Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2023

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 6 No. 1 (2025) · pp. 22–32

DOI
10.30597/hjph.v6i1.35942
ISSN
2721-2408
Published
2025-02-28
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Persalinan Prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Secara global, prematuritas merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Setiap tahun, tercatat 15 juta kelahiran prematur di seluruh dunia, dan Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah kelahiran prematur mencapai sekitar 675.700 per tahun. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh ibu bersalin pada tahun 2023 di RSUD Daya Kota Makassar dan sampel sebanyak 300 yang dipilih secara simple random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari hasil analisis lebih lanjut menggunakan odds ratio ditemukan bahwa usia ibu risiko tinggi (OR=3,61, 95% CI = 2,151-6,074), jarak kehamilan risiko tinggi (OR=4,46, 95%CI=2,606-7,647), jenis kelamin anak laki-laki (OR=2,34, 95% CI=1,420-3,886), ketuban pecah dini risiko tinggi (OR=3,17, 95% CI=1,306-7,698), preeklampsia risiko tinggi (OR=3,61 95% CI=1,577-8,306), gemeli (OR=10,47, 95% CI=1,207-90,901) merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur, sedangkan riwayat kelahiran prematur (OR=1,397, 95% CI = 0,705-2,768) bukan merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur. Kesimpulan: Usia ibu, jarak kehamilan, jenis kelamin anak, ketuban pecah dini, preeklampsia, dan gemeli merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Diharapkan ibu hamil dapat lebih memperhatikan kehamilannya dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di pusat kesehatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

14 authors · 23 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Arifin SewengAffiliation unknown3
Miftahul AkramAffiliation unknown2
Lili DarlianAffiliation unknown1
Jahidin JahidinAffiliation unknown1
Andi Tenri UlengAffiliation unknown1
Islahhatul Fuada SyamsulAffiliation unknown1
M. Arie Rifky SyaifuddinAffiliation unknown1
Arif AnwarAffiliation unknown1
Yuana Wira Dwi Satya Ilham PutraAffiliation unknown1
Apik Indarty MoedjionoAffiliation unknown1
Alfiah Afifah SurosoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAYA KOTA MAKASSAR TAHUN 2023</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Abdullah, Shalwa Safitri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahma, Rahma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Masni, Masni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Prematur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> preeklamsia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">gemeli</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">usia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Persalinan Prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Secara global, prematuritas merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Setiap tahun, tercatat 15 juta kelahiran prematur di seluruh dunia, dan Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah kelahiran prematur mencapai sekitar 675.700 per tahun. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh ibu bersalin pada tahun 2023 di RSUD Daya Kota Makassar dan sampel sebanyak 300 yang dipilih secara simple random sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan dari hasil analisis lebih lanjut menggunakan odds ratio ditemukan bahwa usia ibu risiko tinggi (OR=3,61, 95% CI = 2,151-6,074), jarak kehamilan risiko tinggi (OR=4,46, 95%CI=2,606-7,647), jenis kelamin anak laki-laki (OR=2,34, 95% CI=1,420-3,886), ketuban pecah dini risiko tinggi (OR=3,17, 95% CI=1,306-7,698), preeklampsia risiko tinggi (OR=3,61 95% CI=1,577-8,306), gemeli (OR=10,47, 95% CI=1,207-90,901) merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur, sedangkan riwayat kelahiran prematur (OR=1,397, 95% CI = 0,705-2,768) bukan merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur. Kesimpulan: Usia ibu, jarak kehamilan, jenis kelamin anak, ketuban pecah dini, preeklampsia, dan gemeli merupakan faktor risiko kejadian persalinan prematur di RSUD Daya Kota Makassar Tahun 2023. Diharapkan ibu hamil dapat lebih memperhatikan kehamilannya dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di pusat kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/35942</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v6i1.35942</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025; 22-32</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v6i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/35942/13366</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>