Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

PROGRAM PENGOLAHAN KREATIF SOSIS IKAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN HASIL LAUT DI DESA NIPA-NIPA, KABUPATEN BANTAENG

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 9 No. 2 (2025) · hlm. 396–407

DOI
10.20956/pa.v9i2.26839
ISSN
2580-3786
Terbit
2025-04-29
Penerbit
LP2M Universitas Hasanuddin
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstrak

In this era, changes in people's consumption patterns of fast food, such as sausages, have developed rapidly. Sausages are popular because of their savory taste, chewy texture, and unique shape. Generally, sausages are made from beef or chicken. Given the high price of beef, it is necessary to find alternative ingredients that are more economical, such as mackerel. This program was carried out for the community in Pajukukang District, Bantaeng Regency, by inviting approximately 15 participants from the Family Welfare Development (PKK) group in Nipa-Nipa Village, Bantaeng Regency. The community service activity included socialization on sausage-making and training on producing fish sausages as a processed food product made from mackerel. The participants also acted as panelists, filling out a questionnaire to conduct organoleptic tests on the sausages they had made. These tests aimed to evaluate the quality of the sausages and assess their potential for development into a home-based industry. Through this initiative, the participants' skills and knowledge in fish processing improved significantly. Based on the results of hedonic tests and sausage-making demonstrations, the housewives rated the fish sausages favorably, with an average sensory score of 7.5. Furthermore, the participants showed great enthusiasm for starting home-based businesses, creating other fish-based snacks as a solution for developing processed fish products in Bantaeng and its surrounding areas. --- Di era modern saat ini perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap asupan protein hewani seperti sosis Ikan adalah salah satu sumber protein hewani dari laut yang produksinya melimpah di daerah pesisir seperti wilayah kabupaten bantaeng. Salah satu upoaya untuk meningkatkan nilai jual dari hasil laut dengan mengoptimalakan pemanfaatan ikan melalui diversifikasi produk seperti dengan membuat nugget atau sosis. Sosis banyak digemari dikarenakan rasa yang gurih dengan keparaktisan dalam penyajiannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada IRT sekitar desa Pajukukang untuk mencari alternatif protein hewani sosis sapi/ayam dengan menggunakan bahan dari hasil laut yang me;impah di Desa Nipa-nipa seperti daging ikan tenggiri. Pengabdian ini dilakukan pada masyarakat sekitar Kec. Pajukukang Kab Bantaeng dengan mengundang sekitar sebanyak 15 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Nipa-Nipa Kab. Bantaeng. Pengabdian dilakukan melalui mini workshop dengan mengenalkan teknologi pengenalan ikan dan mengajarkan pembuatan sosis ikan. Peserta yang juga sekaligus panelis mengisi angket untuk melakukan uji organoleptik terhadap sosis yang telah dibuat untuk melihat seberapa berhasil sosis yang dibuat untuk berpotensi dikembangkan untuk menjadi industri rumah tangga. Melalui tindakan yang dilakukan ibu-ibu peserta telah bertambah keterampilan dan pengetahuaannya dalam bidang pengolahan ikan. Berdasarkan hasil uji hedonik dan demonstrasi pengolahan menjadi sosis ikan, ibu-ibu memberikan penilaian suka atau range nilai 7 dengan nilai sonsoris pada sosis ikan rata-rata 7,5. Selain itu ibu-ibu juga antusias untuk membuat usaha rumahan dengan membuat kudapan lain dari ikan sebagai solusi terhadap pengembangan pengolahan produk awetan dari ikan di daerah Bantaeng dan sekitarnya.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

10 penulis · 38 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Mega Fia LestariAfiliasi tidak diketahui2
Saadatul HusnaAfiliasi tidak diketahui1
yusriadi tamuddinAfiliasi tidak diketahui1
Hermin Hardyanti UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Rismul Trianto SalawaliAfiliasi tidak diketahui1
Sherly TowolioeAfiliasi tidak diketahui1
Andi Wahyu TrifanyAfiliasi tidak diketahui1
Nada Pertiwi PaprianiAfiliasi tidak diketahui1
Adinda IrwanaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, pertama di-harvest 3 Nov 2026, terakhir terlihat 3 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PROGRAM PENGOLAHAN KREATIF SOSIS IKAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN HASIL LAUT DI DESA NIPA-NIPA, KABUPATEN BANTAENG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Aras, Neny Rasnyanti M</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Sausage fish</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mackarel</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Organoleptic test</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">In this era, changes in people's consumption patterns of fast food, such as sausages, have developed rapidly. Sausages are popular because of their savory taste, chewy texture, and unique shape. Generally, sausages are made from beef or chicken. Given the high price of beef, it is necessary to find alternative ingredients that are more economical, such as mackerel. This program was carried out for the community in Pajukukang District, Bantaeng Regency, by inviting approximately 15 participants from the Family Welfare Development (PKK) group in Nipa-Nipa Village, Bantaeng Regency. The community service activity included socialization on sausage-making and training on producing fish sausages as a processed food product made from mackerel.
The participants also acted as panelists, filling out a questionnaire to conduct organoleptic tests on the sausages they had made. These tests aimed to evaluate the quality of the sausages and assess their potential for development into a home-based industry. Through this initiative, the participants' skills and knowledge in fish processing improved significantly. Based on the results of hedonic tests and sausage-making demonstrations, the housewives rated the fish sausages favorably, with an average sensory score of 7.5. Furthermore, the participants showed great enthusiasm for starting home-based businesses, creating other fish-based snacks as a solution for developing processed fish products in Bantaeng and its surrounding areas.   ---   Di era modern saat ini perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap asupan protein  hewani seperti sosis Ikan adalah salah satu sumber protein hewani dari laut  yang produksinya melimpah di daerah pesisir seperti wilayah kabupaten bantaeng. Salah satu upoaya untuk meningkatkan nilai jual dari hasil laut dengan mengoptimalakan pemanfaatan ikan melalui diversifikasi produk seperti dengan membuat nugget atau sosis. Sosis banyak digemari dikarenakan rasa yang gurih dengan keparaktisan dalam penyajiannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada IRT sekitar desa Pajukukang  untuk mencari alternatif protein hewani sosis sapi/ayam dengan menggunakan bahan  dari hasil laut yang me;impah di Desa Nipa-nipa seperti daging ikan tenggiri. Pengabdian ini dilakukan pada masyarakat sekitar Kec. Pajukukang Kab Bantaeng dengan mengundang sekitar sebanyak 15 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Nipa-Nipa Kab. Bantaeng. Pengabdian dilakukan melalui mini workshop dengan mengenalkan teknologi pengenalan ikan dan mengajarkan pembuatan sosis ikan. Peserta yang juga sekaligus panelis mengisi angket untuk melakukan uji organoleptik terhadap sosis yang telah dibuat untuk melihat seberapa berhasil sosis yang dibuat untuk berpotensi dikembangkan untuk menjadi industri rumah tangga. Melalui tindakan yang dilakukan ibu-ibu peserta telah bertambah keterampilan dan pengetahuaannya dalam bidang pengolahan ikan. Berdasarkan hasil uji hedonik dan demonstrasi pengolahan menjadi sosis ikan, ibu-ibu memberikan penilaian suka atau range nilai 7 dengan nilai sonsoris pada sosis ikan rata-rata 7,5. Selain itu ibu-ibu juga antusias untuk membuat usaha rumahan dengan membuat kudapan lain dari ikan sebagai solusi terhadap pengembangan pengolahan produk awetan dari ikan di daerah Bantaeng dan sekitarnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/26839</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v9i2.26839</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Panrita Abdi - April 2025; 396-407</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/26839/12703</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Neny Rasnyanti M Aras</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>