Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR RUAS JALAN MELUHU-LASOLO, SULAWESI TENGGARA

JURNAL GEOCELEBES · Vol. 3 No. 2 (2019) · pp. 51–58

DOI
10.20956/geocelebes.v3i2.6946
ISSN
2579-5546, 2579-5821
Published
2019-10-02
Publisher
Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar
Language
en

Abstract

Bencana alam geologi setiap saat bisa datang seketika menghancurkan. Bencana ini akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan fasilitas penduduk ketika tidak dikontrol dengan tepat waktu dan dilakukan mitigasi. Upaya awal dilakukan didalam mengantisipasi terjadinya bencana geologi yaitu persiapan, inventarisasi jenis bencana dan menentukan lokasi-lokasi yang lebih berbahaya. Daerah studi memiliki banyak fitur yang harus ditandai sebagai tanah longsor karena daerah tersebut memiliki lereng yang terjal, tingkat pelapukan batuan yang tinggi, batuan yang retak-retak dan mudah lepas, termasuk jalur sesar/patahan/gawir, lereng terpotong jalan dan adanya rutinitas getaran kendaraan yang penuh muatan. Sedangkan akibatnya telah merusak saluran drainase dan mengancam jiwa manusia maupun kendaraan yang rutin melewati jalan. Beberapa hal yang harus dilakukan secara mandiri oleh masyarakat adalah peningkatan kewaspadaan saat musim hujan dan tindakan penutupan rekahan di permukaan tanah, serta konservasi tanah (stabilisasi dan perlindungan lereng). Meningkatnya vegetasi, konstruksi dinding penahan dan struktur lain yang dapat mengurangi resiko tanah longsor di sepanjang tepi jalan sehingga dapat membantu dalam pencegahan tanah longsor di daerah tersebut.

Collaboration network of the authors

40 authors · 95 co-authorship links · 8 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • National University of Malaysia
  • State University of Gorontalo
  • Universitas Muhammadiyah Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Maria MariaAffiliation unknown5
Muhammad Fawzy Ismullah MassinaiAffiliation unknown2
Hamriani RykaAffiliation unknown2
Ahmad FudholiNational University of Malaysia2
Nurul Shahirah Binti RukmanNational University of Malaysia2
Merita Ayu IndriantiUniversitas Muhammadiyah Gorontalo2
Septian Tri NugrahaAffiliation unknown2
La SensuUniversitas Halu Oleo1
Deity YuningsihUniversitas Halu Oleo1
Muhammad Sabaruddin SinapoyUniversitas Halu Oleo1
Indria HafizahAffiliation unknown1
Juminten SaiminAffiliation unknown1
Satrio WicaksonoAffiliation unknown1
Ashaeryanto AshaeryantoAffiliation unknown1
Amiruddin EsoUniversitas Halu Oleo1
Nur JanaAffiliation unknown1
Arimaswati ArimaswatiAffiliation unknown1
Andy Rafdi Al BagizAffiliation unknown1
Irawaty IrawatyUniversitas Halu Oleo1
Fercee PrimulaAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti MusninaAffiliation unknown1
Yonelian YuyunAffiliation unknown1
M. Sulaiman ZubairAffiliation unknown1
Ritha PratiwiAffiliation unknown1
Budi BudiAffiliation unknown1
Darman DarmanUniversitas Muhammadiyah Kendari1
Irwan GaniAffiliation unknown1
Suyuti SuyutiAffiliation unknown1
Muh JafarAffiliation unknown1
Musriady MusriadyAffiliation unknown1
Ahmad Rif'an Khoirul LisanAffiliation unknown1
Romuald SohoresAffiliation unknown1
Erfan SyamsuddinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KAJIAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR  RUAS JALAN MELUHU-LASOLO, SULAWESI TENGGARA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Umar, Emi Prasetyawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jamaluddin, Jamaluddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mustafa, Muhardi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marnas, Muhammad Adam</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Manyoe, Intan Noviantari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurfalaq, Aryadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Taslim, Ivan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Bencana alam geologi setiap saat bisa datang seketika menghancurkan. Bencana ini akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar &amp;nbsp;dan fasilitas penduduk ketika tidak dikontrol dengan tepat waktu dan dilakukan mitigasi. Upaya awal dilakukan didalam mengantisipasi terjadinya bencana geologi yaitu persiapan, inventarisasi jenis bencana dan menentukan lokasi-lokasi yang lebih berbahaya. Daerah studi memiliki banyak fitur yang harus ditandai sebagai tanah longsor karena daerah tersebut memiliki lereng yang terjal, tingkat pelapukan batuan yang tinggi, batuan yang retak-retak dan mudah lepas, termasuk jalur sesar/patahan/gawir, lereng terpotong jalan dan adanya rutinitas getaran kendaraan yang penuh muatan. Sedangkan akibatnya telah merusak saluran drainase dan mengancam jiwa&amp;nbsp; manusia maupun kendaraan yang rutin melewati jalan. Beberapa hal yang harus dilakukan secara mandiri oleh masyarakat adalah peningkatan kewaspadaan saat musim hujan dan tindakan penutupan rekahan di permukaan tanah, serta konservasi tanah (stabilisasi dan perlindungan lereng). Meningkatnya vegetasi, konstruksi dinding penahan dan struktur lain yang dapat mengurangi resiko tanah longsor di sepanjang tepi jalan sehingga dapat membantu dalam pencegahan tanah longsor di daerah tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2019-10-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/6946</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/geocelebes.v3i2.6946</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JURNAL GEOCELEBES; Vol. 3 No. 2: October 2019; 51-58</dc:source>
	<dc:source>2579-5546</dc:source>
	<dc:source>2579-5821</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/geocelebes/article/view/6946/4487</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 JURNAL GEOCELEBES</dc:rights>
</oai_dc:dc>