Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

APLIKASI WIND POWERED COMPOSTER DI KAWASAN PESISIR KELURAHAN CAMBAYYA KOTA MAKASSAR

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 4 No. 1 (2020) · pp. 92–102

DOI
10.20956/pa.v4i1.7639
ISSN
2580-3786
Published
2020-01-28
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Application of Wind Powered Composter in the Coastal Area of Cambayya Village, Makassar CityAbstract. Cambayya Village is one of the coastal areas of Makassar City which has a very complex waste condition, which is garbage from the people who live and carry out activities in the coastal area, garbage sent from land area that flows from rivers or gutters that flow into the coast. The Community Service Program aims to conduct activities in the form of training, practice and assistance in processing organic waste into compost using Wind Powered Composter technology located in the RT A community group of Cambayya Village. The problem by partners is the large amount of garbage generated in the coastal settlements of Cambayya Village, residents do not yet know how to process organic waste, and there is no practical application of renewable technology that is acceptable to the community in environmental management. The technology applied is Wind Powered Composter Technology which is an organic waste processing technology using wind power as an energy source to produce compost that can be useful for greening and economic value. This method is contained from a few stages: Preparation stage, namely processing permits, socializing activities to partners, and preparing training materials, Implementation stage conducting motivational training in processing waste, training on organic waste sorting, making composter equipment, making use of SOP training, the practice of composting, harvest compost and compost packaging, The evaluation stage by providing assistance and periodic checking of the composting process. The results of the implementation of this activity are the reduction in the volume of 60 kg of organic waste in each composting process, increased knowledge of citizens about organic waste processing, and the application of appropriate technology in coastal areas.Keywords: Organic waste, composter, wind poweredAbstrak. Kelurahan Cambayya merupakan salah satu wilayah pesisir Kota Makassar yang memiliki kondisi sampah yang sangat kompleks yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir. Adanya program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melakukan kegiatan dalam bentuk pelatihan, praktek dan pendampingan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan teknologi Wind Powered Composter yang berlokasi di kelompok warga RT A Kelurahan Cambayya. Masalah yang dihadapi mitra adalah banyaknya timbulan sampah yang dihasilkan di permukiman pesisir Kelurahan Cambayya, warga belum mengetahui cara mengolah sampah organik, dan belum ada penerapan teknologi terbarukan yang praktis dan mampu diterima masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Teknologi yang diterapkan adalah Teknologi Wind Powered Composter yang merupakan teknologi pengolahan sampah organik menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi menghasilkan kompos yang dapat bermanfaat untuk penghijauan dan bernilai ekonomi. Metode kegiatan ini diantaranya: Tahap persiapan yaitu pengurusan surat izin, sosialisasi kegiatan ke mitra, dan persiapan materi pelatihan, Tahap pelaksanaan melakukan pelatihan motivasi dalam mengolah sampah, pelatihan pemilahan sampah organik, pembuatan alat komposter, pelatihan SOP penggunaan alat, praktek pembuatan kompos, panen kompos, dan pengemasan kompos, Tahap evaluasi dengan melakukan pendampingan dan pengecekan berkala terhadap proses pembuatan kompos. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah berkurangnya volume sampah organik maksimal 60 kg dalam setiap proses pengomposan, meningkatnya pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik, dan telah diterapkannya teknologi tepat guna di kawasan pesisir.Kata Kunci: Sampah organik, komposter, tenaga Angin

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 145 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Ahsin Rifa'iAffiliation unknown7
Sri Wahyuni RahimAffiliation unknown4
Joeharnani TresnatiAffiliation unknown3
CandraAffiliation unknown3
MuzdalifahAffiliation unknown3
Suwarni SuwarniAffiliation unknown2
Moh. Tauhid UmarAffiliation unknown2
Muzdalifah MuzdalifahAffiliation unknown2
Khusnul YaqinAffiliation unknown2
Sharifuddin Bin Andy OmarAffiliation unknown2
Mauli KasmiAffiliation unknown2
Budiman YunusAffiliation unknown2
Andi NovrianiAffiliation unknown1
Liestiaty FachruddinAffiliation unknown1
Dewi YanuaritaAffiliation unknown1
Joeharnani TresnatyAffiliation unknown1
Muh. Tauhid UmarAffiliation unknown1
Syamsu Alam AliAffiliation unknown1
Muhammad SyahdanAffiliation unknown1
Arwan ArwanAffiliation unknown1
Suharto SuhartoAffiliation unknown1
Dwi Fajriyati InakuAffiliation unknown1
Dewi Yanuarita SatariAffiliation unknown1
Arif Fuddin UsmanAffiliation unknown1
AsrianyAffiliation unknown1
Andi Ridwan MakkulawuAffiliation unknown1
AgustianaAffiliation unknown1
M. Sauqi MubarakAffiliation unknown1
NorlianaAffiliation unknown1
Siti AisyahAffiliation unknown1
M. Sauqi MubaroqAffiliation unknown1
PaharuddinAffiliation unknown1
SulkifliAffiliation unknown1
IrawanAffiliation unknown1
Andi Ridwan MakulawuAffiliation unknown1
Ni Wayan Purnama SariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">APLIKASI WIND POWERED COMPOSTER DI KAWASAN PESISIR KELURAHAN CAMBAYYA KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ramdiana, Ramdiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Anggraini, Nani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yunus, Sattar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kudsiah, Hadiratul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Organic Waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Composter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Wind Powered</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Application of Wind Powered Composter in the Coastal Area of Cambayya Village, Makassar CityAbstract. Cambayya Village is one of the coastal areas of Makassar City which has a very complex waste condition, which is garbage from the people who live and carry out activities in the coastal area, garbage sent from land area that flows from rivers or gutters that flow into the coast. The Community Service Program aims to conduct activities in the form of training, practice and assistance in processing organic waste into compost using Wind Powered Composter technology located in the RT A community group of Cambayya Village. The problem by partners is the large amount of garbage generated in the coastal settlements of Cambayya Village, residents do not yet know how to process organic waste, and there is no practical application of renewable technology that is acceptable to the community in environmental management. The technology applied is Wind Powered Composter Technology which is an organic waste processing technology using wind power as an energy source to produce compost that can be useful for greening and economic value. This method is contained from a few stages: Preparation stage, namely processing permits, socializing activities to partners, and preparing training materials, Implementation stage conducting motivational training in processing waste, training on organic waste sorting, making composter equipment, making use of SOP training, the practice of composting, harvest compost and compost packaging, The evaluation stage by providing assistance and periodic checking of the composting process. The results of the implementation of this activity are the reduction in the volume of 60 kg of organic waste in each composting process, increased knowledge of citizens about organic waste processing, and the application of appropriate technology in coastal areas.Keywords: Organic waste, composter, wind poweredAbstrak.   Kelurahan Cambayya merupakan salah satu wilayah pesisir Kota Makassar yang memiliki kondisi sampah yang sangat kompleks yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir. Adanya program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melakukan kegiatan dalam bentuk pelatihan, praktek dan pendampingan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan teknologi Wind Powered Composter yang berlokasi di kelompok warga RT A Kelurahan Cambayya. Masalah yang dihadapi mitra  adalah  banyaknya timbulan sampah yang dihasilkan di permukiman pesisir Kelurahan Cambayya, warga belum mengetahui cara mengolah sampah organik, dan belum ada penerapan teknologi terbarukan yang praktis dan mampu diterima masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Teknologi yang diterapkan adalah Teknologi Wind Powered Composter yang merupakan teknologi pengolahan sampah organik menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi menghasilkan kompos yang dapat bermanfaat untuk penghijauan dan bernilai ekonomi. Metode kegiatan ini diantaranya: Tahap persiapan yaitu pengurusan surat izin, sosialisasi kegiatan ke mitra, dan persiapan materi pelatihan, Tahap pelaksanaan melakukan pelatihan motivasi dalam mengolah sampah, pelatihan pemilahan sampah organik, pembuatan alat komposter, pelatihan SOP penggunaan alat, praktek pembuatan kompos, panen kompos, dan  pengemasan kompos, Tahap evaluasi dengan melakukan pendampingan dan pengecekan berkala terhadap proses pembuatan kompos. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah berkurangnya volume sampah organik maksimal 60 kg dalam setiap proses pengomposan, meningkatnya pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik, dan telah diterapkannya teknologi tepat guna di kawasan pesisir.Kata Kunci: Sampah organik, komposter, tenaga Angin </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/7639</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v4i1.7639</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Februari 2020; 92-102</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v4i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/7639/4729</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v4i1.7639.g4729</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat</dc:rights>
</oai_dc:dc>