Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PEMBERDAYAAN ISTRI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN PATIN DENGAN PENGEMBANGAN PRODUK FILLET

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 4 No. 3 (2020) · pp. 369–379

DOI
10.20956/pa.v4i3.10463
ISSN
2580-3786
Published
2020-12-26
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Abstract. The high production of patin fish in South Kalimantan causes the marketing of this fish to have been very tight competition. Under normal conditions, the price of fresh patin fish in traditional markets ranges from IDR 32.000-35,000 per kilogram, but at certain times when production is abundant, the price of patin fish drops drastically to Rp. 12,000 per kilogram. This condition causes some farmers to a decrease in income and even experience a loss. Most of the patin fish production in Banjar Regency is marketed in fresh form in the traditional markets of Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin and other traditional markets in South Kalimantan to Central Kalimantan. The activity aims to increase the knowledge and skills of the target audience in producing and packaging patin fish fillets. The methods used in this service activity are counseling, demonstrating, and providing assistance until the activity is complete. The results of this service have shown a significant increase in the knowledge and skills of the target audience in processing and packaging patin fish fillets and have been able to produce fish fillet products that are ready to be sold to the market. Abstrak. Tingginya produksi ikan patin di Kalimantan Selatan menyebabkan pemasaran ikan ini memiliki persaingan yang sangat ketat. Jika pada kondisi normal harga ikan patin segar di pasar tradisional berkisar Rp 32.000 - 35.000 per kilogram, namun pada waktu-waktu tertentu ketika produksi melimpah harga ikan patin menurun drastis hingga mencapai Rp 12.000 per kilogram. Kondisi ini menyebabkan beberapa petani mengalami penurunan pendapatan bahkan mengalami kerugian. Sebagian besar produksi patin di Kabupaten Banjar dipasarkan dalam bentuk segar di pasar-pasar tradisional Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin, dan pasar-pasar taradisional lainnya di Kalimantan Selatan hingga ke Kalimantan Tengah. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran dalam melakukan produksi dan pengemasan fillet ikan patin. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan hingga kegiatan berakhir. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran yang signifikan dalam melakukan pengolahan dan pengemasan fillet ikan patin dan mampu memproduksi produk fillet ikan yang siap dijual ke pasar.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 150 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sri Wahyuni RahimAffiliation unknown5
Joeharnani TresnatiAffiliation unknown4
Muzdalifah MuzdalifahAffiliation unknown4
AgustianaAffiliation unknown4
M. Sauqi MubarakAffiliation unknown4
NorlianaAffiliation unknown4
Siti AisyahAffiliation unknown4
M. Sauqi MubaroqAffiliation unknown4
Suwarni SuwarniAffiliation unknown2
Moh. Tauhid UmarAffiliation unknown2
Khusnul YaqinAffiliation unknown2
Sharifuddin Bin Andy OmarAffiliation unknown2
Mauli KasmiAffiliation unknown2
Budiman YunusAffiliation unknown2
Syamsu Alam AliAffiliation unknown2
Muhammad SyahdanAffiliation unknown2
Arwan ArwanAffiliation unknown2
Andi NovrianiAffiliation unknown1
Liestiaty FachruddinAffiliation unknown1
Dewi YanuaritaAffiliation unknown1
Joeharnani TresnatyAffiliation unknown1
Muh. Tauhid UmarAffiliation unknown1
Suharto SuhartoAffiliation unknown1
Dwi Fajriyati InakuAffiliation unknown1
Dewi Yanuarita SatariAffiliation unknown1
Ramdiana RamdianaAffiliation unknown1
Nani AnggrainiAffiliation unknown1
Sattar YunusAffiliation unknown1
Arif Fuddin UsmanAffiliation unknown1
AsrianyAffiliation unknown1
Andi Ridwan MakkulawuAffiliation unknown1
PaharuddinAffiliation unknown1
SulkifliAffiliation unknown1
IrawanAffiliation unknown1
Andi Ridwan MakulawuAffiliation unknown1
Ni Wayan Purnama SariAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMBERDAYAAN ISTRI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN PATIN DENGAN PENGEMBANGAN PRODUK FILLET</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rifa'i, Muhammad Ahsin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Candra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muzdalifah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kudsiah, Hadiratul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Fillet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">patin fish </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">packaging</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">fish farmers</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstract. The high production of patin fish in South Kalimantan causes the marketing of this fish to have been very tight competition. Under normal conditions, the price of fresh patin fish in traditional markets ranges from IDR 32.000-35,000 per kilogram, but at certain times when production is abundant, the price of patin fish drops drastically to Rp. 12,000 per kilogram. This condition causes some farmers to a decrease in income and even experience a loss. Most of the patin fish production in Banjar Regency is marketed in fresh form in the traditional markets of Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin and other traditional markets in South Kalimantan to Central Kalimantan. The activity aims to increase the knowledge and skills of the target audience in producing and packaging patin fish fillets. The methods used in this service activity are counseling, demonstrating, and providing assistance until the activity is complete. The results of this service have shown a significant increase in the knowledge and skills of the target audience in processing and packaging patin fish fillets and have been able to produce fish fillet products that are ready to be sold to the market.
 
 
Abstrak. Tingginya produksi ikan patin di Kalimantan Selatan menyebabkan pemasaran ikan ini memiliki persaingan yang sangat ketat. Jika pada kondisi normal harga ikan patin segar di pasar tradisional berkisar Rp 32.000 - 35.000 per kilogram, namun pada waktu-waktu tertentu ketika produksi melimpah harga ikan patin menurun drastis hingga mencapai Rp 12.000 per kilogram. Kondisi ini menyebabkan beberapa petani mengalami penurunan pendapatan bahkan mengalami kerugian. Sebagian besar produksi patin di Kabupaten Banjar dipasarkan dalam bentuk segar di pasar-pasar tradisional Martapura, Banjarbaru, Banjarmasin, dan pasar-pasar taradisional lainnya di Kalimantan Selatan hingga ke Kalimantan Tengah. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran dalam melakukan produksi dan pengemasan fillet ikan patin. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan hingga kegiatan berakhir. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran yang signifikan dalam melakukan pengolahan dan pengemasan fillet ikan patin dan mampu memproduksi produk fillet ikan  yang siap dijual ke pasar.  
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2020-12-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/10463</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v4i3.10463</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2020; 369-379</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v4i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/10463/6193</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v4i3.10463.g6193</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 Jurnal Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>