Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

EFEKTIVITAS TEMEPHOS DALAM PENGENDALIAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PEKKABATA 2022

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 4 No. 2 (2023) · pp. 171–180

DOI
10.30597/hjph.v4i2.26724
ISSN
2721-2408
Published
2023-06-29
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh vektor nyamuk. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten dengan Incidence Rate (IR) DBD tertinggi adalah Kabupaten Polewali Mandar dimana pada tahun 2021 IR DBD Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan kembali dari tahun sebelumnya menjadi 24 per 100.000 penduduk dan diikuti dengan peningkatan Case Fatality Rate (CFR) menjadi 1,77. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan vektor DBD di wilayah kerja Puskesmas Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar melalui abatisasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental, dengan desain yang digunakan adalah Non-Randomized Control Group Pretest Posttest Design yaitu kelompok eksperimental diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diberikan Pretest dan Posttest. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapati, House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI) mengalami pergerakan grafik yang flukuatif dan signifikan selama lima pekan. Pekan pertama sampai dengan pekan ketiga kelompok perlakuan dan kelompok kontrol mengalami penurunan grafik yang berarti setiap pekannya semakin berkurang rumah dan kontainer yang positif larva Ae. Aegypti. Tetapi dipekan keempat dan kelima mengalami kenaikan di kedua kelompok tersebut. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai P pada HI, CI, dan BI masing masing 0,74; 0,45; dan 0,52. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa kepadatan nyamuk HI, CI, dan BI menurun setiap pekannya baik pada kelompok perlakuan ataupun kelompok kontrol. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan pelaksanaan pengendalian DBD baik secara fisik, kimia ataupun biologi.

Keywords

Collaboration network of the authors

30 authors · 61 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rismayanti RismayantiUniversitas Halu Oleo2
Ridwan AmiruddinAffiliation unknown2
Auliah KhoirunnisaAffiliation unknown2
Muhammad Akbar NurdinAffiliation unknown1
Ridwan M. ThahaAffiliation unknown1
Atjo WahyuAffiliation unknown1
Rezki ElisafitriAffiliation unknown1
Yahya ThamrinAffiliation unknown1
Furqaan NaiemAffiliation unknown1
Lalu M SalehAffiliation unknown1
Fajaruddin NatsirAffiliation unknown1
Nurul MuflishaAffiliation unknown1
FirmanUniversitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong1
Jumriani AnsarAffiliation unknown1
Surya Darmawan SyamAffiliation unknown1
M Mario HikmatAffiliation unknown1
Ida Leida M ThahaAffiliation unknown1
Nurkhalisah HarisAffiliation unknown1
Fitrie Ramadhani ReskiAffiliation unknown1
Kirana Syafa RamadhaniAffiliation unknown1
RismayantiAffiliation unknown1
Wahiduddin WahiduddinAffiliation unknown1
Gabryella Laura MonganAffiliation unknown1
La Ode RasyidAffiliation unknown1
Ryza Jazid Baharuddin NurAffiliation unknown1
Muh. Fakhran Farezi AkhyarAffiliation unknown1
Aryunita AryunitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EFEKTIVITAS TEMEPHOS DALAM PENGENDALIAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PEKKABATA 2022</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Al-Farabi, Ruri Khallaj</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arsin, A. Arsunan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dwinata, Indra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Demam berdarah </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">vektor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">temephos</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh vektor nyamuk. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten dengan Incidence Rate (IR) DBD tertinggi adalah Kabupaten Polewali Mandar dimana pada tahun 2021 IR DBD Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan kembali dari tahun sebelumnya menjadi 24 per 100.000 penduduk dan diikuti dengan peningkatan Case Fatality Rate (CFR) menjadi 1,77. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan vektor DBD di wilayah kerja Puskesmas Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar melalui abatisasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental, dengan desain yang digunakan adalah Non-Randomized Control Group Pretest Posttest Design yaitu kelompok eksperimental diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diberikan Pretest dan Posttest. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapati, House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI) mengalami pergerakan grafik yang flukuatif dan signifikan selama lima pekan. Pekan pertama sampai dengan pekan ketiga kelompok perlakuan dan kelompok kontrol mengalami penurunan grafik yang berarti setiap pekannya semakin berkurang rumah dan kontainer yang positif larva Ae. Aegypti. Tetapi dipekan keempat dan kelima mengalami kenaikan di kedua kelompok tersebut. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai P pada HI, CI, dan BI masing masing 0,74; 0,45; dan 0,52. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa kepadatan nyamuk HI, CI, dan BI menurun setiap pekannya baik pada kelompok perlakuan ataupun kelompok kontrol. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan pelaksanaan pengendalian DBD baik secara fisik, kimia ataupun biologi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/26724</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v4i2.26724</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 4 No. 2: JUNE 2023; 171-180</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v4i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/26724/13460</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>