Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

KONSERVASI MATA AIR DAN PENJERNIHAN AIR BERBAHAN FILTER ORGANIK DI DESA PANA, KECAMATAN ALLA, KABUPATEN ENREKANG: tidak ada

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 8 No. 3 (2024) · hlm. 535–546

DOI
10.20956/pa.v8i3.23043
ISSN
2580-3786
Terbit
2024-07-19
Penerbit
LP2M Universitas Hasanuddin
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstrak

The springs included in the administrative area of ​​Pana Village are waibuktu, wailandan, waidollok, waiallak, and waipana. Pana Village is also crossed by two rivers, namely the Mata Allo River and the Salu Dollok River. The springs and rivers in Pana Village have not been managed in an integrated manner, so the people of Pana Village have difficulty getting water, especially during the dry season. Therefore, conserving springs in Pana Village is important to maintain the existence and sustainability of springs in the area. Conservation of the Pana Village spring needs to be done because the upstream water catchment area continues to develop as agricultural land and settlements, so it can potentially damage the spring catchment area. The conservation of springs in Pana Village is carried out by making rectangular cube biopore infiltration wells to increase water absorption into the soil. Active participation of the community in constructing rectangular cube biopore recharge wells so that water is always available during the dry season in terms of quality and quantity. In addition, through the community service program from the Department of Geophysics, UNHAS conducts outreach to the people of Pana Village so that the community's active participation preserves the environment and springs and river resources. Conservation of springs in Pana Village is carried out by introducing the community to conservation technologies that can be used. Conservation technology includes greening water catchment areas, making cubical biopore infiltration holes, and training in making water purification equipment made from organic filters. The training participants have understood the existence of groundwater and its conservation above 97%. They can conserve groundwater springs by making cubic biopore infiltration holes (LRBK) and can use water purification tools made from organic filters (PABFO). --- Mata air yang masuk dalam wilayah administrative Desa Pana adalah waibuktu, wailandan, waidollok, waiallak, dan waipana. Desa Pana juga dilewati dua sungai yaitu sungai mata allo dan sungai salu dollok. Mata air dan sungai di desa pana belum dikelola secara terintegrasi sehingga masyarakat Desa Pana kesulitan air terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu Konservasi mata air di Desa Pana adalah usaha yang penting dilakukan untuk mempertahankan keberadaan serta keberlanjutan mata air di daerah tersebut. Konservasi mata air Desa Pana perlu dilakukan karena daerah hulu resapan air terus berkembang sebagai lahan pertanian dan pemukiman sehingga berpotensi merusak daerah resapan mata air. Konservasi mata air di Desa Pana dilakukan dengan membuat sumur resapan biopori kubus persegi panjang untuk meningkatkan resapan air ke dalam tanah. Partisipasi aktif masyarakat dalam membuat sumur respan biopori kubus persegi panjang agar senantiasa air tersedia pada musim kemarau baik dalam hal kualitas maupun kuntitasnya. Selain itu melalui program pengabdian kepada masyarakat dari Departemen geofisika UNHAS melakukan penyuluhan kepada masyarakat Desa Pana agar partisipasi aktif masyarakat melestarikan lingkungan hidup dan sumber daya mata air dan sungai. Konservasi mata air di Desa Pana dilakukan dengan memperkenalkan kepada masyarakat teknologi konservasi yang dapat digunakan. Teknologi konservasi meliputi mnghijaukan daerah tangkapan air, pembuatan lubang resapan biopori kubus dan pelatihan pembuatan alat penjernihan air berbahan filter organik. Peserta pelatihan telah memahami keberadaan air tanah dan konservasinya diatas 97% dan mampu melakukan konservasi mata air tanah dengan membuat lubang resapan biopori kubus (LRBK) dan mampu membuat alat penjernihan air berbahan filter organik (PABFO).

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

28 penulis · 60 tautan kepenulisan bersama · 2 lintas organisasi

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Khairun University
  • Institut Agama Islam Negeri Parepare
  • Universitas Halu Oleo
  • Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Samsu ArifAfiliasi tidak diketahui4
PaharuddinAfiliasi tidak diketahui4
Sri SundariKhairun University3
Sakka SakkaUniversitas Halu Oleo2
Amiruddin AmiruddinAfiliasi tidak diketahui2
Makhrani MakhraniAfiliasi tidak diketahui2
Nur RahmadaniInstitut Agama Islam Negeri Parepare1
Muhammad NajibInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Dwi HastinaAfiliasi tidak diketahui1
Nurul Sakinah Rifqayana AmruAfiliasi tidak diketahui1
Maasyitha Purnama UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad YusranAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Altin MassinaiAfiliasi tidak diketahui1
SantriwatiAfiliasi tidak diketahui1
HasanuddinAfiliasi tidak diketahui1
Rahmawati HSAfiliasi tidak diketahui1
Abdul Hamid HabbeAfiliasi tidak diketahui1
ArifuddinAfiliasi tidak diketahui1
SyarifuddinAfiliasi tidak diketahui1
AlimuddinAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad AsharyAfiliasi tidak diketahui1
Jamilah JamilahUniversitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim1
Laily AgustinaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, pertama di-harvest 3 Nov 2026, terakhir terlihat 3 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KONSERVASI MATA AIR DAN PENJERNIHAN AIR BERBAHAN FILTER ORGANIK DI DESA PANA, KECAMATAN ALLA, KABUPATEN ENREKANG: tidak ada</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Syahruddin, Muhammad Hamzah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amiruddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Halide, Halmar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sakka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasniati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Springs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">conservation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">bio pore</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">filter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">organic</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The springs included in the administrative area of ​​Pana Village are waibuktu, wailandan, waidollok, waiallak, and waipana. Pana Village is also crossed by two rivers, namely the Mata Allo River and the Salu Dollok River. The springs and rivers in Pana Village have not been managed in an integrated manner, so the people of Pana Village have difficulty getting water, especially during the dry season. Therefore, conserving springs in Pana Village is important to maintain the existence and sustainability of springs in the area. Conservation of the Pana Village spring needs to be done because the upstream water catchment area continues to develop as agricultural land and settlements, so it can potentially damage the spring catchment area. The conservation of springs in Pana Village is carried out by making rectangular cube biopore infiltration wells to increase water absorption into the soil. Active participation of the community in constructing rectangular cube biopore recharge wells so that water is always available during the dry season in terms of quality and quantity. In addition, through the community service program from the Department of Geophysics, UNHAS conducts outreach to the people of Pana Village so that the community's active participation preserves the environment and springs and river resources. Conservation of springs in Pana Village is carried out by introducing the community to conservation technologies that can be used. Conservation technology includes greening water catchment areas, making cubical biopore infiltration holes, and training in making water purification equipment made from organic filters. The training participants have understood the existence of groundwater and its conservation above 97%. They can conserve groundwater springs by making cubic biopore infiltration holes (LRBK) and can use water purification tools made from organic filters (PABFO).  ---    Mata air yang masuk dalam wilayah administrative Desa Pana adalah waibuktu, wailandan, waidollok, waiallak, dan waipana. Desa Pana juga dilewati dua sungai yaitu sungai mata allo dan sungai salu dollok. Mata air dan sungai di desa pana belum dikelola secara terintegrasi sehingga masyarakat Desa Pana kesulitan air terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu Konservasi mata air di Desa Pana adalah usaha yang penting dilakukan untuk mempertahankan keberadaan serta keberlanjutan mata air di daerah tersebut. Konservasi mata air Desa Pana perlu dilakukan karena daerah hulu resapan air terus berkembang sebagai lahan pertanian dan pemukiman sehingga berpotensi merusak daerah resapan mata air. Konservasi mata air di Desa Pana dilakukan dengan membuat sumur resapan biopori kubus persegi panjang untuk meningkatkan resapan air ke dalam tanah.  Partisipasi aktif masyarakat dalam membuat sumur respan biopori kubus persegi panjang agar senantiasa air tersedia pada musim kemarau baik dalam hal kualitas maupun kuntitasnya. Selain itu melalui program pengabdian kepada masyarakat dari Departemen geofisika UNHAS melakukan penyuluhan kepada masyarakat Desa Pana agar partisipasi aktif masyarakat melestarikan lingkungan hidup dan sumber daya mata air dan sungai. Konservasi mata air di Desa Pana dilakukan dengan memperkenalkan kepada masyarakat teknologi konservasi yang dapat digunakan. Teknologi konservasi meliputi mnghijaukan daerah tangkapan air, pembuatan lubang resapan biopori kubus dan pelatihan pembuatan alat penjernihan air berbahan filter organik. Peserta pelatihan telah memahami keberadaan air tanah dan konservasinya diatas 97% dan mampu melakukan konservasi mata air tanah dengan membuat lubang resapan biopori kubus (LRBK) dan mampu membuat alat penjernihan air berbahan filter organik (PABFO).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/23043</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v8i3.23043</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2024; 535-546</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v8i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/23043/11766</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v8i3.23043.g11766</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Muhammad Hamzah Syahruddin, Amiruddin, Halmar Halide, Sakka, Hasniati</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>