Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

TEKNOLOGI ALAT TANGKAP BUBU LIPAT RAMAH LINGKUNGAN BAGI NELAYAN DI DESA LANTEBUNG KOTA MAKASSAR

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 8 No. 2 (2024) · hlm. 344–351

DOI
10.20956/pa.v8i2.19480
ISSN
2580-3786
Terbit
2024-04-29
Penerbit
LP2M Universitas Hasanuddin
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstrak

The trap used by the Lantebung community to catch crabs is a type of folding trap that is triangular with a frame made of iron and can be folded. The problem with using this trap is that it often catches small crabs (the carapace width <6cm) with very low economic value and mostly thrown away. The high intensity of the small crab utilization will threaten the crab’s sustainability. It is, therefore, necessary to transfer technology to obtain an environmentally friendly folding trap by providing an escape gap for small crab size. This PKM aimed to apply a friendly use folding trap technology for fishermen in Lantebung Village. The benefits of applying this friendly use folding trap technology a positive changes habitual from fishermen, an increase in income for fishermen’s families, and a sustainable management of crab resources in nature. The Community Service Activities (PKM) were carried out actively through counseling and demonstrations by fully involving the target audiences starting from counseling, implementation, and assistance in the field. The results of the PKM activity showed that there has been a change in behavior and an increase in knowledge of the target audiences, especially the suitable catch size for the crab. The trap evaluation results showed that the traps with escape gaps (B1) caught fewer juvenile crabs when compared to those without escape gaps. Therefore, the B1 traps can be used properly, and by the achievement of crab size targets. --- Bubu yang digunakan masyarakat Lantebung untuk menangkap rajungan adalah jenis bubu lipat yang berbentuk segitiga dengan rangka terbuat dari besi dan dapat dilipat Permasalahan dalam pemanfaatan alat tangkap bubu ini sering menangkap juga kepiting rajungan berukuran kecil (lebar karapaks <6cm)) yang belum memiliki nilai ekonomis dan dibuang begitu saja. Intensitas pemanfaatan rajungan yang tinggi akan mengancam kelestarian kepiting rajungan, untuk itu diperlukan transfer teknologi untuk mendapatkan alat bubu lipat yang ramah lingkungan dengan memberikan celah pelolosan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk menerapkan teknologi alat tangkap bubu lipat yang ramah lingkungan bagi nelayan di Desa Lantebung. Manfaat dari penerapan teknologi alat tangkap bubu lipat ramah lingkungan ini adalah agar terjadi perubahan prilaku nelayan, dapat meningkatkan pendapatan nelayan bubu, pengelolaan sumberdaya rajungan di alam berkelanjutan Kegiatan PKM dilaksanakan secara aktif melalui penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan secara penuh khalayak sasaran mulai dari penyuluhan, implementasi dan pendampingan di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi perubahan prilaku dan peningkatan pengetahuan terutama ukuran rajungan layak tangkap.. Hasil evaluasi alat bubu diperoleh bahwa bubu dengan celah pelolosan (B1) lebih sedikit menangkap rajungan juvenile bila dibandingkan dengan tanpa celah pelolosan Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bubu B1 ini dapat digunakan dengan baik dan sesuai dengan target capaian.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

10 penulis · 18 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Hasrun HasrunAfiliasi tidak diketahui2
Ernaningsih ErnaningsihAfiliasi tidak diketahui2
M. Banda SelamatAfiliasi tidak diketahui1
Fedi A. SonditaAfiliasi tidak diketahui1
Budi WiryawanAfiliasi tidak diketahui1
John HaluanAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, pertama di-harvest 3 Nov 2026, terakhir terlihat 3 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">TEKNOLOGI ALAT TANGKAP BUBU LIPAT RAMAH LINGKUNGAN BAGI NELAYAN DI DESA LANTEBUNG  KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Jamal, Muhammad </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Asni, Andi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ihsan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kadir, Nadiarti Nurdin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Folding trap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">escape gap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">blue swimming crab</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lantebung village</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The trap used by the Lantebung community to catch crabs is a type of folding trap that is triangular with a frame made of iron and can be folded.  The problem with using this trap is that it often catches small crabs (the carapace width &amp;lt;6cm) with very low economic value and mostly thrown away. The high intensity of the small crab utilization will threaten the crab’s sustainability. It is, therefore, necessary to transfer technology to obtain an environmentally friendly folding trap by providing an escape gap for small crab size.  This PKM aimed to apply a friendly use folding trap technology for fishermen in Lantebung Village. The benefits of applying this friendly use folding trap technology a positive changes habitual from fishermen, an increase in income for fishermen’s families, and a sustainable management of crab resources in nature. The Community Service Activities (PKM) were carried out actively through counseling and demonstrations by fully involving the target audiences starting from counseling, implementation, and assistance in the field. The results of the PKM activity showed that there has been a change in behavior and an increase in knowledge of the target audiences, especially the suitable catch size for the crab.     The trap evaluation results showed that the traps with escape gaps (B1) caught fewer juvenile crabs when compared to those without escape gaps. Therefore, the B1 traps can be used properly, and by the achievement of crab size targets.  ---  Bubu yang digunakan masyarakat Lantebung untuk menangkap rajungan adalah jenis bubu lipat yang berbentuk segitiga dengan rangka terbuat dari besi dan dapat dilipat Permasalahan dalam pemanfaatan alat tangkap bubu ini sering menangkap juga kepiting rajungan berukuran kecil (lebar karapaks &amp;lt;6cm)) yang belum memiliki nilai ekonomis dan dibuang begitu saja. Intensitas pemanfaatan rajungan yang tinggi akan mengancam kelestarian kepiting rajungan, untuk itu diperlukan transfer teknologi untuk mendapatkan alat bubu lipat yang ramah lingkungan dengan memberikan celah pelolosan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk menerapkan teknologi alat tangkap bubu lipat yang ramah lingkungan bagi nelayan di Desa Lantebung. Manfaat dari penerapan teknologi alat tangkap bubu lipat ramah lingkungan ini adalah agar terjadi perubahan prilaku nelayan, dapat meningkatkan pendapatan nelayan bubu, pengelolaan sumberdaya rajungan di alam berkelanjutan Kegiatan PKM dilaksanakan secara aktif melalui penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan secara penuh khalayak sasaran mulai dari penyuluhan , implementasi dan pendampingan di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan telah terjadi perubahan prilaku dan peningkatan pengetahuan terutama ukuran rajungan layak tangkap.. Hasil evaluasi alat bubu diperoleh bahwa bubu dengan celah pelolosan (B1) lebih sedikit menangkap rajungan juvenile bila dibandingkan dengan tanpa celah pelolosan Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bubu B1 ini dapat digunakan  dengan baik dan sesuai dengan target capaian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/19480</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v8i2.19480</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024; 344-351</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/19480/11434</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v8i2.19480.g11434</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Muhammad  Jamal, Andi  Asni, Ihsan, Nadiarti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>