Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENENTUAN POTENSI SUMBERDAYA HIPOTETIK TIMAH PRIMER DI DAERAH AIR INAS KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

JURNAL GEOCELEBES · Vol. 1 No. 2 (2017) · pp. 66–71

DOI
10.20956/geocelebes.v1i2.2792
ISSN
2579-5546, 2579-5821
Published
2017-10-28
Publisher
Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar
Language
en

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona lemah yang diindikasikan sebagai vein dan menentukan besar sumberdaya hipotetiknya. Data penelitian merupakan data sekunder, terdiri dari 5 lintasan dengan spasi 10 meter dengan panjang lintasan bervariasi. Interpretasi dilakukan dengan menganalisis model penampang 2D dan 3D hasil pengukuran resisitivitas dan chargebilitas bawah permukaan. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa persebaran zona lemah yang diindikasikan sebagai tempat terakumulasinya mineral yang mengandung timah cendrung mengarah ke Timur Laut, dimana nilai resistivitas yang rendah letaknya dekat permukaan dengan geometri berbentuk cekungan yang diinterpretasikan sebagai alluvial sedangkan nilai resistivitas rendah yang letaknya jauh dari permukaan diinterpretasikan sebagai zona struktur yang kaya akan rekahan. Dugaan potensi vein yang mengandung timah berada pada nilai resistivitas 500 Ohm – 5000 Ohm dan nilai Chargebilitas 5 – 100 msec. Besar sumberdaya hipotetik daerah penelitian adalah ton.

Collaboration network of the authors

7 authors · 13 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sakka SakkaUniversitas Halu Oleo1
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown1
Muhammad Hamzah SyahruddinAffiliation unknown1
Halmar HalideAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENENTUAN POTENSI SUMBERDAYA HIPOTETIK TIMAH PRIMER DI DAERAH AIR INAS KEPULAUAN BANGKA BELITUNG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Darmawansyah, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Makhrani, Makhrani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syamsuddin, Syamsuddin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona lemah yang diindikasikan sebagai vein dan menentukan besar sumberdaya hipotetiknya. Data penelitian merupakan data sekunder, terdiri dari 5 lintasan dengan spasi 10 meter dengan panjang lintasan bervariasi. Interpretasi dilakukan dengan menganalisis model penampang 2D dan 3D hasil pengukuran resisitivitas dan chargebilitas bawah permukaan. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa persebaran zona lemah yang diindikasikan sebagai tempat terakumulasinya mineral yang mengandung timah cendrung mengarah ke Timur Laut, dimana nilai resistivitas yang rendah letaknya dekat permukaan dengan geometri berbentuk cekungan yang diinterpretasikan sebagai alluvial sedangkan nilai resistivitas rendah yang letaknya jauh dari permukaan diinterpretasikan sebagai zona struktur yang kaya akan rekahan. Dugaan potensi&amp;nbsp; vein yang mengandung timah berada pada nilai resistivitas 500 Ohm &amp;ndash; 5000 Ohm dan nilai Chargebilitas 5 &amp;ndash; 100 msec. Besar sumberdaya hipotetik daerah penelitian adalah  ton.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2017-10-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/2792</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/geocelebes.v1i2.2792</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JURNAL GEOCELEBES; Vol. 1 No. 2: Oktober 2017; 66-71</dc:source>
	<dc:source>2579-5546</dc:source>
	<dc:source>2579-5821</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/2792/1727</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 JURNAL GEOCELEBES</dc:rights>
</oai_dc:dc>