Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PEMETAAN WILAYAH RAWAN BENCANA GEMPABUMI BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR DAN DATA BOR

JURNAL GEOCELEBES · Vol. 2 No. 1 (2018) · pp. 20–30

DOI
10.20956/geocelebes.v2i1.3721
ISSN
2579-5546, 2579-5821
Published
2018-04-17
Publisher
Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar
Language
en

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk pemetaan wilayah rawan bencana gempabumi di wilayah Daerah Istimewa Jogyakarta berdasar data mikrotremor dan data bor. Aktivitas geodinamika pulau jawa secara umum dipengaruhi oleh pergerakan lempeng Eurasia dan lempeg Indo-Australia dengan lempeng mikro Sunda. Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan pergerakan kearah Barat – Timur, menjadi penyebab gempabumi Yogyakarta tahun 2006. Tercatat sedikitnya empat kali terjadi gempa besar di Yogyakarta menjadikan daerah ini rawan akan gempabumi. Untuk meminimalisir resiko akan bencana gempabumi yang terjadi, salah satunya melakukan pemetaan wilayah yang rentang bencana gempabumi tersebut dengan mikrozonasi berdasar data mikrotremor dan databor. Upaya mitigasi dengan mikrozonasi dilakukan dengan menghitung nilai HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk memperoleh nilai frekuensi dominan yang menjadi parameter tingkat kerawanan bencana gempabumi. Dalam penentuan kecepatan gelombang S hingga kedalaman 30 meter (Vs30) dengan inversi HVSR. digunakan data pendukung data bor untuk menghindari ketidakunikan data mikrotremor. Hasil Vs30 digunakan untuk menentukan nilai amplifikasi. Hasil analisis dan interpretasi data menujukkan bahwa nilai frekuensi dominan berada pada rentang 1,314 – 14,59 Hz, nilai Vs30 berkisar antara 142,02 – 400,5 m/s dengan amplifikasi dalam rentang 1,5 – 8,02 kali dan 0,8-3,7 kali. Kesimpulan dari penelitian ini menujukkan daerah penelitian rawan bencana gempabumi, terutama daerah yang dilalui oleh sesar Opak.

Collaboration network of the authors

40 authors · 90 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jamal HarimudinAffiliation unknown6
La Ode ResteleAffiliation unknown4
Jufri KarimUniversitas Halu Oleo3
Djafar MeyAffiliation unknown3
la Ode RustamAffiliation unknown2
Yoo Eka Yana KansilUniversitas Halu Oleo2
Safrudin SaharAffiliation unknown2
Ahmad HidayatAffiliation unknown2
Weka WidayatiAffiliation unknown2
Jamal HarimuddinAffiliation unknown2
Akbardiansyah AkbardiansyahAffiliation unknown2
Muh. Altin MassinaiAffiliation unknown2
Muhammad AnasAffiliation unknown1
Erniwati ErniwatiAffiliation unknown1
wa Ode YusriaAffiliation unknown1
Ahmad IskandarAffiliation unknown1
La Ode KaimudinAffiliation unknown1
Suriana SurianaAffiliation unknown1
Musadar MappasombaAffiliation unknown1
Fahyuddin FahyuddinAffiliation unknown1
Jamili JamiliAffiliation unknown1
Karsadi KarsadiAffiliation unknown1
Hamuni HamuniAffiliation unknown1
Hasbullah SyafAffiliation unknown1
Eka AprianaAffiliation unknown1
Azhar BafadalUniversitas Halu Oleo1
Mukhtar AbuUniversitas Halu Oleo1
Lade Albar KalzaUniversitas Halu Oleo1
Suhadi SuhadiAffiliation unknown1
Sinarwaty SinarwatyAffiliation unknown1
Endro SukotjoAffiliation unknown1
La HataniAffiliation unknown1
Adnan HakimAffiliation unknown1
Anita IndirasaryAffiliation unknown1
Eulisa EulisaAffiliation unknown1
La Onu OlaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMETAAN WILAYAH RAWAN BENCANA GEMPABUMI BERDASARKAN DATA MIKROTREMOR DAN DATA BOR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lantu, Lantu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aswad, Sabrianto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fitriani, Fitriani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marjiyono, Marjiyono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Telah dilakukan penelitian untuk pemetaan wilayah rawan bencana gempabumi di wilayah Daerah Istimewa Jogyakarta berdasar data mikrotremor dan data bor. Aktivitas geodinamika pulau jawa secara umum dipengaruhi oleh pergerakan lempeng Eurasia dan lempeg Indo-Australia dengan lempeng mikro Sunda. Pertemuan kedua lempeng tersebut menyebabkan pergerakan kearah Barat &amp;ndash; Timur , menjadi penyebab gempabumi Yogyakarta tahun 2006. Tercatat sedikitnya empat kali terjadi gempa besar di Yogyakarta menjadikan daerah ini rawan akan gempabumi. Untuk meminimalisir resiko akan bencana gempabumi yang terjadi , salah satunya melakukan pemetaan wilayah yang rentang bencana gempabumi tersebut dengan mikrozonasi berdasar data mikrotremor dan databor. Upaya mitigasi dengan &amp;nbsp;mikrozonasi dilakukan dengan menghitung nilai&amp;nbsp; HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) untuk memperoleh nilai frekuensi dominan yang menjadi parameter tingkat kerawanan bencana gempabumi. Dalam penentuan kecepatan gelombang S hingga kedalaman 30 meter (Vs30) dengan inversi HVSR. digunakan data pendukung data bor&amp;nbsp; untuk menghindari ketidakunikan data mikrotremor. Hasil Vs30 digunakan untuk menentukan nilai amplifikasi. Hasil analisis dan interpretasi data menujukkan bahwa nilai frekuensi dominan berada pada rentang 1,314 &amp;ndash; 14,59 Hz, nilai Vs30 berkisar antara 142,02 &amp;ndash; 400,5 m/s dengan amplifikasi dalam rentang 1,5 &amp;ndash; 8,02 kali dan 0,8-3,7 kali. Kesimpulan dari penelitian ini menujukkan daerah penelitian rawan bencana gempabumi, terutama daerah yang dilalui oleh sesar Opak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/3721</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/geocelebes.v2i1.3721</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JURNAL GEOCELEBES; Vol. 2 No. 1: April 2018; 20-30</dc:source>
	<dc:source>2579-5546</dc:source>
	<dc:source>2579-5821</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/3721/2291</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2018 JURNAL GEOCELEBES</dc:rights>
</oai_dc:dc>