Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

EVALUASI PROGRAM TRIPLE ELIMINATION DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 6 No. 2 (2025) · pp. 230–243

DOI
10.30597/hjph.v6i2.44437
ISSN
2721-2408
Published
2025-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Komunitas global telah berkomitmen mengeliminasi Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA) HIV, sifilis, virus hepatitis B sebagai prioritas kesehatan masyarakat. Risiko penularan ibu ke anak untuk HIV yaitu 20-45%, sifilis yaitu 69-80% dan hepatitis B >90%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program triple elimination di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar pada Desember 2024-Februari 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi kontigensi melalui software SPSS dan analisis overlay melalui software QGIS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi K1 (kunjungan antenatal 1) terhadap kasus HIV pada anak (p=0,417), tes HBsAg pada anak (p= 0,542), dan kasus sifilis kongenital (p=0,417); tidak terdapat hubungan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan kasus HIV pada anak (p=0,384), tes HBsAg pada anak (p=0,211), dan kasus sifilis kongenital (p=0,519); tidak terdapat korelasi pada persentase ibu hamil HIV yang mengikuti terapi antiretroviral terhadap kasus HIV pada anak (p=0,168); terdapat korelasi pada persentase ibu hamil sifilis yang mengikuti pengobatan dengan kasus sifilis kongenital (p=0,016;r=0,607); serta tidak terdapat korelasi pada cakupan vaksin hepatitis B dosis 3 terhadap prevalensi tes HBsAg pada anak (p=0,953). Kesimpulan: Implementasi PPIA di Kota Makassar belum dilaksanakan secara merata. Oleh karena itu, diharapkan perlu meningkatkan dan memberlakukan program triple elimination secara merata di seluruh wilayah agar memudahkan keluarga mengakses pelayanan kesehatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

19 authors · 30 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Rismayanti RismayantiUniversitas Halu Oleo3
Muhammad SyafarAffiliation unknown1
Andi HardiantiAffiliation unknown1
Mardhatillah MardhatillahAffiliation unknown1
Ridwan M. ThahaAffiliation unknown1
Khaeriyah AdriAffiliation unknown1
Sri HartinaAffiliation unknown1
Muh. Arman NyombaAffiliation unknown1
Lilmawati LilmawatiAffiliation unknown1
Putri Apriyanti IlmanAffiliation unknown1
Andi Selvi Yusnita SariAffiliation unknown1
Indra DwinataAffiliation unknown1
Gabryella Laura MonganAffiliation unknown1
Anastasya Elma PanggoAffiliation unknown1
Ryza Jazid Baharuddin NurAffiliation unknown1
Nahda Fatin AlifahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">EVALUASI PROGRAM TRIPLE ELIMINATION DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Halizhah, Zakya Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arsin, Arsunan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahiduddin, Wahiduddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">hepatitis B</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">HIV</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sifilis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Komunitas global telah berkomitmen mengeliminasi Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA) HIV, sifilis, virus hepatitis B sebagai prioritas kesehatan masyarakat. Risiko penularan ibu ke anak untuk HIV yaitu 20-45%, sifilis yaitu 69-80% dan hepatitis B &amp;gt;90%.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program triple elimination di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar pada Desember 2024-Februari 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi kontigensi melalui software SPSS dan analisis overlay melalui software QGIS. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi K1 (kunjungan antenatal 1) terhadap kasus HIV pada anak (p=0,417), tes HBsAg pada anak (p= 0,542), dan kasus sifilis kongenital (p=0,417); tidak terdapat hubungan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan kasus HIV pada anak (p=0,384), tes HBsAg pada anak (p=0,211), dan kasus sifilis kongenital (p=0,519); tidak terdapat korelasi pada persentase ibu hamil HIV yang mengikuti terapi antiretroviral terhadap kasus HIV pada anak (p=0,168); terdapat korelasi pada persentase ibu hamil sifilis yang mengikuti pengobatan dengan kasus sifilis kongenital (p=0,016;r=0,607); serta tidak terdapat korelasi pada cakupan vaksin hepatitis B dosis 3 terhadap prevalensi tes HBsAg pada anak (p=0,953). Kesimpulan: Implementasi PPIA di Kota Makassar belum dilaksanakan secara merata. Oleh karena itu, diharapkan perlu meningkatkan dan memberlakukan program triple elimination secara merata di seluruh wilayah agar memudahkan keluarga mengakses pelayanan kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/44437</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v6i2.44437</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 6 No. 2: JUNE 2025; 230-243</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v6i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/44437/13422</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>