Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO TIDAK MEMAKAI ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 4 No. 3 (2023) · pp. 343–352

DOI
10.30597/hjph.v4i3.27986
ISSN
2721-2408
Published
2023-10-31
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang bagi wanita dengan tingkat efektivitas yang paling tinggi dan aman dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Dalam pelaksanaan program keluarga berencana, salah satu masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya akseptor KB yang menggunakan KB MKJP salah satunya AKDR sedangkan untuk jenis KB Non MKJP cenderung meningkat. Tujuan: Mengetahui faktor risko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor KB yang tercatat di wilayah uskesmas Kaluku Bodoa sebanyak 1484 orang yang terdiri dari kasus (non AKDR) dan kontrol (AKDR). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Terdapat beberapa variabel yang merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Hasil penelitian menujukkan bahwa umur (OR=17,66), pendidikan (OR=6,80), jenis kelamin anak (OR=2,31), paritas (OR=6,57), dukungan suami (OR=53,29), keterpaparan media informasi (OR=6,58) merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Kesimpulan: Umur, pendidikan, jenis kelamin anak, paritas, dukungan suami dan keterpaparan media informasi merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR, sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar. Saran bagi pihak PLKB untuk melakukan penyuluhan agar meningkatkan kontribusi Masyarakat melalui program KB.

Keywords

Collaboration network of the authors

20 authors · 31 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rahma RahmaAffiliation unknown4
Lili DarlianAffiliation unknown1
Jahidin JahidinAffiliation unknown1
Sri RahayuAffiliation unknown1
Muh. Alwy ArifinAffiliation unknown1
Elis Daniar BarunawatiAffiliation unknown1
Andi Arsunan ArsinAffiliation unknown1
Andi Mardiah TahirAffiliation unknown1
Sri Hertati EndangAffiliation unknown1
Darmayanti WaluyoAffiliation unknown1
Healthy HidayantyAffiliation unknown1
Darmawansyah DarmawansyahAffiliation unknown1
Fadilah FadilahAffiliation unknown1
Andi Tenri UlengAffiliation unknown1
Miftahul AkramAffiliation unknown1
M. Arie Rifky SyaifuddinAffiliation unknown1
Shalwa Safitri AbdullahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO TIDAK MEMAKAI ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syamsul, Islahhatul Fuada</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Seweng, Arifin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Masni, Masni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Program KB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Akseptor KB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang bagi wanita dengan tingkat efektivitas yang paling tinggi dan aman dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Dalam pelaksanaan program keluarga berencana, salah satu masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya akseptor KB yang menggunakan KB MKJP salah satunya AKDR sedangkan untuk jenis KB Non MKJP cenderung meningkat. Tujuan: Mengetahui faktor risko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor KB yang tercatat di wilayah uskesmas Kaluku Bodoa sebanyak 1484 orang yang terdiri dari kasus (non AKDR) dan kontrol (AKDR). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Terdapat beberapa variabel yang merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR.  Hasil penelitian menujukkan bahwa umur (OR=17,66), pendidikan (OR=6,80), jenis kelamin anak (OR=2,31), paritas (OR=6,57), dukungan suami (OR=53,29), keterpaparan media informasi (OR=6,58) merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Kesimpulan: Umur, pendidikan, jenis kelamin anak, paritas, dukungan suami dan keterpaparan media informasi merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR, sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar. Saran bagi pihak PLKB untuk melakukan penyuluhan agar meningkatkan kontribusi Masyarakat melalui program KB.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2023-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/27986</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v4i3.27986</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023; 343-352</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v4i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/27986/13661</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>