Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENERAPAN TEKNOLOGI TRANSPLANTASI DAN RESTORASI KARANG UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA BAHARI MASYARAKAT PULAU KARANRANG, KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 7 No. 2 (2023) · pp. 450–461

DOI
10.20956/pa.v7i2.23949
ISSN
2580-3786
Published
2023-08-12
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

The development of Integrated Coral Transplantation and Restoration Technology for Marine Tourism is a program aimed at increasing community creativity through the planned, high-quality replanting of coral reefs sustainably. The method involves dividing coral reefs into slices ready to be planted on ecological edges that form artificial coral reefs, which are then placed underwater to make them older than natural coral. This technology can be developed through community projects for sustainable cultivation and tourism. Its goal is to increase the quantity and quality of decorative coral reef resources and marine tourism and accelerate the recovery of damaged coral reef ecosystems caused by destructive fishing practices. By developing innovative ideas, products can be marketed to industries and communities. This technology is also a model for community empowerment for regional development --- Pengembangan teknologi Integrasi Transplantasi dan Restorasi Terumbu Karang untuk Wisata Bahari merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat melalui penanaman kembali terumbu karang yang terencana dan berkualitas tinggi, serta berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah dengan membagi terumbu karang menjadi irisan karang yang siap ditanam di atas tepian ekologis yang membentuk terumbu karang buatan, kemudian ditempatkan di bawah laut agar lebih tua dari yang alami. Teknologi ini dapat dikembangkan melalui proyek masyarakat untuk budidaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya terumbu karang hias dan wisata bahari serta mempercepat pemulihan ekosistem laut terumbu karang yang rusak akibat penangkapan ikan yang merusak. Dengan mengembangkan ide-ide inovatif, produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada industri dan masyarakat. Teknologi ini juga merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan daerah.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 134 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad Ahsin Rifa'iAffiliation unknown7
Sri Wahyuni RahimAffiliation unknown4
Joeharnani TresnatiAffiliation unknown3
CandraAffiliation unknown3
MuzdalifahAffiliation unknown3
Suwarni SuwarniAffiliation unknown2
Moh. Tauhid UmarAffiliation unknown2
Muzdalifah MuzdalifahAffiliation unknown2
Khusnul YaqinAffiliation unknown2
Sharifuddin Bin Andy OmarAffiliation unknown2
Arif Fuddin UsmanAffiliation unknown2
AsrianyAffiliation unknown2
Andi Ridwan MakkulawuAffiliation unknown2
Andi NovrianiAffiliation unknown1
Liestiaty FachruddinAffiliation unknown1
Dewi YanuaritaAffiliation unknown1
Joeharnani TresnatyAffiliation unknown1
Muh. Tauhid UmarAffiliation unknown1
Syamsu Alam AliAffiliation unknown1
Muhammad SyahdanAffiliation unknown1
Arwan ArwanAffiliation unknown1
Suharto SuhartoAffiliation unknown1
Dwi Fajriyati InakuAffiliation unknown1
Dewi Yanuarita SatariAffiliation unknown1
Ramdiana RamdianaAffiliation unknown1
Nani AnggrainiAffiliation unknown1
Sattar YunusAffiliation unknown1
Amiruddin -Affiliation unknown1
Samsu ArifAffiliation unknown1
Muhammad Hamzah SyahruddinAffiliation unknown1
Halmar HalideAffiliation unknown1
SakkaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENERAPAN TEKNOLOGI TRANSPLANTASI DAN RESTORASI KARANG UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA BAHARI MASYARAKAT PULAU KARANRANG, KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Paharuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kasmi, Mauli</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sulkifli</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Irawan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Makulawu, Andi Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kudsiah, Hadiratul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, Ni Wayan Purnama</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Siringoringo, Rikoh Managor</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Sustainable Cultivation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Restoration Technology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Integrated Coral Transplantation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en"> Community Empowerment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Marine Tourism</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The development of Integrated Coral Transplantation and Restoration Technology for Marine Tourism is a program aimed at increasing community creativity through the planned, high-quality replanting of coral reefs sustainably. The method involves dividing coral reefs into slices ready to be planted on ecological edges that form artificial coral reefs, which are then placed underwater to make them older than natural coral. This technology can be developed through community projects for sustainable cultivation and tourism. Its goal is to increase the quantity and quality of decorative coral reef resources and marine tourism and accelerate the recovery of damaged coral reef ecosystems caused by destructive fishing practices. By developing innovative ideas, products can be marketed to industries and communities. This technology is also a model for community empowerment for regional development  ---  Pengembangan teknologi Integrasi Transplantasi dan Restorasi Terumbu Karang untuk Wisata Bahari merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat melalui penanaman kembali terumbu karang yang terencana dan berkualitas tinggi, serta berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah dengan membagi terumbu karang menjadi irisan karang yang siap ditanam di atas tepian ekologis yang membentuk terumbu karang buatan, kemudian ditempatkan di bawah laut agar lebih tua dari yang alami. Teknologi ini dapat dikembangkan melalui proyek masyarakat untuk budidaya dan pariwisata yang berkelanjutan. Tujuannya adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya terumbu karang hias dan wisata bahari serta mempercepat pemulihan ekosistem laut terumbu karang yang rusak akibat penangkapan ikan yang merusak. Dengan mengembangkan ide-ide inovatif, produk-produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada industri dan masyarakat. Teknologi ini juga merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan daerah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2023-08-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/23949</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v7i2.23949</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023; 450-461</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v7i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/23949/10223</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v7i2.23949.g10223</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2023 Paharuddin, Mauli Kasmi, Sulkifli, Irawan, Andi Ridwan Makulawu, Hadiratul Kudsiah, Ni Wayan Purnama Sari, Rikoh Managor Siringoringo</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>