Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM “JAMPANGI” (JANGKAUAN MAKSIMAL PELAYANAN IBU & ANAK TERINTEGRASI)

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 6 No. 2 (2025) · pp. 193–206

DOI
10.30597/hjph.v6i2.42901
ISSN
2721-2408
Published
2025-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan AKI dan AKB di Kota Makassar masih menjadi prioritas masalah, dengan AKI tercatat sebanyak 27 kasus dan AKB sebanyak 74 kasus pada tahun 2021, di mana 92% kejadian terjadi di rumah sakit yang menunjukkan masih banyaknya kendala dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan, RSUD Daya Kota Makassar meluncurkan program "Jampangi" (Jangkauan Maksimal Pelayanan Ibu dan Anak Terintegrasi) pada tahun 2022, yang berhasil menurunkan AKI dari 3 menjadi 1 kasus per tahun sehingga perlu untuk melakukan analisis terhadap implementasinya. Tujuan: Penelitian ini menganalisis implementasi terkait Program “Jampangi’ meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling berjumlah 9 orang yaitu Kepala Ruangan IGD PONEK, Inovator Program, 2 Bidan Pelaksana, 5 Ibu Hamil. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) di RSUD Daya Kota Makassar pada Juli-September 2024 dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Pelaksanaan program "Jampangi" di RSUD Daya Kota Makassar berjalan dengan baik, didukung oleh komunikasi yang efektif melalui berbagai saluran. Sumber daya manusia yang kompeten dan fasilitas yang memadai. Disposisi positif dari pelaksana dan masyarakat, serta dukungan penuh dari manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah. Pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang baik antarunit mendukung kelancaran program. Kesimpulan: Implementasi Program "Jampangi" di RSUD Kota Makassar telah berjalan baik dengan komunikasi efektif, sumber daya memadai, disposisi positif, dan struktur birokrasi jelas. Diperlukan pelatihan, insentif, koordinasi, serta edukasi masyarakat untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas program.

Keywords

Collaboration network of the authors

18 authors · 34 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ruslan MajidUniversitas Halu Oleo1
JUSNIAR RUSLIAFAAffiliation unknown1
Fatma SariAffiliation unknown1
Nurul Hikmah MusliminAffiliation unknown1
Salfa SahaliyahAffiliation unknown1
Najmah RamadhaniAffiliation unknown1
M. Rafli RamadhanAffiliation unknown1
Sukri PalutturiAffiliation unknown1
Zul Fatiha LukmayaniAffiliation unknown1
Nurhayani NurhayaniAffiliation unknown1
Abdul MuhaiminAffiliation unknown1
Devy OktaviantiAffiliation unknown1
Yusri AbadiAffiliation unknown1
Andi Astriyuliani IrsyadAffiliation unknown1
Balqis BalqisAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM “JAMPANGI” (JANGKAUAN MAKSIMAL PELAYANAN IBU &amp; ANAK TERINTEGRASI)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Husaini, Heriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahmadani, Suci</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Indar, Indar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Implementasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">JAMPANGI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pelayanaan ibu dan anak</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Permasalahan AKI dan AKB di Kota Makassar masih menjadi prioritas masalah, dengan AKI tercatat sebanyak 27 kasus dan AKB sebanyak 74 kasus pada tahun 2021, di mana 92% kejadian terjadi di rumah sakit yang menunjukkan masih banyaknya kendala dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan, RSUD Daya Kota Makassar meluncurkan program "Jampangi" (Jangkauan Maksimal Pelayanan Ibu dan Anak Terintegrasi) pada tahun 2022, yang berhasil menurunkan AKI dari 3 menjadi 1 kasus per tahun sehingga perlu untuk melakukan analisis terhadap implementasinya. Tujuan: Penelitian ini menganalisis implementasi terkait Program “Jampangi’ meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode: Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling berjumlah 9 orang yaitu Kepala Ruangan IGD PONEK, Inovator Program, 2 Bidan Pelaksana, 5 Ibu Hamil. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) di RSUD Daya Kota Makassar pada Juli-September 2024 dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Pelaksanaan program "Jampangi" di RSUD Daya Kota Makassar berjalan dengan baik, didukung oleh komunikasi yang efektif melalui berbagai saluran. Sumber daya manusia yang kompeten dan fasilitas yang memadai. Disposisi positif dari pelaksana dan masyarakat, serta dukungan penuh dari manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah. Pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang baik antarunit mendukung kelancaran program. Kesimpulan: Implementasi Program "Jampangi" di RSUD Kota Makassar telah berjalan baik dengan komunikasi efektif, sumber daya memadai, disposisi positif, dan struktur birokrasi jelas. Diperlukan pelatihan, insentif, koordinasi, serta edukasi masyarakat untuk meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas program.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/42901</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v6i2.42901</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 6 No. 2: JUNE 2025; 193-206</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v6i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/42901/13417</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>