Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Pelayanan Kefarmasian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Penggunaan Obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">SNARS</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">


Sejalan dengan proses kegiatan peningkatan mutu maka Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) secara berkala melakukan review standar akreditasi, salah satunya pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat yang merupakan syarat untuk diterapkan di semua rumah sakit yang diakreditasi oleh Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat berdasarkan pedoman SNARS Edisi 1.1 di RS Elim Rantepao tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan pada penelitian ini berjumlah 12 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di RS Elim Rantepao pada PKPO 1, 2, 3 dan 5 telah diterapkan dengan status terpenuhi sebagian sedangkan pelaksanaan PKPO 4, 6 dan 7 telah diterapkan dengan status terpenuhi lengkap. Hasil wawancara dan telusur dokumen pada elemen penilaian yang belum terpenuhi menunjukkan bahwa tidak dilaksanakan kajian PKPO dalam 12 bulan terakhir, pemantauan obat yang baru ditambahkan ke dalam formularium, dan kajian formul arium dalam satu tahun terakhir. Supervisi yang dilakukan oleh apoteker untuk memastikan penyimpanan obat sudah jarang dilakukan dan penyerahan obat yang masih belum tepat waktu. Adanya pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat yang telah terpenuhi lengkap dan hanya terpenuhi sebagian menunjukkan bahwa pengimplementasian pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor individu, faktor lingkungan, organisasi dan manajerial. Kesimpulan: Pelaksanaan pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat di RS Elim Rantepao pada PKPO 1, 2, 3 dan 5 telah diterapkan dengan status terpenuhi sebagian sedangkan pelaksanaan PKPO 4, 6 dan 7 dengan status terpenuhi lengkap.


</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2021-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/24534</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v2i2.24534</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 2 No. 2: JUNE 2021; 185-199</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v2i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/24534/8958</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>