Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KELURAHAN BORONG KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 8 No. 2 (2024) · pp. 323–332

DOI
10.20956/pa.v8i2.29531
ISSN
2580-3786
Published
2024-04-29
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

The aquaculture sector has now made a real contribution to food security both in terms of increasing production, and consumption of animal protein, providing employment opportunities, increasing income, and regional development. Tanralili District has an area of ​​around 89.45 km and a population of 31,488 people, which is quite promising for developing the freshwater fisheries sector because it has water sources. Borong Village has an area of ​​4.49 km² and a population of 1,704 people with a population density of 379.51 people/km² in 2017. Borong Village, Tanralili District, Maros Regency is one of the areas that has the potential for freshwater fisheries, especially fish cultivation. freshwater. From the results of the visit to the fish cultivator group in the Borong sub-district, the service team formulated and set the objectives of this activity, namely increasing the knowledge and skills of partners in managing and developing freshwater fish cultivation businesses, increasing knowledge and skills in the business of making fish feed and knowing the procedures making accountable business reports. This community service method uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method which focuses on community activity and involvement as the main subject accompanied by a team. This method is carried out through counseling and training for partners to increase partners' knowledge and skills in managing tilapia cultivation businesses. The success of the community service program can be seen from the results of the pre-test and post-test from the knowledge and skills aspects based on the activities that have been carried out and increased by 75%, so this program can be said to be running as expected. --- Sektor perikanan budidaya kini telah memberikan kontribusi nyata dalam ketahanan pangan baik dari segi peningkatan produksi, konsumsi protein hewani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengembangan wilayah. Kecamatan Tanralili memiliki luas wilayah sekitar 89,45 Km dan jumlah penduduk sebanyak 31.488 jiwa, cukup menjanjikan untuk pengembangan sektor perikanan air tawar karena memiliki sumber air. Kelurahan Borong memiliki luas wilayah 4,49 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.704 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 379,51 jiwa/km² pada tahun 2017. Kelurahan Borong Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros salah satu wilayah yang memilki potensi perikanan air tawar terutama budidaya ikan-ikan air tawar. Dari hasil kunjungan terhadap kelompok pembudidaya ikan di kelurahan Borong, maka tim pengabdi merumuskan dan menetapkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola dan mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar, meningkatkan pengetahuan keterampilan dan keterampilan usaha pembuatan pakan ikan serta mengetahui tata cara pembuatan laporan usaha yang akuntabel. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang berfokus pada keaktifan dan keterlibatan masyarakat sebagai subjek utama didampingi oleh tim. Metode ini dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan kepada mitra untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola usaha budidaya ikan nila. Keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat tampak dari hasil pre-test maupun post-test dari aspek pengetahuan dan keterampilan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dan meningkat sebesar 75%, sehingga dengan demikian program ini dapat dikatakan berjalan sesuai harapan.

Keywords

Collaboration network of the authors

17 authors · 61 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
. YusrianaAffiliation unknown1
Yadi MulyadiAffiliation unknown1
Khadijah Thahir MudaAffiliation unknown1
Andi Muhammad SaifulAffiliation unknown1
Nur Ihsan DAffiliation unknown1
Erwin Mansyur Uga SarakaAffiliation unknown1
AyuningsihAffiliation unknown1
Balqis Az ZahrahAffiliation unknown1
Raihan MahadwikaAffiliation unknown1
Halus SatriawanAffiliation unknown1
Ernawita ErnawitaAffiliation unknown1
Cut Ayu LizarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KELURAHAN BORONG KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS  SULAWESI SELATAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Tang, Beddu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Darmawati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nur, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Jayadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Harlina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Fish farming</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tarpaulin ponds</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">raceway technology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tilapia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The aquaculture sector has now made a real contribution to food security both in terms of increasing production, and consumption of animal protein, providing employment opportunities, increasing income, and regional development. Tanralili District has an area of ​​around 89.45 km and a population of 31,488 people, which is quite promising for developing the freshwater fisheries sector because it has water sources. Borong Village has an area of ​​4.49 km² and a population of 1,704 people with a population density of 379.51 people/km² in 2017. Borong Village, Tanralili District, Maros Regency is one of the areas that has the potential for freshwater fisheries, especially fish cultivation. freshwater. From the results of the visit to the fish cultivator group in the Borong sub-district, the service team formulated and set the objectives of this activity, namely increasing the knowledge and skills of partners in managing and developing freshwater fish cultivation businesses, increasing knowledge and skills in the business of making fish feed and knowing the procedures making accountable business reports. This community service method uses the Participatory Rural Appraisal (PRA) method which focuses on community activity and involvement as the main subject accompanied by a team. This method is carried out through counseling and training for partners to increase partners' knowledge and skills in managing tilapia cultivation businesses. The success of the community service program can be seen from the results of the pre-test and post-test from the knowledge and skills aspects based on the activities that have been carried out and increased by 75%, so this program can be said to be running as expected.  ---  Sektor perikanan budidaya kini telah memberikan kontribusi nyata dalam ketahanan pangan baik dari segi peningkatan produksi, konsumsi protein hewani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan  pengembangan wilayah. Kecamatan Tanralili memiliki luas wilayah sekitar 89,45 Km dan jumlah penduduk sebanyak 31.488 jiwa, cukup menjanjikan untuk pengembangan sektor perikanan air tawar karena memiliki sumber air. Kelurahan Borong memiliki luas wilayah 4,49 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.704 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 379,51 jiwa/km² pada tahun 2017. Kelurahan Borong Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros salah satu wilayah yang memilki potensi perikanan air tawar terutama budidaya ikan-ikan air tawar. Dari hasil kunjungan terhadap kelompok pembudidaya ikan di kelurahan Borong, maka tim pengabdi merumuskan dan menetapkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola dan mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar, meningkatkan pengetahuan keterampilan dan keterampilan usaha pembuatan pakan ikan serta mengetahui tata cara pembuatan laporan usaha yang akuntabel. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang berfokus pada keaktifan dan keterlibatan masyarakat sebagai subjek utama didampingi oleh tim. Metode ini dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan kepada mitra untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola usaha budidaya ikan nila. Keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat tampak dari hasil pre-test maupun post-test dari aspek pengetahuan dan keterampilan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dan meningkat sebesar 75%, sehingga dengan demikian program ini dapat dikatakan berjalan sesuai harapan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/29531</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v8i2.29531</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024; 323-332</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v8i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/29531/11431</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v8i2.29531.g11431</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Beddu Tang, Darmawati, Muhammad Nur, Jayadi, Harlina</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>