Latar Belakang: Remaja adalah masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, mental, dan sosial yang seringkali mendorong perilaku berisiko, termasuk aktivitas seksual. Menurut WHO, remaja adalah individu berusia 10–19 tahun. Selama rentang usia tersebut, masa remaja merupakan periode dengan tingkat risiko tertinggi. Meskipun perilaku berisiko pada remaja dapat mendorong perkembangan, hal ini lebih sering berujung pada perilaku seksual berisiko seperti tertular penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan daripada penyakit lainnya. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja SMPN 47 Makassar tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMPN 47 Makassar pada bulan November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX SMPN 47 Makassar sebanyak 782 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 258 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 27. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik binomial. Hasil: Paparan informasi pornografi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Remaja yang terpapar informasi pornografi memiliki peluang 4,885 kali lebih besar untuk berperilaku seksual berisiko dibandingkan remaja yang tidak terpapar (OR=4,885; p < 0,001). Kesimpulan: Perilaku seksual berisiko pada remaja berhubungan signifikan dengan sikap, teman sebaya, dan paparan informasi pornografi. Disarankan agar sekolah meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi dan literasi digital remaja sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.