Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PETUGAS AVIATION SECURITY (AVSEC)

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 7 No. 2 (2026) · pp. 174–187

DOI
10.30597/hjph.v7i2.50443
ISSN
2721-2408
Published
2026-06-30
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan kondisi akibat aktivitas fisik dan mental berlebihan yang dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kinerja serta meningkatkan risiko kesalahan kerja. Pada petugas Aviation Security (Avsec), risiko tersebut meningkat karena tuntutan operasional 24 jam, beban fisik, dan tekanan psikologis. Tujuan: Mengkaji keterkaitan usia, jenis kelamin, kualitas tidur, shift kerja, masa kerja, serta stres kerja terhadap kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional dan dilaksanakan selama Januari - Februari 2026. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas Avsec di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden melalui metode proportional random sampling. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi-Square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Terdapat keterkaitan yang bermakna antara usia (p = 0,000), kualitas tidur (p = 0,000), masa kerja (p = 0,034), dan stres kerja (p = 0,004) dengan kelelahan kerja. Sebaliknya, jenis kelamin (p = 1,000) dan shift kerja (p = 0,168) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Pada analisis multivariat, usia (OR: 7,28; 95%CI: 3,01–17,09), kualitas tidur (OR: 10,65; 95%CI: 5,04–22,54), serta masa kerja (OR: 3,80; 95%CI: 1,04–13,82) tetap memperlihatkan hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja. Kesimpulan: Kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) berkaitan dengan usia, kualitas tidur, masa kerja, dan stres kerja, sedangkan jenis kelamin dan shift kerja tidak menunjukkan keterkaitan. Pengendalian kelelahan perlu dilakukan melalui perbaikan kualitas tidur, penyesuaian beban kerja, dan pengelolaan stres.

Keywords

Collaboration network of the authors

6 authors · 7 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Furqaan NaiemAffiliation unknown1
Khusnul Khotimah DahlanAffiliation unknown1
Lalu Muhammad SalehAffiliation unknown1
Adhelin Tiku RombedatuAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PETUGAS AVIATION SECURITY (AVSEC)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Darmas, Armitha Agustia</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yusbud, Mahfuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Aviation security</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kelelahan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kualitas tidur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">masa kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">stres kerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan kondisi akibat aktivitas fisik dan mental berlebihan yang dapat menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kinerja serta meningkatkan risiko kesalahan kerja. Pada petugas Aviation Security (Avsec), risiko tersebut meningkat karena tuntutan operasional 24 jam, beban fisik, dan tekanan psikologis. Tujuan: Mengkaji keterkaitan usia, jenis kelamin, kualitas tidur, shift kerja, masa kerja, serta stres kerja terhadap kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional dan dilaksanakan selama Januari - Februari 2026. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas Avsec di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden melalui metode proportional random sampling. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan Chi-Square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Terdapat keterkaitan yang bermakna antara usia (p = 0,000), kualitas tidur (p = 0,000), masa kerja (p = 0,034), dan stres kerja (p = 0,004) dengan kelelahan kerja. Sebaliknya, jenis kelamin (p = 1,000) dan shift kerja (p = 0,168) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Pada analisis multivariat, usia (OR: 7,28; 95%CI: 3,01–17,09), kualitas tidur (OR: 10,65; 95%CI: 5,04–22,54), serta masa kerja (OR: 3,80; 95%CI: 1,04–13,82) tetap memperlihatkan hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja. Kesimpulan: Kelelahan kerja pada petugas Aviation Security (Avsec) berkaitan dengan usia, kualitas tidur, masa kerja, dan stres kerja, sedangkan jenis kelamin dan shift kerja tidak menunjukkan keterkaitan. Pengendalian kelelahan perlu dilakukan melalui perbaikan kualitas tidur, penyesuaian beban kerja, dan pengelolaan stres.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2026-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/50443</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v7i2.50443</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 7 No. 2: JUNE 2026; 174-187</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v7i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/50443/14971</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>