Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BAYI 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KASSI-KASSI

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 7 No. 1 (2026) · pp. 113–124

DOI
10.30597/hjph.v7i1.48682
ISSN
2721-2408
Published
2026-02-28
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi pada bayi masih menjadi isu kesehatan prioritas di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi mencatat prevalensi stunting 22,92% pada tahun 2024. ASI eksklusif menjadi intervensi kunci pada periode 1000 HPK, namun cakupannya masih berfluktuasi dan faktor yang memengaruhi praktik menyusui belum banyak diteliti secara lokal. Tujuan: Menilai hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 120 ibu dan bayi yang dipilih menggunakan perhitungan besar sampel dengan rumus Slovin berdasarkan populasi terjangkau. Data dikumpulkan melalui kuesioner BSES-SF, lembar observasi, dan data sekunder puskesmas. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan stratifikasi berdasarkan efikasi diri menyusui, keterpaparan informasi, pekerjaan ibu, serta pendapatan keluarga menggunakan Aplikasi JASP. Hasil: Pemberian ASI eksklusif menunjukkan hubungan signifikan dengan status gizi bayi (p = 0,029). Analisis stratifikasi menunjukkan hubungan signifikan pada kelompok ibu dengan efikasi diri cukup (p = 0,008), keterpaparan informasi baik (p = 0,012), dan ibu tidak bekerja (p = 0,018). Pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan signifikan. Proporsi gizi baik lebih tinggi pada bayi yang memperoleh ASI eksklusif (91,4%) dibandingkan bayi tanpa ASI eksklusif (74,0%). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan, terutama ketika didukung kapasitas ibu dan lingkungan yang mendukung praktik menyusui. Penguatan edukasi, dukungan keluarga, dan kebijakan ramah ibu menyusui diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.

Keywords

Collaboration network of the authors

7 authors · 10 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sukmawati SukmawatiAffiliation unknown1
Nadjib BustanAffiliation unknown1
Nur Nasry NoorAffiliation unknown1
Andi HardiantiAffiliation unknown1
Nur FadhilahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BAYI 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KASSI-KASSI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rinaldy, Alief Rezki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Stang, Stang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">ASI eksklusif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">status gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">bayi 6–12 bulan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Masalah gizi pada bayi masih menjadi isu kesehatan prioritas di Indonesia. Wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi mencatat prevalensi stunting 22,92% pada tahun 2024. ASI eksklusif menjadi intervensi kunci pada periode 1000 HPK, namun cakupannya masih berfluktuasi dan faktor yang memengaruhi praktik menyusui belum banyak diteliti secara lokal. Tujuan: Menilai hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 120 ibu dan bayi yang dipilih menggunakan perhitungan besar sampel dengan rumus Slovin berdasarkan populasi terjangkau. Data dikumpulkan melalui kuesioner BSES-SF, lembar observasi, dan data sekunder puskesmas. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan stratifikasi berdasarkan efikasi diri menyusui, keterpaparan informasi, pekerjaan ibu, serta pendapatan keluarga menggunakan Aplikasi JASP. Hasil: Pemberian ASI eksklusif menunjukkan hubungan signifikan dengan status gizi bayi (p = 0,029). Analisis stratifikasi menunjukkan hubungan signifikan pada kelompok ibu dengan efikasi diri cukup (p = 0,008), keterpaparan informasi baik (p = 0,012), dan ibu tidak bekerja (p = 0,018). Pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan signifikan. Proporsi gizi baik lebih tinggi pada bayi yang memperoleh ASI eksklusif (91,4%) dibandingkan bayi tanpa ASI eksklusif (74,0%). Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan, terutama ketika didukung kapasitas ibu dan lingkungan yang mendukung praktik menyusui. Penguatan edukasi, dukungan keluarga, dan kebijakan ramah ibu menyusui diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2026-02-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/48682</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v7i1.48682</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 7 No. 1: FEBRUARY 2026; 113-124</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v7i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/48682/14306</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>