Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KONSERVASI AIR TANAH DAN PENJERNIHAN AIR DI KELURAHAN BUNTU SUGI KECAMATAN ALLA KABUPATEN ENREKANG

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 6 No. 4 (2022) · pp. 888–899

DOI
10.20956/pa.v6i4.9453
ISSN
2580-3786
Published
2022-10-21
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Ground water is stored in layers called aquifers. These aquifers can be found in coastal plains, foothills, inter-mountain valleys, alluvial plains and karst topographic areas. The village of Buntu sugi, located in the foothill area in the form of alluvial plains and a little karst topography in the north. Buntu Sugi Village has four ground water sources in the form of springs. The four springs are Bubun Salle, Bubu Sudu, Bubun Matua, and Wailandan. All these springs are used by the community for daily living needs for cooking and for drinking water and used for agriculture. The condition of water resources in Buntu Sugi Urban Village is decreasing quantity and quantity is smaller flow rates in the dry season and a higher turbidity level in the rainy season. The efforts made in this community service are to educate the community on how to conserve springs or ground water and how to process polluted ground water so that it is suitable for use. Furthermore, training will be given to the appropriate technology community that can be used in the process of processing and purifying polluted water. The training on making Biopori Infiltration Holes and making water purification equipment has given the ability for participants. --- Air tanah tersimpan dalam lapisan yang disebut akuifer. Akuifer tersebut dapat dijumpai pada dataran pantai, daerah kaki gunung, lembah antar pegunungan, dataran aluvial dan daerah topografi karst. Kelurahan Buntu sugi yang berada di daerah kaki gunung berupa dataran alluvial dan sedikit topografi karst di bagian utara. Wilayah Kelurahan Buntu Sugi terdapat empat sumber air tanah berupa mata air yaitu Bubun Salle, Bubun Sudu, Bubun Matua, dan Wailandan. Seluruh mata air tersebut digunakan masyarakat untuk keperluan hidup sehari-hari untuk memasak, untuk air minum dan kebutuhan pertanian. Penurunan kuantitas dan kuantitas ditandai dengan debit aliran yang semakin kecil pada musim kemarau dan melimpah pada musim hujan dengan tingkat kekeruhan yang semakin tinggi. Upaya yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana melestarikan mata air atau air tanah dan bagaimana memproses air tanah yang tercemar sehingga layak digunakan. Tujuan pengabdian untuk melakukan edukasi kepada masyarakat pentingnya konservasi air tanah dan bagaimana teknologi konservasi air tanah dan pelatihan kepada masyarakat teknologi tepat guna (TTG) yang dapat digunakan dalam proses pengolahan dan penjernihan air yang tercemar. Pelatihan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) dan pembuatan alat penjernihan air telah memberikan keterampilan kepada peserta untuk membuat resapan air dan alat penjernihan air.

Keywords

Collaboration network of the authors

38 authors · 97 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Khairun University
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
‎ HasniatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari7
Sri SundariKhairun University3
Muhammad Altin MassinaiAffiliation unknown2
Sakka SakkaUniversitas Halu Oleo2
Amiruddin AmiruddinAffiliation unknown2
Makhrani MakhraniAffiliation unknown2
Dwi HastinaAffiliation unknown1
Nurul Sakinah Rifqayana AmruAffiliation unknown1
Maasyitha Purnama UtamiAffiliation unknown1
Lantu LantuAffiliation unknown1
Bambang harimei SupraptoAffiliation unknown1
Muhammad YusranAffiliation unknown1
Bambang HarimeiAffiliation unknown1
SantriwatiAffiliation unknown1
HasanuddinAffiliation unknown1
Aswar SyafnurAffiliation unknown1
A. Muh. Imran IsmailAffiliation unknown1
Aza AzzahraAffiliation unknown1
Wikal WikalAffiliation unknown1
Rahmawati HSAffiliation unknown1
Abdul Hamid HabbeAffiliation unknown1
ArifuddinAffiliation unknown1
SyarifuddinAffiliation unknown1
AlimuddinAffiliation unknown1
Muhammad AsharyAffiliation unknown1
Hadiratul KudsiahAffiliation unknown1
Mauli KasmiAffiliation unknown1
SulkifliAffiliation unknown1
IrawanAffiliation unknown1
Andi Ridwan MakulawuAffiliation unknown1
Ni Wayan Purnama SariAffiliation unknown1
Rikoh Managor SiringoringoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMANFAATAN TEKNOLOGI KONSERVASI AIR TANAH DAN PENJERNIHAN AIR DI KELURAHAN BUNTU SUGI KECAMATAN ALLA KABUPATEN ENREKANG </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syahruddin, Muhammad Hamzah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amiruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Halide, Halmar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sakka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paharuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arif, Samsu</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">pprings</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">conservation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">water purification equipment</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ground water is stored in layers called aquifers. These aquifers can be found in coastal plains, foothills, inter-mountain valleys, alluvial plains and karst topographic areas. The village of Buntu sugi, located in the foothill area in the form of alluvial plains and a little karst topography in the north. Buntu Sugi Village has four ground water sources in the form of springs. The four springs are Bubun Salle, Bubu Sudu, Bubun Matua, and Wailandan. All these springs are used by the community for daily living needs for cooking and for drinking water and used for agriculture. The condition of water resources in Buntu Sugi Urban Village is decreasing quantity and quantity is smaller flow rates in the dry season and a higher turbidity level in the rainy season. The efforts made in this community service are to educate the community on how to conserve springs or ground water and how to process polluted ground water so that it is suitable for use. Furthermore, training will be given to the appropriate technology community that can be used in the process of processing and purifying polluted water. The training on making Biopori Infiltration Holes and making water purification equipment has given the ability for participants. ---  Air tanah tersimpan dalam lapisan yang disebut akuifer. Akuifer tersebut dapat dijumpai pada dataran pantai, daerah kaki gunung, lembah antar pegunungan, dataran aluvial dan daerah topografi karst. Kelurahan Buntu sugi yang berada di daerah kaki gunung berupa dataran alluvial dan sedikit topografi karst di bagian utara. Wilayah Kelurahan Buntu Sugi terdapat empat sumber air tanah berupa mata air yaitu Bubun Salle, Bubun Sudu, Bubun Matua, dan Wailandan. Seluruh mata air tersebut digunakan masyarakat untuk keperluan hidup sehari-hari untuk memasak, untuk air minum dan kebutuhan pertanian. Penurunan kuantitas dan kuantitas ditandai dengan debit aliran yang semakin kecil pada musim kemarau dan melimpah pada musim hujan dengan tingkat kekeruhan yang semakin tinggi. Upaya yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana melestarikan mata air atau air tanah dan bagaimana memproses air tanah yang tercemar sehingga layak digunakan. Tujuan pengabdian untuk melakukan edukasi kepada masyarakat pentingnya konservasi air tanah dan bagaimana teknologi konservasi air tanah dan pelatihan kepada masyarakat teknologi tepat guna (TTG) yang dapat digunakan dalam proses pengolahan dan penjernihan air yang tercemar.  Pelatihan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) dan pembuatan alat penjernihan air telah memberikan keterampilan kepada peserta untuk membuat resapan air dan alat penjernihan air.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/9453</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v6i4.9453</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022; 888-899</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v6i4</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/9453/8765</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v6i4.9453.g8765</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>