Open access Jurnal
INOVASI DAN DIVERSIFIKASI DANGKE SEBAGAI PANGAN LOKAL UNGGULAN BERBASIS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF HULU-HILIR DI KELURAHAN MATARAN KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 7 No. 3 (2023) · pp. 580–591
- ISSN
- 2580-3786
- Published
- 2023-09-20
- Publisher
- LP2M Universitas Hasanuddin
- Language
- en
Abstract
Dangke is one of the prima donna local foods typical of Enrekang Regency. However, as times progressed, breeders faced many obstacles, especially in Mataran Village, Anggeraja District, and Enrekang Regency. This is motivated by the management of livestock pens that have not been optimal, product diversification that has not been maximized, the lack of penetration of digital marketing-based marketing and financial records for Micro, Small, and Medium Enterprises, and the lack of close multi-sectoral collaboration with relevant stakeholders. Therefore, a massive and sustainable community empowerment program is needed for farmer groups, Farmer Business Groups (KUT), Housewives/PKK, and Youth Organizations in Mataran Village as a real effort to improve the community economy based on the creative economy from upstream to downstream. This service activity was carried out for approximately six months in Mataran Village with a blended system (offline and online). This community service activity concludes that the "Dangke Mataran" business group's target audience, breeders, housewives, and youth organizations, are very interested and motivated to implement a sustainable livestock system from upstream to downstream regarding cage management, sanitation, and feed. Livestock, product diversification, digital marketing-based product sales system, and MSME-scale financial management to increase their productivity while increasing the bargaining power of dangke as a local cheese in Enrekang. --- Dangke merupakan salah satu pangan lokal primadona khas Kabupaten Enrekang. Namun, seiring berkembangnya zaman, ada serangkaian hambatan yang dihadapi oleh peternak khususnya di Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Hal ini dilatarbelakangi oleh manajemen kandang ternak yang belum optimal, diversifikasi produk yang belum maksimal, kurangnya penetrasi pemasaran berbasis digital marketing dan pencatatan keuangan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan belum eratnya kerjasama multisektoral dengan stakeholder terkait. Oleh karena itu, diperlukan program community empowerment yang bersifat masif dan berkelanjutan bagi kelompok peternak, Kelompok Usaha Tani (KUT), Ibu Rumah Tangga, dan Karang Taruna di Kelurahan Mataran sebagai upaya riil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis ekonomi kreatif dari hulu ke hilir. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan di Kelurahan Mataran dengan sistem blended (luring dan daring). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah kelompok khalayak sasaran yang terdiri dari kelompok usaha “Dangke Mataran”, peternak, Ibu Rumah Tangga, dan karang taruna sangat berminat dan termotivasi untuk menerapkan sistem peternakan berkelanjutan dari hulu ke hilir baik dari aspek manajemen kandang, sanitasi, pakan ternak, diversifikasi produk, sistem penjualan produk berbasis digital marketing, pengelolaan keuangan berskala UMKM guna meningkatkan produktivitas mereka sekaligus menambah bargaining power dangke sebagai keju khas Enrekang.
Keywords
Collaboration network of the authors
40 authors · 210 co-authorship links · showing the 40 most connected
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Universitas Halu Oleo
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Nurhaedar Jafar | Affiliation unknown | 4 |
| Abdul Salam | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 2 |
| Sabaria Manti | Affiliation unknown | 2 |
| Rahayu Indriasari | Affiliation unknown | 2 |
| Agus Kurnia | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Irwan J. Effendy | Affiliation unknown | 1 |
| Abdul M. Balubi | Affiliation unknown | 1 |
| Nurleni Nurleni | Affiliation unknown | 1 |
| Haerial Haerial | Affiliation unknown | 1 |
| Devintha Virani | Affiliation unknown | 1 |
| Wahyuni Nurqadriyani Bustan Uni | Affiliation unknown | 1 |
| Hardianti . | Affiliation unknown | 1 |
| Burhanuddin Bahar | Affiliation unknown | 1 |
| Nuristha Febrianti | Affiliation unknown | 1 |
| Djunaidi M Dachlan | Affiliation unknown | 1 |
| Healthy Hidayanty | Affiliation unknown | 1 |
| Veni Hadju | Affiliation unknown | 1 |
| Nugraheni Dwi Pratiwi Putri | Affiliation unknown | 1 |
| Zainal | Affiliation unknown | 1 |
| Safrullah Amir | Affiliation unknown | 1 |
| Muthia Muthmainnah Mannan | Affiliation unknown | 1 |
| Citrakesumasari . | Affiliation unknown | 1 |
| Mega Mas Putri | Affiliation unknown | 1 |
| Firdaus | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.