Latar belakang: Anak Buah Kapal (ABK) memiliki mobilitas tinggi sehingga termasuk kelompok yang berisiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS). Hasil skrining yang dilakukan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar dalam beberapa tahun terakhir masih menemukan kasus positif IMS pada ABK, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang terarah dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan, dan lama kapal sandar dengan tindakan pencegahan IMS pada ABK di wilayah kerja BBKK Makassar (Pelabuhan Makassar) tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada 17 Desember 2025 hingga 23 Februari 2026. Dari populasi 8.600 ABK, diperoleh 368 responden melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan catatan lama kapal sandar, kemudian dianalisis menggunakan JAMOVI dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (59,8%), sikap positif (50,3%), dukungan petugas kesehatan (49,2%), dan tindakan pencegahan IMS yang baik (72,6%). Pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan IMS (p-value = 0,533), sedangkan sikap dan dukungan petugas kesehatan berhubungan signifikan (masing-masing p-value = 0,001). Lama kapal sandar tidak berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan IMS (p value = 0,587). Kesimpulan: Tindakan pencegahan IMS pada ABK berhubungan dengan sikap dan dukungan petugas kesehatan. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada pembentukan sikap positif serta penguatan dukungan petugas kesehatan.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.