Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN NARKOBA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG DAN TEMPAT DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2022

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 6 No. 1 (2025) · pp. 110–121

DOI
10.30597/hjph.v6i1.42055
ISSN
2721-2408
Published
2025-02-28
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Sulawesi Selatan menempati urutan ke 11 provinsi dengan jumlah pengguna narkoba kelompok pernah pakai terbanyak pada tahun 2020. Tahun 2022, sebanyak 56 kelurahan yang termasuk pada status waspada kawasan rawan narkoba dan sebanyak 97 kelurahan lainnya berstatus siaga. Tujuan: Mengetahui sebaran kawasan rawan narkoba berdasarkan indikator tingkat pendidikan, tingkat perceraian, kepadatan penduduk, jarak ke terminal, kawasan pesisir, dan permukiman kumuh di Kota Makassar Tahun 2022. Metode: Penelitian epidemiologi deskriptif dengan ecological study. Unit analisis dalam penelitian ini adalah 153 kelurahan dan 15 kecamatan di Kota Makassar. Analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dan statistik bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi positif antara tingkat pendidikan yang rendah (sig 2-tailed: 0.202), tingginya angka perceraian (sig 2-tailed: 0.006), tingginya kepadatan penduduk (sig 2-tailed: 0.000), dan keberadaan kawasan kumuh (sig 2-tailed: 0.405) dengan tingkat kerawanan narkoba di suatu kawasan. Korelasi yang signifikan ditemukan pada variabel angka perceraian dan tingkat kepadatan penduduk. Setiap titik terminal mencakup setidaknya dua kawasan berstatus waspada narkoba. Sebanyak 48 dari 56 Kelurahan berstatus waspada narkoba termasuk dalam jangkauan 3000 meter dari garis pantai. Kesimpulan: Kawasan rawan narkoba tersebar pada 153 kelurahan dengan berbagai kriteria, ada yang memiliki persentase pendidikan rendah yang tinggi, angka perceraian yang tinggi, angka kepadatan penduduk yang tinggi, dekat dari titik terminal, memiliki akses ke kawasan pesisir, dan memiliki kawasan kumuh. Sebanyak 6 kelurahan berstatus siaga berisiko rawan narkoba berdasarkan seluruh indikator yang diteliti. BNNP Sulawesi Selatan sebaiknya melaksanakan upaya P4GN di kelurahan berstatus siaga yang berisiko berdasarkan karakteristik orang dan tempat.

Keywords

Collaboration network of the authors

15 authors · 25 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Muslim Indonesia
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Safaruddin SafaruddinUniversitas Muslim Indonesia1
La Ode AntoAffiliation unknown1
Suryanti TukimanAffiliation unknown1
Ridwan ThahaAffiliation unknown1
Syahrir A. PasinringiAffiliation unknown1
Ika Fadhilah BeaAffiliation unknown1
Ridwan AmiruddinAffiliation unknown1
Hafizhah Nurul Afifah HafizhahAffiliation unknown1
Yahya ThamrinAffiliation unknown1
Lalu Muhammad SalehAffiliation unknown1
A. WahyuniAffiliation unknown1
Ouedraogo AssaneAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN NARKOBA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG DAN TEMPAT DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2022</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rachmaudina, Aulia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Zulkifli, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Baharuddin, Ryza Jazid</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Narkoba</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">analisis spasial</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">angka perceraian</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Sulawesi Selatan menempati urutan ke 11 provinsi dengan jumlah pengguna narkoba kelompok pernah pakai terbanyak pada tahun 2020. Tahun 2022, sebanyak 56 kelurahan yang termasuk pada status waspada kawasan rawan narkoba dan sebanyak 97 kelurahan lainnya berstatus siaga. Tujuan: Mengetahui sebaran kawasan rawan narkoba berdasarkan indikator tingkat pendidikan, tingkat perceraian, kepadatan penduduk, jarak ke terminal, kawasan pesisir, dan permukiman kumuh di Kota Makassar Tahun 2022.  Metode: Penelitian epidemiologi deskriptif dengan ecological study. Unit analisis dalam penelitian ini adalah 153 kelurahan dan 15 kecamatan di Kota Makassar. Analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dan statistik bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi positif antara tingkat pendidikan yang rendah (sig 2-tailed: 0.202), tingginya angka perceraian (sig 2-tailed: 0.006), tingginya kepadatan penduduk (sig 2-tailed: 0.000), dan keberadaan kawasan kumuh (sig 2-tailed: 0.405) dengan tingkat kerawanan narkoba di suatu kawasan. Korelasi yang signifikan ditemukan pada variabel angka perceraian dan tingkat kepadatan penduduk. Setiap titik terminal mencakup setidaknya dua kawasan berstatus waspada narkoba. Sebanyak 48 dari 56 Kelurahan berstatus waspada narkoba termasuk dalam jangkauan 3000 meter dari garis pantai. Kesimpulan: Kawasan rawan narkoba tersebar pada 153 kelurahan dengan berbagai kriteria, ada yang memiliki persentase pendidikan rendah yang tinggi, angka perceraian yang tinggi, angka kepadatan penduduk yang tinggi, dekat dari titik terminal, memiliki akses ke kawasan pesisir, dan memiliki kawasan kumuh. Sebanyak 6 kelurahan berstatus siaga berisiko rawan narkoba berdasarkan seluruh indikator yang diteliti. BNNP Sulawesi Selatan sebaiknya melaksanakan upaya P4GN di kelurahan berstatus siaga yang berisiko berdasarkan karakteristik orang dan tempat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/42055</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v6i1.42055</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025; 110-121</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v6i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/42055/13370</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>