Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

POTENSI FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL PADA MAHASISWA S-1 UNIVERSITAS: SEBUAH STUDI DESKRIPTIF

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 6 No. 1 (2025) · pp. 1–9

DOI
10.30597/hjph.v6i1.35736
ISSN
2721-2408
Published
2025-02-28
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian khusus. Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, perguruan tinggi menempati urutan pertama sebagai tempat dengan kejadian kekerasan seksual terbanyak di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan belum menjadi ruang aman bagi mahasiswa dan sivitas akademika lainnya. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan karakteristik kekerasan seksual di kalangan mahasiswa S-1 Universitas Hasanuddin, serta untuk mengidentifikasi pelaku, lokasi, dan waktu kejadian kekerasan seksual, serta dampak psikologis yang dialami korban. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi mahasiswa S-1 Universitas Hasanuddin. Sampel diambil secara accidental dengan jumlah responden sebanyak 424 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Analisis data menggunakan metode univariat untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kekerasan seksual di Universitas Hasanuddin mencapai 76%, dengan korban perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Bentuk kekerasan seksual yang paling sering dialami adalah verbal dan non-fisik. Pelaku kekerasan seksual paling banyak adalah mereka yang terlibat dalam proses Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kejadian kekerasan seksual paling sering terjadi di ruang publik sekitar kampus dan ruang daring, terutama pada tahun 2022 dan saat mahasiswa berada di semester 2. Kesimpulan: Kekerasan seksual menjadi masalah signifikan di Universitas Hasanuddin. Namun, sebagian besar korban tidak melaporkan kejadian tersebut, dengan alasan berupa rasa malu, takut disalahkan, dan ketidakpercayaan terhadap sistem yang ada. Universitas Hasanuddin diharapkan dapat meningkatkan edukasi pencegahan kekerasan seksual dan sosialisasi terkait alur pelaporan di Universitas Hasanuddin.

Keywords

Collaboration network of the authors

7 authors · 9 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ulya MuhidinAffiliation unknown1
Andi Ummu SalmahAffiliation unknown1
Muhammad Tahir AbdullahAffiliation unknown1
Aina SyamiraAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">POTENSI FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL PADA MAHASISWA S-1 UNIVERSITAS : SEBUAH STUDI DESKRIPTIF</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Faradiba, Ashila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salmah, Ummu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Abdullah, M. Tahir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kekerasan seksual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">universitas hasanuddin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">perguruan tinggi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">mahasiswa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian khusus. Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, perguruan tinggi menempati urutan pertama sebagai tempat dengan kejadian kekerasan seksual terbanyak di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan belum menjadi ruang aman bagi mahasiswa dan sivitas akademika lainnya. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi dan karakteristik kekerasan seksual di kalangan mahasiswa S-1 Universitas Hasanuddin, serta untuk mengidentifikasi pelaku, lokasi, dan waktu kejadian kekerasan seksual, serta dampak psikologis yang dialami korban. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi mahasiswa S-1 Universitas Hasanuddin. Sampel diambil secara accidental dengan jumlah responden sebanyak 424 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Analisis data menggunakan metode univariat untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kekerasan seksual di Universitas Hasanuddin mencapai 76%, dengan korban perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Bentuk kekerasan seksual yang paling sering dialami adalah verbal dan non-fisik. Pelaku kekerasan seksual paling banyak adalah mereka yang terlibat dalam proses Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kejadian kekerasan seksual paling sering terjadi di ruang publik sekitar kampus dan ruang daring, terutama pada tahun 2022 dan saat mahasiswa berada di semester 2. Kesimpulan: Kekerasan seksual menjadi masalah signifikan di Universitas Hasanuddin. Namun, sebagian besar korban tidak melaporkan kejadian tersebut, dengan alasan berupa rasa malu, takut disalahkan, dan ketidakpercayaan terhadap sistem yang ada. Universitas Hasanuddin diharapkan dapat meningkatkan edukasi pencegahan kekerasan seksual dan sosialisasi terkait alur pelaporan di Universitas Hasanuddin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/35736</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v6i1.35736</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v6i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/35736/13364</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>