Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR RISIKO KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS BATUA

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 6 No. 2 (2025) · pp. 169–183

DOI
10.30597/hjph.v6i2.43998
ISSN
2721-2408
Published
2025-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Angka pengobatan lengkap tuberkulosis yang rendah menunjukkan adanya tantangan dalam penanganan kasus TB. Ketidakpatuhan minum OAT dalam kasus tuberkulosis dapat menjadi salah satu pemicu terhadap kegagalan pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar faktor risiko ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control. Populasi berasal dari seluruh pasien TB di Puskesmas Batua berjumlah 288 dengan sampel terdiri dari kasus dan kontrol sebanyak 140 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan pengambilan data melalui wawancara kepada pasien yang berlangsung dari Desember 2024 hingga Februari 2025. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan (OR=2,13; 95% CI: 1,02–4,46), tingkat pengetahuan (OR=4,33; 95% CI: 1,99–9,57), dukungan keluarga (OR=3,18; 95% CI: 1,45–7,09), peran PMO (OR=2,57; 95% CI: 1,22–5,41) dan efek samping OAT (OR=3,76; 95% CI: 1,50–10,00) merupakan faktor risiko terhadap ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Kesimpulan: Pada penelitian ini status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, peran PMO, dan efek samping OAT merupakan faktor risiko yang bermakna secara statistik terhadap ketidakpatuhan minum OAT. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Batua untuk meningkatkan edukasi yang berfokus pada pemahaman pentingnya pengobatan hingga tuntas meski telah merasa sembuh serta meningkatkan peran PMO melalui pelatihan untuk memantau dan mendampingi pasien TB lebih intensif.

Keywords

Collaboration network of the authors

16 authors · 26 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Indra DwinataAffiliation unknown2
Muhammad Akbar NurdinAffiliation unknown1
Ridwan M. ThahaAffiliation unknown1
Atjo WahyuAffiliation unknown1
Rezki ElisafitriAffiliation unknown1
Jumriani AnsarAffiliation unknown1
Surya Darmawan SyamAffiliation unknown1
Ruri Khallaj Al-FarabiAffiliation unknown1
Auliah KhoirunnisaAffiliation unknown1
Wahiduddin WahiduddinAffiliation unknown1
Anastasya Elma PanggoAffiliation unknown1
Ridwan AmiruddinAffiliation unknown1
La Ode RasyidAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS BATUA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Akhyar, Muh. Fakhran Farezi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arsin, A. Arsunan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nur, Ryza Jazid Baharuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Ketidakpatuhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">OAT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tingkat pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Dukungan keluarga</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Angka pengobatan lengkap tuberkulosis yang rendah menunjukkan adanya tantangan dalam penanganan kasus TB. Ketidakpatuhan minum OAT dalam kasus tuberkulosis dapat menjadi salah satu pemicu terhadap kegagalan pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar faktor risiko ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control. Populasi berasal dari seluruh pasien TB di Puskesmas Batua berjumlah 288 dengan sampel terdiri dari kasus dan kontrol sebanyak 140 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan pengambilan data melalui wawancara kepada pasien yang berlangsung dari Desember 2024 hingga Februari 2025. Analisis data yang dilakukan berupa univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status pekerjaan (OR=2,13; 95% CI: 1,02–4,46), tingkat pengetahuan (OR=4,33; 95% CI: 1,99–9,57), dukungan keluarga (OR=3,18; 95% CI: 1,45–7,09), peran PMO (OR=2,57; 95% CI: 1,22–5,41) dan efek samping OAT (OR=3,76; 95% CI: 1,50–10,00) merupakan faktor risiko terhadap ketidakpatuhan minum OAT pada penderita TB paru di Puskesmas Batua. Kesimpulan: Pada penelitian ini status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, peran PMO, dan efek samping OAT merupakan faktor risiko yang bermakna secara statistik terhadap ketidakpatuhan minum OAT. Diharapkan kepada pihak Puskesmas Batua untuk meningkatkan edukasi yang berfokus pada pemahaman pentingnya pengobatan hingga tuntas meski telah merasa sembuh serta meningkatkan peran PMO melalui pelatihan untuk memantau dan mendampingi pasien TB lebih intensif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/43998</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v6i2.43998</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 6 No. 2: JUNE 2025; 169-183</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v6i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/43998/13419</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>