Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO KEJADIAN MDR-TB DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 4 No. 2 (2023) · pp. 181–191

DOI
10.30597/hjph.v4i2.27362
ISSN
2721-2408
Published
2023-06-29
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan permasalahan kesehatan global yang telah menjadi perhatian dunia selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data WHO 10 juta orang di dunia menderita TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya dan salah satu permasalahan yang menjadi hambatan utama dalam pemberantasan TBC adalah MDR-TB. Tujuan: Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian MDR-TB di BBKPMM tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain case control. Populasi penelitian adalah pasien TBC dan MDR-TB yang melakukan pengobatan pada BBKPMM. Sampel berjumlah 150 responden perbandingan 1:1, dengan 75 responden masing-masing kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Odds Ratio menggunakan SPSS. Hasil: efek samping obat berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=2,8, 95% CI 1,25-6,57), kepatuhan minum obat rendah berisiko 12,3 kali mengalami MDR-TB (OR=12,3, 95% CI, 4,94-30,76) dan kepatuhan sedang berisiko 2,9 kali mengalami MDR-TB (OR=2,9, 95% CI, 1,02-8,78). Sedangkan variabel pengetahuan kurang berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=5,7, 95% CI, 1,14-28,98) dan pengetahuan cukup merupakan faktor protektif yang tidak bermakna (OR=0,5, 95% CI, 0.08-3,56), riwayat kontak berisiko 2,2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,2, 95% CI, 1,06-4,53), perokok aktif berisiko 4,1 kali mengalami MDR-TB (OR=4,1, 95% CI, 11,99-8,47) dan perokok pasif berisiko 2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,0 95% CI, 1.02-3,98). Kesimpulan: Efek samping obat, kepatuhan minum obat rendah dan sedang, pengetahuan kurang, riwayat kontak dan perilaku merokok merupakan faktor risiko terjadinya MDR-TB. Diharapkan untuk pihak balai agar terus berperan aktif dalam penjaringan pasien MDR-TB dan TBC, serta meningkatkan pengobatan dan pemberian edukasi kepada pasien.

Keywords

Collaboration network of the authors

30 authors · 61 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rismayanti RismayantiUniversitas Halu Oleo2
Ridwan AmiruddinAffiliation unknown2
Ruri Khallaj Al-FarabiAffiliation unknown2
Muhammad Akbar NurdinAffiliation unknown1
Ridwan M. ThahaAffiliation unknown1
Atjo WahyuAffiliation unknown1
Rezki ElisafitriAffiliation unknown1
Yahya ThamrinAffiliation unknown1
Furqaan NaiemAffiliation unknown1
Lalu M SalehAffiliation unknown1
Fajaruddin NatsirAffiliation unknown1
Nurul MuflishaAffiliation unknown1
FirmanUniversitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong1
Jumriani AnsarAffiliation unknown1
Surya Darmawan SyamAffiliation unknown1
M Mario HikmatAffiliation unknown1
Ida Leida M ThahaAffiliation unknown1
Nurkhalisah HarisAffiliation unknown1
Fitrie Ramadhani ReskiAffiliation unknown1
Kirana Syafa RamadhaniAffiliation unknown1
RismayantiAffiliation unknown1
Wahiduddin WahiduddinAffiliation unknown1
Gabryella Laura MonganAffiliation unknown1
La Ode RasyidAffiliation unknown1
Ryza Jazid Baharuddin NurAffiliation unknown1
Muh. Fakhran Farezi AkhyarAffiliation unknown1
Aryunita AryunitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO KEJADIAN MDR-TB DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Khoirunnisa, Auliah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arsin, A.Arsunan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Dwinata, Indra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">MDR-TB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Faktor Risiko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kepatuhan minum obat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">merokok</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan permasalahan kesehatan global yang telah menjadi perhatian dunia selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data WHO 10 juta orang di dunia menderita TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya dan salah satu permasalahan yang menjadi hambatan utama dalam pemberantasan TBC adalah MDR-TB. Tujuan: Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian MDR-TB di BBKPMM tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain case control. Populasi penelitian adalah pasien TBC dan MDR-TB yang melakukan pengobatan pada BBKPMM. Sampel berjumlah 150 responden perbandingan 1:1, dengan 75 responden masing-masing kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Odds Ratio menggunakan SPSS. Hasil: efek samping obat berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=2,8, 95% CI 1,25-6,57), kepatuhan minum obat rendah berisiko 12,3 kali mengalami MDR-TB (OR=12,3, 95% CI, 4,94-30,76) dan kepatuhan sedang berisiko 2,9 kali mengalami MDR-TB (OR=2,9, 95% CI, 1,02-8,78). Sedangkan variabel pengetahuan kurang berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=5,7, 95% CI, 1,14-28,98) dan pengetahuan cukup merupakan faktor protektif yang tidak bermakna (OR=0,5, 95% CI, 0.08-3,56), riwayat kontak berisiko 2,2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,2, 95% CI, 1,06-4,53), perokok aktif berisiko 4,1 kali mengalami MDR-TB (OR=4,1, 95% CI, 11,99-8,47) dan perokok pasif berisiko 2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,0 95% CI, 1.02-3,98). Kesimpulan: Efek samping obat, kepatuhan minum obat rendah dan sedang, pengetahuan kurang, riwayat kontak dan perilaku merokok merupakan faktor risiko terjadinya MDR-TB. Diharapkan untuk pihak balai agar terus berperan aktif dalam penjaringan pasien MDR-TB dan TBC, serta meningkatkan pengobatan dan pemberian edukasi kepada pasien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2023-06-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/27362</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v4i2.27362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 4 No. 2: JUNE 2023; 181-191</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v4i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/27362/13454</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>