Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARAWEANG, PANGKEP TAHUN 2023

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 5 No. 1 (2024) · pp. 44–59

DOI
10.30597/hjph.v5i1.34854
ISSN
2721-2408
Published
2024-02-29
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik pada anak balita akibat ketidakseimbangan nutrisi dan lingkungan yang tidak memadai selama masa pertumbuhan. Data SSGI tahun 2022 melaporkan bahwa prevalensi stunting pada balita di Indonesia mencapai 21,6%. Di Sulawesi Selatan, prevalensi stunting mencapai 27,2%, sementara Kabupaten Pangkep berada di peringkat ke-3 tertinggi sebesar 34,2%. Pada tahun 2020, sekitar 56,93% mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Taraweang dan terjadi penurunan pada tahun 2023 sebesar 22,31%. Tujuan: Menganalisis faktor risiko pemberian ASI eksklusif, status BBLR, pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Taraweang sebanyak 699 anak balita dari bulan November-Desember tahun 2023. Besar sampel adalah 132 sampel, dimana kasus 66 sampel dan kontrol 66 sampel. Sampel diperoleh dengan cara simple random sampling. Hasil: Analisis OR pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif (OR=5,12; 95%CI=2,27-11,69), status BBLR (OR=4,55; 95%CI=1,32-19,83), pendidikan ibu (OR=2,67; 95%CI=1,09-6,73), status ekonomi keluarga (OR=3,75; 95%CI=0,89-22,05), dan sanitasi lingkungan (OR=3,01; 95%CI=1,33-6,89) sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak balita. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif, status BBLR, pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan sanitasi lingkungan sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang, Kabupaten Pangkep tahun 2023. Disarankan kepada responden dan seluruh masyarakat untuk memberikan ASI eksklusif sesuai anjuran yang ditetapkan kepada anak balita agar meminimalisir kejadian stunting.

Keywords

Collaboration network of the authors

35 authors · 64 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi Selvi YusnitasariAffiliation unknown2
Mauritz SilalahiAffiliation unknown1
Fridawaty RivaiAffiliation unknown1
Lukman BimaAffiliation unknown1
Indahwaty SidinAffiliation unknown1
Sukri PalutturiAffiliation unknown1
Dian Rezki WijayaAffiliation unknown1
Ridwan M. ThahaAffiliation unknown1
Uliadi Barrung LimbongAffiliation unknown1
Tahir AbdullahAffiliation unknown1
Andi HardiantiAffiliation unknown1
Andi Nur UtamiAffiliation unknown1
Nurardhi Putra KusumaAffiliation unknown1
Lalu M SalehAffiliation unknown1
Sitti AisyahAffiliation unknown1
Muhammad SyafarAffiliation unknown1
FirmanUniversitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong1
Indra DwinataAffiliation unknown1
Andi Ainun NururrahmiAffiliation unknown1
Rismayanti RismayantiUniversitas Halu Oleo1
Alfrida SandaAffiliation unknown1
Nichlasul DienullahAffiliation unknown1
Latifah RahmaniahAffiliation unknown1
Ida Leida MariaAffiliation unknown1
Andi ZulkifliAffiliation unknown1
Hafizhah Nurul Afifah HafizhahAffiliation unknown1
A. Arsunan ArsinAffiliation unknown1
La Ode RasyidAffiliation unknown1
Henni Kumaladewi HengkyAffiliation unknown1
RuslangAffiliation unknown1
SuntinAffiliation unknown1
Andi Tenri AbengAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARAWEANG, PANGKEP TAHUN 2023</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Faizal, Salsabila Aulia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Abdullah, Andi Zulkifli</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amiruddin, Ridwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">anak balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">faktor risiko</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik pada anak balita akibat ketidakseimbangan nutrisi dan lingkungan yang tidak memadai selama masa pertumbuhan. Data SSGI tahun 2022 melaporkan bahwa prevalensi stunting pada balita di Indonesia mencapai 21,6%. Di Sulawesi Selatan, prevalensi stunting mencapai 27,2%, sementara Kabupaten Pangkep berada di peringkat ke-3 tertinggi sebesar 34,2%. Pada tahun 2020, sekitar 56,93% mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Taraweang dan terjadi penurunan pada tahun 2023 sebesar 22,31%. Tujuan: Menganalisis faktor risiko pemberian ASI eksklusif, status BBLR, pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Taraweang sebanyak 699 anak balita dari bulan November-Desember tahun 2023. Besar sampel adalah 132 sampel, dimana kasus 66 sampel dan kontrol 66 sampel. Sampel diperoleh dengan cara simple random sampling. Hasil: Analisis OR pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif (OR=5,12; 95%CI=2,27-11,69), status BBLR (OR=4,55; 95%CI=1,32-19,83), pendidikan ibu (OR=2,67; 95%CI=1,09-6,73), status ekonomi keluarga (OR=3,75; 95%CI=0,89-22,05), dan sanitasi lingkungan (OR=3,01; 95%CI=1,33-6,89) sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak balita. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif, status BBLR, pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan sanitasi lingkungan sebagai faktor risiko kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang, Kabupaten Pangkep tahun 2023. Disarankan kepada responden dan seluruh masyarakat untuk memberikan ASI eksklusif sesuai anjuran yang ditetapkan kepada anak balita agar meminimalisir kejadian stunting.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/34854</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v5i1.34854</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024; 44-59</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v5i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/34854/13700</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>