Open access Jurnal
PENYULUHAN TENTANG MENOPAUSE PADA PEREMPUAN LANSIA DI PUSKESMAS MINASA UPA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 7 No. 2 (2023) · pp. 363–369
- ISSN
- 2580-3786
- Published
- 2023-03-18
- Publisher
- LP2M Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Menopause is the period of permanent cessation of menstruation after losing ovarian activity. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in 2009, postmenopausal women in Indonesia reached 7.4%, and in 2020 is estimated to get 11.54%. The increase in the population of menopausal women is generally accompanied by various problems that impact the health and quality of life experienced by these menopausal women. Most premenopausal women worldwide do not know about menopause, even though knowledge is significant in shaping one's behavior. Women with knowledge related to peri/post menopause will be able to understand and be confident in dealing with problems that arise when changes occur. Health programs related to menopause have not received serious attention; women's reproductive health services at primary health care have been limited to maternal pregnancy check-ups, delivery assistance, and family planning services. One way to prepare women for this menopause is to change their cognitive abilities through counseling. This counseling can increase knowledge that can change health beliefs and improve the health behavior of postmenopausal women. The results of this counseling showed an increase in the average level of knowledge from the pre-test 56, and after counseling, it increased to 81.33. A significant increase of 25.33 (p<0.05) indicated that the counseling method effectively increased knowledge about menopause in poly prolanis women. --- Menopause adalah masa terjadinya penghentian menstruasi permanen setelah hilangnya aktivitas ovarium. Data dari Departemen Kesehatan RI pada tahun 2009 wanita menopause di Indonesia mencapai 7,4% dan tahun 2020 diperkirakan mencapai 11,54% dengan usia rata-rata menopause 49 tahun. Peningkatan populasi wanita menopause pada umumnya disertai berbagai masalah yang kompleks sehingga berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup yang dialami wanita menopause tersebut. Sebagian besar wanita premenopause di dunia tidak memiliki pengetahuan mengenai menopause, padahal pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk perilaku seseorang. Wanita yang memiliki pengetahuan terkait menopause akan dapat memahami dan percaya diri dalam menangani masalah yang timbul saat terjadi perubahan. Program kesehatan yang terkait dengan menopause belum mendapat perhatian serius, pelayanan kesehatan reproduksi wanita di Puskesmas, hingga saat ini terbatas pada pemeriksaan kehamilan ibu, pertolongan persalinan dan pelayanan keluarga berencana. Salah satu cara untuk menyiapkan wanita menghadapi masa menopause ini adalah dengan cara mengubah kognitifnya melalui penyuluhan. Penyuluhan ini mampu meningkatkan pengetahuan, mengubah keyakinan kesehatan dan meningkatkan perilaku kesehatan wanita menopause. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan dari pre-test 56 dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 81,33. Terdapat peningkatan yang signifikan sebesar 25,33 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang menopause pada wanita poli prolanis.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 177 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- Universitas Raharja
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Syahruni Syahrir | Affiliation unknown | 6 |
| Rina Previana Amiruddin | Affiliation unknown | 5 |
| ABDUL RAHMAN | Universitas Halu Oleo | 5 |
| Nurbani Bangsawan | Affiliation unknown | 4 |
| Nur Rakhmah | Affiliation unknown | 4 |
| Johnsen Mailoa | Affiliation unknown | 3 |
| Abadi Aman | Affiliation unknown | 3 |
| Eddy Tiro | Affiliation unknown | 3 |
| Nasrudin Andi Mappaware | Affiliation unknown | 3 |
| Ajardiana Idrus | Affiliation unknown | 2 |
| Irnawati Bahar | Affiliation unknown | 2 |
| Lenny Maria Lisal | Affiliation unknown | 2 |
| Susiawaty Mustafa | Affiliation unknown | 2 |
| Nuraini Abidin | Affiliation unknown | 2 |
| Dewi Zahara Hasmuddin | Affiliation unknown | 2 |
| Fitria Arianty | Affiliation unknown | 2 |
| Irnawaty Bahar | Affiliation unknown | 1 |
| Nursanty A. Padjalangi | Affiliation unknown | 1 |
| Surya Setiawan | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Sri Ratnaningsih | Affiliation unknown | 1 |
| Nur Azizah | Universitas Raharja | 1 |
| Nasrudin A. Mappaware | Affiliation unknown | 1 |
| Maisuri T. Chalid | Affiliation unknown | 1 |
| Asmuliadi Asmuliadi | Affiliation unknown | 1 |
| Waode Radmila | Affiliation unknown | 1 |
| Eddy Hartono | Affiliation unknown | 1 |
| Livy Leonard Lieswan | Affiliation unknown | 1 |
| Gressella K. Mamangkey | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Nursanty Padjalangi | Affiliation unknown | 1 |
| Dwicky Limbersia Aries | Affiliation unknown | 1 |
| Prilly Astari | Affiliation unknown | 1 |
| Rudy Butje Leonardy | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.