Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO REMAJA

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 7 No. 2 (2026) · pp. 197–209

DOI
10.30597/hjph.v7i2.49277
ISSN
2721-2408
Published
2026-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Remaja adalah masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, mental, dan sosial yang seringkali mendorong perilaku berisiko, termasuk aktivitas seksual. Menurut WHO, remaja adalah individu berusia 10–19 tahun. Selama rentang usia tersebut, masa remaja merupakan periode dengan tingkat risiko tertinggi. Meskipun perilaku berisiko pada remaja dapat mendorong perkembangan, hal ini lebih sering berujung pada perilaku seksual berisiko seperti tertular penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan daripada penyakit lainnya. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja SMPN 47 Makassar tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMPN 47 Makassar pada bulan November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX SMPN 47 Makassar sebanyak 782 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 258 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 27. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik binomial. Hasil: Paparan informasi pornografi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Remaja yang terpapar informasi pornografi memiliki peluang 4,885 kali lebih besar untuk berperilaku seksual berisiko dibandingkan remaja yang tidak terpapar (OR=4,885; p < 0,001). Kesimpulan: Perilaku seksual berisiko pada remaja berhubungan signifikan dengan sikap, teman sebaya, dan paparan informasi pornografi. Disarankan agar sekolah meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi dan literasi digital remaja sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko.

Keywords

Collaboration network of the authors

6 authors · 7 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Fitra SalehAffiliation unknown1
Golok JayaAffiliation unknown1
Andi ZulkifliAffiliation unknown1
Suryanti TukimanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO REMAJA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nabila, Nabila</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Thaha, Ridwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Perilaku seksual berisiko;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">remaja;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sikap;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">teman sebaya;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">paparan ponografi;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Remaja adalah masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, mental, dan sosial yang seringkali mendorong perilaku berisiko, termasuk aktivitas seksual. Menurut WHO, remaja adalah individu berusia 10–19 tahun. Selama rentang usia tersebut, masa remaja merupakan periode dengan tingkat risiko tertinggi. Meskipun perilaku berisiko pada remaja dapat mendorong perkembangan, hal ini lebih sering berujung pada perilaku seksual berisiko seperti tertular penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan daripada penyakit lainnya. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja SMPN 47 Makassar tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di SMPN 47 Makassar pada bulan November 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX SMPN 47 Makassar sebanyak 782 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 258 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 27. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik binomial. Hasil: Paparan informasi pornografi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja. Remaja yang terpapar informasi pornografi memiliki peluang 4,885 kali lebih besar untuk berperilaku seksual berisiko dibandingkan remaja yang tidak terpapar (OR=4,885; p &amp;lt; 0,001). Kesimpulan: Perilaku seksual berisiko pada remaja berhubungan signifikan dengan sikap, teman sebaya, dan paparan informasi pornografi. Disarankan agar sekolah meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi dan literasi digital remaja sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2026-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/49277</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v7i2.49277</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 7 No. 2: JUNE 2026; 197-209</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v7i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/49277/15146</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>