Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

HUBUNGAN ASPEK SWITCHING BARRIER DENGAN LOYALITAS PASIEN RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 5 No. 2 (2024) · pp. 125–135

DOI
10.30597/hjph.v5i2.34291
ISSN
2721-2408
Published
2024-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Salah satu strategi untuk mempertahankan loyalitas pasien yaitu dengan menerapkan strategi switching barrier. Switching barrier adalah rintangan yang dirasakan oleh seorang konsumen saat mereka mencoba beralih dari suatu penyedia jasa ke penyedia jasa lainnya. Tujuan: Mengetahui hubungan aspek switching barrier dengan loyalitas pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional study. Sampel merupakan pasien rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar yang berjumlah 182 orang yang diambil dengan metode accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Labuang Baji Makassar pada bulan Januari-Februari 2024. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s. Hasil: Tidak ada hubungan antara switching cost dengan loyalitas pasien (p=0.065). Ada hubungan antara interpersonal relationship dengan loyalitas pasien (p=0.014). Ada hubungan antara attractiveness of alternative dengan loyalitas pasien (p=0.000). Ada hubungan antara switching barrier dengan loyalitas pasien (p=0.000). Kesimpulan: Tingkat switching cost pasien rawat inap tidak memiliki hubungan dengan loyalitas pasien, sedangkan aspek interpersonal relationship dan attractiveness of alternative serta switching barrier memiliki hubungan dengan loyalitas pasien rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar. Disarankan kepada rumah sakit untuk meningkatkan citra merek dan kepada semua petugas kesehatan agar terus bersikap ramah dan empati kepada pasien.

Keywords

Collaboration network of the authors

28 authors · 46 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dian Saputra MarzukiAffiliation unknown3
Muh Yusri AbadiAffiliation unknown2
Sukri PalutturiAffiliation unknown2
Aminuddin Mane KandariUniversitas Halu Oleo1
Teguh WijayantoAffiliation unknown1
Nurul AnisaAffiliation unknown1
Syamsiar S. RussengAffiliation unknown1
Anwar DaudAffiliation unknown1
Nirmayasri DatuanAffiliation unknown1
Arifin SewengAffiliation unknown1
Fadilah FadilahAffiliation unknown1
Alfiah Ramadhani AmranAffiliation unknown1
Muthmainnah HAffiliation unknown1
Husnul Afifah ARAffiliation unknown1
Syukma EkawatiAffiliation unknown1
Abdul MuhaiminAffiliation unknown1
Indar IndarAffiliation unknown1
tri junianti rimba marampaAffiliation unknown1
Siti Fadia ChairunnisaAffiliation unknown1
Nurul Feby MellinaAffiliation unknown1
Nurul Syahriani SalahuddinAffiliation unknown1
Rizky Chaeraty SyamAffiliation unknown1
Andi Isnaniah Ramadani AgungAffiliation unknown1
Ajeng Dyah PythalokaAffiliation unknown1
Muhammad Yusri AbadiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">HUBUNGAN ASPEK SWITCHING BARRIER DENGAN LOYALITAS PASIEN RAWAT INAP RSUD LABUANG BAJI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nisaa, Nurun</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Darmawansyah, Darmawansyah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurhayani, Nurhayani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Hambatan berpindah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">biaya perpindahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">hubungan interpersonal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">daya Tarik alternatif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">loyalitas pasien</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Salah satu strategi untuk mempertahankan loyalitas pasien yaitu dengan menerapkan strategi switching barrier. Switching barrier adalah rintangan yang dirasakan oleh seorang konsumen saat mereka mencoba beralih dari suatu penyedia jasa ke penyedia jasa lainnya. Tujuan: Mengetahui hubungan aspek switching barrier dengan loyalitas pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional study. Sampel merupakan pasien rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar yang berjumlah 182 orang yang diambil dengan metode accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Labuang Baji Makassar pada bulan Januari-Februari 2024. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s. Hasil: Tidak ada hubungan antara switching cost dengan loyalitas pasien (p=0.065). Ada hubungan antara interpersonal relationship dengan loyalitas pasien (p=0.014). Ada hubungan antara attractiveness of alternative dengan loyalitas pasien (p=0.000). Ada hubungan antara switching barrier dengan loyalitas pasien (p=0.000). Kesimpulan: Tingkat switching cost pasien rawat inap tidak memiliki hubungan dengan loyalitas pasien, sedangkan aspek interpersonal relationship dan attractiveness of alternative serta switching barrier memiliki hubungan dengan loyalitas pasien rawat inap RSUD Labuang Baji Makassar. Disarankan kepada rumah sakit untuk meningkatkan citra merek dan kepada semua petugas kesehatan agar terus bersikap ramah dan empati kepada pasien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2024-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/34291</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v5i2.34291</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 5 No. 2: JUNE 2024; 125-135</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v5i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/34291/13721</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>