Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. PLN UIKL SULAWESI

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 4 No. 1 (2023) · pp. 36–46

DOI
10.30597/hjph.v4i1.25218
ISSN
2721-2408
Published
2023-02-28
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Data yang dirilis International Labour Organization pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 380.000 pekerja atau 13,7% dari 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan di tempat kerja atau penyakit akibat kerja.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas kerja karyawan PT. PLN UIKL Sulawesi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. PLN UIKL Sulawesi selama bulan Januari 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 24 dengan menggunakan uji statistik fisher’s exact test. Hasil: Hasil uji fisher’s exact test suhu dengan produktivitas (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan suhu dengan produktivitas kerja. Kelembapan (p-value 0,042) menunjukkan ada hubungan kelembapan dengan produktivitas kerja. Pencahayaan (p-value 0,003) menunjukkan ada hubungan pencahayaan dengan produktivitas kerja. Sementara itu, kebisingan (p-value 0,060) menunjukkan tidak ada hubungan kebisingan dengan produktivitas kerja. Kesimpulan: Suhu, kelembapan dan pencahayaan menunjukkan ada hubungan terhadap produktivitas kerja. Saran bagi perusahaan untuk dapat memperhatikan suhu, kelembapan dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan.

Keywords

Collaboration network of the authors

32 authors · 78 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Gadjah Mada
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Awaluddin AwaluddinAffiliation unknown7
Muhammad Rum RahimAffiliation unknown3
A Muflihah DarwisAffiliation unknown2
Andi Aan MugniyahAffiliation unknown2
Cecilia Aurynt Angeline KohangAffiliation unknown2
Lalu Muhammad SalehAffiliation unknown2
Sulasning SulasningAffiliation unknown1
Dian Sidik ArsyadAffiliation unknown1
Makmur SelomoAffiliation unknown1
Yahya ThamrinAffiliation unknown1
Syamsiar RussengAffiliation unknown1
Iin Karmila YusriAffiliation unknown1
Muh Fathur Rahman MT HardjoAffiliation unknown1
Andi Nani Siti MardiyantiAffiliation unknown1
Nursiah NursiahAffiliation unknown1
Filadelfia PiradeAffiliation unknown1
RIFDAH SAFIRAH. HSAffiliation unknown1
Vira AyuAffiliation unknown1
Humairah LatifahAffiliation unknown1
Nasyirah SiddiqahAffiliation unknown1
Ainulhaj Sapirianty T. MalikAffiliation unknown1
Andi Nurul Farihah AbustanAffiliation unknown1
Tiara ErdittaAffiliation unknown1
Oktafiani LabaranAffiliation unknown1
Nur FadilahUniversitas Gadjah Mada1
Silvia MalasariAffiliation unknown1
Nuurhidayat JafarAffiliation unknown1
Moh. Syafar SangkalaAffiliation unknown1
Andina SetyawatiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT. PLN UIKL SULAWESI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Pratiwi, Ika Rezki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyuni, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Darwis, Andi Muflihah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Lingkungan Kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Produktivitas Kerjas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Karyawan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Data yang dirilis International Labour Organization pada tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 380.000 pekerja atau 13,7% dari 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan di tempat kerja atau penyakit akibat kerja.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja fisik terhadap produktivitas kerja karyawan PT. PLN UIKL Sulawesi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. PLN UIKL Sulawesi selama bulan Januari 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 24 dengan menggunakan uji statistik fisher’s exact test. Hasil: Hasil uji fisher’s exact test suhu dengan produktivitas (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan suhu dengan produktivitas kerja. Kelembapan (p-value 0,042) menunjukkan ada hubungan kelembapan dengan produktivitas kerja. Pencahayaan (p-value 0,003) menunjukkan ada hubungan pencahayaan dengan produktivitas kerja.   Sementara itu, kebisingan (p-value 0,060) menunjukkan tidak ada hubungan kebisingan dengan produktivitas kerja.  Kesimpulan: Suhu, kelembapan dan pencahayaan menunjukkan ada hubungan terhadap produktivitas kerja. Saran bagi perusahaan untuk dapat memperhatikan suhu, kelembapan dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/25218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v4i1.25218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023; 36-46</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v4i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/25218/13088</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>