Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

IMPLEMENTASI ALAT PENGENDALI SUHU DAN KELEMBAPAN KUMBUNG JAMUR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA JAMUR JEJAMURAN TETEH SRI

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 6 No. 3 (2022) · pp. 557–564

DOI
10.20956/pa.v6i3.13973
ISSN
2580-3786
Published
2022-06-30
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Entering the 4.0 era, which is the era of technology-based agriculture to optimize yields and efficient use of resources in agriculture, this community service program implements Arduino and IoT (internet of things) based Arduino mushroom-based temperature and humidity controllers. The kumbung temperature and humidity control system works in real-time. The ESP8266 module and the DHT22 sensor are used to read humidity values ​​that can water and maintain the humidity of the kumbung. This community service program aims to overcome the temperature and humidity control of mushroom kumbung and produce good mushrooms. This service program was carried out at the mushroom kumbung partner Jejamuran Teteh Sri from May to June 2021. This activity consisted of controlling the temperature and humidity of the mushroom kumbung and counseling on using tools for mushroom cultivators in North Ulin Platform, Liang Anggang, Banjarbaru. Results Statistical analysis of the questionnaire given to participants, namely the questions with the highest (total) scores of 69 and 68, showed that the training provided was beneficial for participants and interested participants to re-participate during retraining if this tool was developed with additional features. While the lowest score with a total of 58 is whether the training is easy to practice, it is because the practice provided is in various sets so that training is needed for participants to understand the background of tools for independent practice. --- Memasuki era pertanian 4.0 yaitu era pertanian berbasis teknologi untuk melakukan optimasi hasil dan efisiensi penggunaan sumberdaya di bidang pertanian, maka program pengabdian kepada masyarakat ini mengimplementasi alat pengendali suhu dan kelembapan kumbung jamur berbasis arduino dan IoT (internet of things). Sistem pengendalian suhu dan kelembapan kumbung bekerja secara realtime. Modul ESP8266 dan sensor DHT22 untuk membaca nilai kelembapan yang dapat melakukan penyiramaan dan menjaga kelembapan kumbung. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan pengendalian suhu dan kelembapan kumbung jamur serta menghasilkan jamur yang baik. Program pengabdian ini dilaksanakan di kumbung jamur mitra Jejamuran Teteh Sri pada bulan Mei sampai Juni 2021. Kegiatan ini terdiri dari: membuat alat pengendalian suhu dan kelembapan kumbung jamur serta penyuluhan/pelatihan penggunaan alat pada pembudidaya jamur di Landasan Ulin Utara, Liang Anggang, Banjarbaru. Hasil analisa statistik dari kuisioner yang diberikan pada peserta, yaitu pertanyaan dengan skor nilai (total) tertinggi dengan jumlah 69 dan 68, menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan bermanfaat bagi peserta dan peminatan peserta untuk berpartisipasi kembali saat diadakan pelatihan kembali jika alat ini dikembangkan dengan fitur tambahan. Sedangkan skor terendah dengan jumlah 58 yaitu apakah pelatihan mudah dipraktekkan, hal itu dikarenakan praktek yang diberikan ada beragam rangkaian sehingga diperlukan latihan bagi para peserta untuk dapat memahami rangkaian alat tersebut untuk praktek mandiri.

Keywords

Collaboration network of the authors

13 authors · 46 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Ansar CSAffiliation unknown1
Ipa Sari KardiAffiliation unknown1
Yahya Eko NopiyantoAffiliation unknown1
Dian PujiantoAffiliation unknown1
Khaton Bagus PhambudiAffiliation unknown1
Septian RaibowoAffiliation unknown1
RasyonoAffiliation unknown1
Cahyo WibowoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IMPLEMENTASI ALAT PENGENDALI SUHU DAN KELEMBAPAN KUMBUNG JAMUR PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA JAMUR JEJAMURAN TETEH SRI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Arminarahmah, Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Puspitasari, Desy Ika</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arafat</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ibrahim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Raharjo, Mokhamad Ramdhani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Oyster mushroom</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">humidity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">arduino</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">temperature control</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Entering the 4.0 era, which is the era of technology-based agriculture to optimize yields and efficient use of resources in agriculture, this community service program implements Arduino and IoT (internet of things) based Arduino mushroom-based temperature and humidity controllers. The kumbung temperature and humidity control system works in real-time. The ESP8266 module and the DHT22 sensor are used to read humidity values ​​that can water and maintain the humidity of the kumbung. This community service program aims to overcome the temperature and humidity control of mushroom kumbung and produce good mushrooms. This service program was carried out at the mushroom kumbung partner Jejamuran Teteh Sri from May to June 2021. This activity consisted of controlling the temperature and humidity of the mushroom kumbung and counseling on using tools for mushroom cultivators in North Ulin Platform, Liang Anggang, Banjarbaru. Results Statistical analysis of the questionnaire given to participants, namely the questions with the highest (total) scores of 69 and 68, showed that the training provided was beneficial for participants and interested participants to re-participate during retraining if this tool was developed with additional features. While the lowest score with a total of 58 is whether the training is easy to practice, it is because the practice provided is in various sets so that training is needed for participants to understand the background of tools for independent practice. --- Memasuki era pertanian 4.0 yaitu era pertanian berbasis teknologi untuk melakukan optimasi hasil dan efisiensi penggunaan sumberdaya di bidang pertanian, maka program pengabdian kepada masyarakat ini mengimplementasi alat pengendali suhu dan kelembapan kumbung jamur berbasis arduino dan IoT (internet of things). Sistem pengendalian suhu dan kelembapan kumbung bekerja secara realtime. Modul ESP8266 dan sensor DHT22 untuk membaca nilai kelembapan yang dapat melakukan penyiramaan dan menjaga kelembapan kumbung. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan pengendalian suhu dan kelembapan kumbung jamur serta menghasilkan jamur yang baik. Program pengabdian ini dilaksanakan di kumbung jamur mitra Jejamuran Teteh Sri pada bulan Mei sampai Juni 2021. Kegiatan ini terdiri dari: membuat alat pengendalian suhu dan kelembapan kumbung jamur serta penyuluhan/pelatihan penggunaan alat pada pembudidaya jamur di Landasan Ulin Utara, Liang Anggang, Banjarbaru. Hasil analisa statistik dari kuisioner yang diberikan pada peserta, yaitu pertanyaan dengan skor nilai (total) tertinggi dengan jumlah 69 dan 68, menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan bermanfaat bagi peserta dan peminatan peserta untuk berpartisipasi kembali saat diadakan pelatihan kembali jika alat ini dikembangkan dengan fitur tambahan. Sedangkan skor terendah dengan jumlah 58 yaitu apakah pelatihan mudah dipraktekkan, hal itu dikarenakan praktek yang diberikan ada beragam rangkaian sehingga diperlukan latihan bagi para peserta untuk dapat memahami rangkaian alat tersebut untuk praktek mandiri.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2022-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/13973</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v6i3.13973</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022; 557-564</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v6i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/13973/8335</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v6i3.13973.g8335</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2022 mina Nur Arminarahmah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>