Open access Jurnal
Efektivitas Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Galaktogog Pada Ibu Menyusui: An Update Systematic Review
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) · Vol. 10 No. 2 (2022)
- ISSN
- 2686-1909, 2302-8807
- Published
- 2022-01-04
- Publisher
- Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
- Language
- en
Abstract
Pendahuluan: Ketidakcukupan produksi ASI dapat diatasi melalui konsumsi pangan yang berperan sebagai galaktogog, seperti daun kelor. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan peran daun kelor sebagai galaktogog dalam bentuk sediaan dan dosis yang berbeda-beda. Tujuan: Systematic review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas daun kelor sebagai galaktogog berdasarkan sediaan dan dosisnya. Bahan dan Metode: Systematic review ini mengacu pada PRISMA flow diagram. Kriteria kelayakan ditentukan berdasarkan PICOS framework. Kriteria desain penelitiannya adalah RCT dan eksperimen. Kriteria publikasinya berasal dari jurnal yang terindeks scopus dan/atau SINTA, serta menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris, dengan mengeksklusi artikel yang tidak dapat diakses secara gratis. Tahun publikasi artikel tidak dibatasi. Pencarian dan penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Science Direct, ProQuest, DOAJ, dan mesin pencarian Google Scholar. Proses skrining dilakukan dengan bantuan aplikasi Mendeley. Hasil: Sebanyak enam artikel yang eligible dan dikaji dari 5587 literatur yang diidentifikasi. Terdapat dua artikel yang menggunakan desain double blind RCT dan empat artikel menggunakan desain eksperimen. Keenam artikel yang dikaji terindeks SINTA, penelitiannya dilakukan di Indonesia, dan jumlah sampelnya 24-70 sampel. Terdapat tiga jenis sediaan yang diidentifikasi, yaitu kapsul campuran ekstrak dengan tepung daun kelor dengan dosis 2x2 kapsul 800 mg/hari, yang efektif terhadap peningkatan volume ASI, kapsul ekstrak daun kelor dengan dosis 2x1 kapsul 250 mg/hari, yang efektif terhadap peningkatan kadar hormon prolaktin ibu dan durasi tidur bayi, serta puding daun kelor dengan dosis 2x1 porsi 125 g/hari, yang efektif terhadap berat badan bayi. Kesimpulan: Daun kelor efektif dikonsumsi sebagai galaktogog dalam bentuk sediaan kapsul campuran ekstrak dengan tepung daun kelor dengan dosis 2x2 kapsul 800 mg/hari, kapsul ekstrak daun kelor dengan dosis 2x1 kapsul 250 mg/hari, dan puding daun kelor dengan dosis 2x1 porsi 125 g/hari. Systematic review selanjutnya diharapkan dapat menggunakan pertanyaan penelitian yang lebih luas. Kata kunci: Daun kelor, galaktogog, produksi ASI, sediaan, dosis
Collaboration network of the authors
40 authors · 170 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nurhaedar Jafar | Affiliation unknown | 11 |
| Abdul Salam | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 11 |
| Veni Hadju | Affiliation unknown | 8 |
| Aminuddin Syam | Affiliation unknown | 5 |
| Citrakesumasari . | Affiliation unknown | 4 |
| Devintha Virani | Affiliation unknown | 4 |
| Healthy Hidayanti | Affiliation unknown | 3 |
| Abdul Razak Thaha | Affiliation unknown | 3 |
| Marini Amalia Mansur | Affiliation unknown | 3 |
| Darmayanti Waluyo | Affiliation unknown | 2 |
| Muhammad Rachmat | Affiliation unknown | 2 |
| Safrullah Amir | Affiliation unknown | 2 |
| Aulia Maghfirah | Affiliation unknown | 2 |
| Sabaria Manti | Affiliation unknown | 2 |
| Sabaria Manti Battung | Affiliation unknown | 2 |
| Andi Aisyah | Affiliation unknown | 2 |
| Saifuddin Sirajuddin | Affiliation unknown | 2 |
| A. Nurul Maulida Tenrirawe | Affiliation unknown | 2 |
| Marini Amaliah Mansur | Affiliation unknown | 2 |
| Burhanuddin Bahar | Affiliation unknown | 2 |
| Anna Khuzaimah | Affiliation unknown | 2 |
| Arifin Seweng | Affiliation unknown | 1 |
| Anggun Dwi Hardi | Affiliation unknown | 1 |
| Dwi Sulastri | Affiliation unknown | 1 |
| citrakesumasari citrakesumasari | Affiliation unknown | 1 |
| Hasnah Assriyah | Affiliation unknown | 1 |
| Nurhaeddar Jafar | Affiliation unknown | 1 |
| Sih Wening Shivanela | Affiliation unknown | 1 |
| Djunaidi Dachlan | Affiliation unknown | 1 |
| Nur Aizah Gian | Affiliation unknown | 1 |
| Elma Ampangalo | Affiliation unknown | 1 |
| Putri Rahmawati Nento | Affiliation unknown | 1 |
| Sahanti Riskiytanti | Affiliation unknown | 1 |
| Yustika Ramadhani | Affiliation unknown | 1 |
| adilah Fitri - | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.