Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 5 No. 3 (2024) · pp. 317–333

DOI
10.30597/hjph.v5i3.30172
ISSN
2721-2408
Published
2024-10-31
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 < 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin. Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas.

Keywords

Collaboration network of the authors

12 authors · 19 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rahma RahmaAffiliation unknown2
Nur WahidaAffiliation unknown1
Bahasa Indonesia Bahasa IndonesiaAffiliation unknown1
Mutmainnah LukmanAffiliation unknown1
Mukhsen SarakeAffiliation unknown1
A. Ummu SalmahAffiliation unknown1
Milka MuruaAffiliation unknown1
Yuana Wira Dwi Satya Ilham PutraAffiliation unknown1
Alfiah Afifah SurosoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA NIFAS DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN NIFAS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syam, Dian Fahira</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Moedjiono, Apik Indarty</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Anwar, Arif</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Tanda bahaya nifas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">nifas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Kesehatan ibu merupakan indikator yang menggambarkan keberhasilan pembangunan dalam sektor kesehatan, dimana kesehatan ibu mengacu pada kesehatan selama kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kesehatan ibu pada fase tersebut harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya tanda-tanda bahaya selama kehamilan, persalinan dan nifas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas di wilayah kerja Puskesmas Tamalanrea. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang berlangsung selama bulan April – Juli 2023 di Puskesmas Tamalanrea. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 ibu pasca nifas. Teknik pengambilan sampel secara non random dengan metode  Accidental sampling. Adapun uji statistik menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas dengan nilai p = 0,009 &amp;lt; 0,05. Ditemukan juga hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kunjungan pemeriksaan nifas berdasarkan umur (risiko rendah p=0,042), paritas (multipara p=0,048), tempat persalinan (rumah sakit p=0,037). Adapun variabel kejadian tanda bahaya nifas dengan kunjungan pemeriksaan nifas menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, tempat persalinan, keterpaparan informasi dan penggunaan KB pasca salin.  Kesimpulan: Kunjungan pemeriksaan nifas berhubungan secara statistik dengan pengetahuan tentang tanda bahaya nifas dan tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian tanda bahaya nifas. Pemeriksaan di masa nifas sangat dianjurkan untuk mencegah dan mendeteksi timbulnya tanda bahaya nifas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/30172</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v5i3.30172</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024; 317-333</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v5i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/30172/14141</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>