Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO KEJADIAN KOMPLIKASI DM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 4 No. 2 (2023) · pp. 148–158

DOI
10.30597/hjph.v4i2.26347
ISSN
2721-2408
Published
2023-06-29
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Tingginya angka kejadian DM kemungkinan terjadianya komplikasi juga akan besar, kondisi tersebut dapat menyebabkan berkurangnya usia harapan hidup penderita, kelumpuhan, dan meningkatkan beban ekonomi. Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kota Makassar tahun 2022. Metode: Analitik observasional dengan desain studi case control. Pupulasi dalam penelitian ini seluruh pasien diabetes dengan komplikasi dan tanpa komplikasi yang terdaftar di RSUD Kota Makassar. Sampel berjumlah 140 responden dengan 70 responden untuk kelompok kasus dan 70 responden untuk kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi Stata. Hasil: Jumlah responden yang berhasil diwawancarai pada penelitian ini yaitu 140 dari 152 responden. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan beberapa metode yaitu via telepon (75%), wawancara langsung di RS (24%), dan kunjungan rumah (1%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lama menderita DM berisiko 7,1 kali mengalami komplikasi DM (OR=7,1; 95% CI 3,0-17,5); IMT kategori obesitas berisiko 3,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=3,9; 95% CI 1,7-9,1); keteraturan kontrol gula darah berisiko 2,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,9; 95% CI 1,3-6,5) dan kepatuhan pengobatan berisiko 2,3 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,3; 95% CI 1,0-4,8). Kesimpulan: Lama Menderita, IMT Kategori obesitas, keteraturan kontrol gula darah, dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus. Bagi pasien diabetes maupun komplikasi diabetes diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup sehat, jaga berat badan, teratur mengontrol gula darah, dan patuh terhadap pengobatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

14 authors · 21 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rismayanti RismayantiUniversitas Halu Oleo3
Sri HartinaAffiliation unknown1
Muh. Arman NyombaAffiliation unknown1
Lilmawati LilmawatiAffiliation unknown1
Indra DwinataAffiliation unknown1
Gabryella Laura MonganAffiliation unknown1
Anastasya Elma PanggoAffiliation unknown1
Ryza Jazid Baharuddin NurAffiliation unknown1
Arsunan ArsinAffiliation unknown1
Zakya Nur HalizhahAffiliation unknown1
Nahda Fatin AlifahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO KEJADIAN KOMPLIKASI DM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ilman, Putri Apriyanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahiduddin, Wahiduddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, Andi Selvi Yusnita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Komplikasi DM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">faktor risiko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kontrol gula darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kepatuhan pengobatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Tingginya angka kejadian DM kemungkinan terjadianya komplikasi juga akan besar, kondisi tersebut dapat menyebabkan berkurangnya usia harapan hidup penderita, kelumpuhan, dan meningkatkan beban ekonomi. Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kota Makassar tahun 2022. Metode: Analitik observasional dengan desain studi case control. Pupulasi dalam penelitian ini seluruh pasien diabetes dengan komplikasi dan tanpa komplikasi yang terdaftar di RSUD Kota Makassar. Sampel berjumlah 140 responden dengan 70 responden untuk kelompok kasus dan 70 responden untuk kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi Stata. Hasil: Jumlah responden yang berhasil diwawancarai pada penelitian ini yaitu 140 dari 152 responden. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan beberapa metode yaitu via telepon (75%), wawancara langsung di RS (24%), dan kunjungan rumah (1%).  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lama menderita DM berisiko 7,1 kali mengalami komplikasi DM (OR=7,1; 95% CI 3,0-17,5); IMT kategori obesitas berisiko 3,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=3,9; 95% CI 1,7-9,1); keteraturan kontrol gula darah berisiko 2,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,9; 95% CI 1,3-6,5) dan kepatuhan pengobatan berisiko 2,3 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,3; 95% CI 1,0-4,8). Kesimpulan: Lama Menderita, IMT Kategori obesitas, keteraturan kontrol gula darah, dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus. Bagi pasien diabetes maupun komplikasi diabetes diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup sehat, jaga berat badan, teratur mengontrol gula darah, dan patuh terhadap pengobatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/26347</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v4i2.26347</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 4 No. 2: JUNE 2023; 148-158</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v4i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/26347/13455</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>