Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PELAKSANAAN REHABILITASI TERUMBU KARANG SECARA PARTISIPATIF DI KAMPUNG SAUWANDAREK DISTRIK MEOS MANSAR KABUPATEN RAJA AMPAT

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 9 No. 2 (2025) · pp. 282–295

DOI
10.20956/pa.v9i2.35238
ISSN
2580-3786
Published
2025-04-29
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Coral reefs that have been damaged need to be restored using rehabilitation methods, considering their crucial functions and benefits for both nature and humans. One effective method of coral rehabilitation is coral transplantation. The objective of this community service activity is to restore and preserve the coral reef ecosystem in Sauwandarek Village through coral transplantation using spider web media, while also raising community awareness by actively involving them in coral reef restoration efforts. The activity began with a survey of the transplantation site in Sauwandarek Village, followed by the construction of spider-shaped iron frames to serve as transplant media. Subsequently, the village community and local officials were introduced to the transplantation process, including its functions and benefits. Acropora sp. coral fragments were then collected, tied, and placed at the designated site. A total of 90 spider frames were constructed, each holding 17 coral fragments. These spider frames were placed in waters with damaged coral reefs at a depth of 4–7 meters, where the substrate primarily consisted of sand and coral rubble. As a result of this initiative, local communities, tourists, and security forces actively participated in attaching coral fragments to the transplant media. Additionally, the community and tourists collaborated in maintaining the transplants, benefiting both the local population and the ecosystem. Stakeholders were also engaged in policy-making to support ecosystem conservation for the collective well-being, particularly in Sauwandarek Village, Meos Mansar District, Raja Ampat Regency, Southwest Papua Province. --- Terumbu karang yang mengalami kerusakan perlu untuk dipulihkan kembali dengan metode rehabilitasi mengingat fungsi dan manfaatnya yang sangat penting untuk alam dan manusia, salah satu metode rehabilitasi karang yang dapat diterapkan yaitu dengan melakukan transplantasi karang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk pemulihan dan pelestarian ekosistem terumbu karang di Kampung Sauwandarek melalui kegiatan transplantasi karang menggunakan menggunakan media jaring laba-laba (web spyder) serta meningkatkan kepedulian masyarakat dengan pelibatan secara aktif dalam kegiatan pemulihan terumbu karang. Kegiatan ini diawali dengan survei lokasi transplantasi di Kampung Sauwandarek kemudian dilakukan proses pembuatan rangka besi berbentuk spyder sebagai media transplantasi. Setelah itu, disosialisasikan kepada masyarakat kampung dan aparat kampung tentang kegiatan transplantasi, fungsi dan manfaat kegiatan, kemudian dilakukan pengambilan bibit dari jenis Acropora sp, pengikatan dan peletakkan di lokasi yang telah ditentukan. Rangka spyder dibuat sebanyak 90 buah yang diikat sebanyak 17 fragmen dalam 1 media. Media web spyder tersebut diletakkan pada perairan yang terumbu karangnya mengalami kerusakan di kedalaman 4-7 meter dengan substrat yang didominasi oleh pasir dan patahan karang (rubble). Hasil dari kegiatan ini yaitu masyaraka lokal, wisatawan dan aparat keamanan melakukan kegiatan pengikatan fragmen ke media transplantasi. Selain itu, masyarakat dan wisatawan bersama-sama menjaga transplantasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun ekosistem serta pelibatan pemangku kepentingan dalam pembuatan kebijakan dalam menjaga ekosistem untuk kepentingan bersama terutama di Kampung Sauwandarek Distrik Meos Mansar Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya.

Keywords

Collaboration network of the authors

23 authors · 65 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad DailamiAffiliation unknown2
Tutik HandayaniAffiliation unknown2
Lalu Panji Imam AgamawanAffiliation unknown1
Dandi SalekyAffiliation unknown1
Yohanes AibesaAffiliation unknown1
Mudjirahayu MudjirahayuAffiliation unknown1
Emmanuel ManangkulangiAffiliation unknown1
Fanny F. C. SimatauwAffiliation unknown1
Fitriyah I.E SalehAffiliation unknown1
Tasya M.R. SihabudinAffiliation unknown1
Vera SabariahAffiliation unknown1
Yuli E. DemanaAffiliation unknown1
Corazon E.M.P. MayorAffiliation unknown1
Alberth W. RenyaanAffiliation unknown1
Tri Aji PrasetyoAffiliation unknown1
Emmanuel ManangkalangiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PELAKSANAAN REHABILITASI TERUMBU KARANG SECARA PARTISIPATIF DI  KAMPUNG SAUWANDAREK DISTRIK MEOS MANSAR KABUPATEN RAJA AMPAT</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Parenden, Dedi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Toha, Abdul Hamid A.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tampubolon, Novelina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tulung, Jesihando Rafael</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Arifin, Djanuar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aisy, Zulfa Rohadatul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tuhumena, Jeremias Rumala</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Coral Reef</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Transplantation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Web Spyder</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Sauwandarek Village</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Raja Ampat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Coral reefs that have been damaged need to be restored using rehabilitation methods, considering their crucial functions and benefits for both nature and humans. One effective method of coral rehabilitation is coral transplantation. The objective of this community service activity is to restore and preserve the coral reef ecosystem in Sauwandarek Village through coral transplantation using spider web media, while also raising community awareness by actively involving them in coral reef restoration efforts. The activity began with a survey of the transplantation site in Sauwandarek Village, followed by the construction of spider-shaped iron frames to serve as transplant media. Subsequently, the village community and local officials were introduced to the transplantation process, including its functions and benefits. Acropora sp. coral fragments were then collected, tied, and placed at the designated site. A total of 90 spider frames were constructed, each holding 17 coral fragments. These spider frames were placed in waters with damaged coral reefs at a depth of 4–7 meters, where the substrate primarily consisted of sand and coral rubble. As a result of this initiative, local communities, tourists, and security forces actively participated in attaching coral fragments to the transplant media. Additionally, the community and tourists collaborated in maintaining the transplants, benefiting both the local population and the ecosystem. Stakeholders were also engaged in policy-making to support ecosystem conservation for the collective well-being, particularly in Sauwandarek Village, Meos Mansar District, Raja Ampat Regency, Southwest Papua Province.   ---   Terumbu karang yang mengalami kerusakan perlu untuk dipulihkan kembali dengan metode rehabilitasi mengingat fungsi dan manfaatnya yang sangat penting untuk alam dan manusia, salah satu metode rehabilitasi karang yang dapat diterapkan yaitu dengan melakukan transplantasi karang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk pemulihan dan pelestarian ekosistem terumbu karang di Kampung Sauwandarek melalui kegiatan transplantasi karang menggunakan menggunakan media jaring laba-laba (web spyder) serta meningkatkan kepedulian masyarakat dengan pelibatan secara aktif dalam kegiatan pemulihan terumbu karang. Kegiatan ini diawali dengan survei lokasi transplantasi di Kampung Sauwandarek kemudian dilakukan proses pembuatan rangka besi berbentuk spyder sebagai media transplantasi.  Setelah itu, disosialisasikan kepada masyarakat kampung dan aparat kampung tentang kegiatan transplantasi, fungsi dan manfaat kegiatan, kemudian dilakukan pengambilan bibit dari jenis Acropora sp, pengikatan dan peletakkan di lokasi yang telah ditentukan. Rangka spyder dibuat sebanyak 90 buah yang diikat sebanyak 17 fragmen dalam 1 media. Media web spyder tersebut diletakkan pada perairan yang terumbu karangnya mengalami kerusakan di kedalaman 4-7 meter dengan substrat yang didominasi oleh pasir dan patahan karang (rubble).  Hasil dari kegiatan ini yaitu masyaraka lokal, wisatawan dan aparat keamanan melakukan kegiatan pengikatan fragmen ke media transplantasi.  Selain itu, masyarakat dan wisatawan bersama-sama menjaga transplantasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun ekosistem serta pelibatan pemangku kepentingan dalam pembuatan kebijakan dalam menjaga ekosistem untuk kepentingan bersama terutama di Kampung Sauwandarek Distrik Meos Mansar Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/35238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v9i2.35238</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Panrita Abdi - April 2025; 282-295</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v9i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/35238/12637</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Dedi Parenden, Abdul Hamid A. Toha, Novelina Tampubolon, Jesihando Rafael Tulung, Djanuar Arifin, Zulfa Rohadatul Aisy, Jeremias Rumala Tuhumena</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>