Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN IMS PADA ABK DI PELABUHAN MAKASSAR TAHUN 2025

Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) · Vol. 7 No. 3 (2026) · pp. 248–262

DOI
10.30597/hjph.v7i3.51025
ISSN
2721-2408
Published
2026-10-20
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Abstract

Latar belakang: Anak Buah Kapal (ABK) memiliki mobilitas tinggi sehingga termasuk kelompok yang berisiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS). Hasil skrining yang dilakukan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar dalam beberapa tahun terakhir masih menemukan kasus positif IMS pada ABK, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang terarah dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan, dan lama kapal sandar dengan tindakan pencegahan IMS pada ABK di wilayah kerja BBKK Makassar (Pelabuhan Makassar) tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada 17 Desember 2025 hingga 23 Februari 2026. Dari populasi 8.600 ABK, diperoleh 368 responden melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan catatan lama kapal sandar, kemudian dianalisis menggunakan JAMOVI dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (59,8%), sikap positif (50,3%), dukungan petugas kesehatan (49,2%), dan tindakan pencegahan IMS yang baik (72,6%). Pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan IMS (p-value = 0,533), sedangkan sikap dan dukungan petugas kesehatan berhubungan signifikan (masing-masing p-value = 0,001). Lama kapal sandar tidak berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan IMS (p value = 0,587). Kesimpulan: Tindakan pencegahan IMS pada ABK berhubungan dengan sikap dan dukungan petugas kesehatan. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada pembentukan sikap positif serta penguatan dukungan petugas kesehatan.

Keywords

Collaboration network of the authors

12 authors · 25 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • University of Mataram
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ayu RahayuAffiliation unknown1
Shinta RatnawatiAffiliation unknown1
Rahma Wulan IdayantiAffiliation unknown1
M. Haris SeptianAffiliation unknown1
Nadia Ade LutfianaAffiliation unknown1
Andi Selvi YusnitasariAffiliation unknown1
Utami Pradana PutriAffiliation unknown1
Nasrullah NasrullahAffiliation unknown1
Jumriani AnsarAffiliation unknown1
Rizky Chaeraty SyamAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/oai, first harvested 2 Nov 2026, last seen 2 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN IMS PADA ABK DI PELABUHAN MAKASSAR TAHUN 2025</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Santoso, Budi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ayu, Rosa Devitha</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Anak Buah Kapal (ABK);</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">dukungan petugas kesehatan;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Infeksi Menular Seksual (IMS);</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sikap;</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tindakan pencegahan;</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Latar belakang: Anak Buah Kapal (ABK) memiliki mobilitas tinggi sehingga termasuk kelompok yang berisiko tertular Infeksi Menular Seksual (IMS). Hasil skrining yang dilakukan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar dalam beberapa tahun terakhir masih menemukan kasus positif IMS pada ABK, sehingga diperlukan upaya pencegahan yang terarah dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan, dan lama kapal sandar dengan tindakan pencegahan IMS pada ABK di wilayah kerja BBKK Makassar (Pelabuhan Makassar) tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada 17 Desember 2025 hingga 23 Februari 2026. Dari populasi 8.600 ABK, diperoleh 368 responden melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan catatan lama kapal sandar, kemudian dianalisis menggunakan JAMOVI dengan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (59,8%), sikap positif (50,3%), dukungan petugas kesehatan (49,2%), dan tindakan pencegahan IMS yang baik (72,6%). Pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan IMS (p-value = 0,533), sedangkan sikap dan dukungan petugas kesehatan berhubungan signifikan (masing-masing p-value = 0,001). Lama kapal sandar tidak berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan IMS (p value = 0,587). Kesimpulan: Tindakan pencegahan IMS pada ABK berhubungan dengan sikap dan dukungan petugas kesehatan. Upaya pencegahan perlu diarahkan pada pembentukan sikap positif serta penguatan dukungan petugas kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/51025</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/hjph.v7i3.51025</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH); Vol. 7 No. 3: OCTOBER 2026; 248-262</dc:source>
	<dc:source>2721-2408</dc:source>
	<dc:source>10.30597/hjph.v7i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/hjph/article/view/51025/15151</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 by author</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</dc:rights>
</oai_dc:dc>