Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

OPTIMASI PENGGUNAAN GAWAI DAN PENINGKATAN KESTABILAN EMOSI ANAK PENDERITA KANKER MELALUI BIBLIOTERAPI DI YAYASAN KASIH ANAK KANKER INDONESIA CABANG MAKASSAR

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 10 No. 1 (2026) · pp. 199–210

DOI
10.20956/pa.v10i1.36093
ISSN
2580-3786
Published
2026-01-27
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Childhood cancer significantly impacts emotional and social well-being, as observed at the Makassar branch of the Indonesian Childhood Cancer Foundation (YKAKI). This issue is often addressed by providing gadgets to soothe children during treatment. However, this can lead to gadget dependency, particularly uncontrolled usage and access to age-inappropriate content. Recognizing this urgency, the "Magic Story" community service program implemented bibliotherapy, a psychological therapy method utilizing reading materials, as an innovative solution. The program aimed to optimize gadget use and enhance emotional stability among child cancer patients at YKAKI Makassar. Conducted over four months, the program involved 12 children aged 6–14 years. Activities included bibliotherapy sessions integrated with educational games through art therapy, the development of a guidebook, counseling for parents, and the formation of The Story Healers team for program sustainability. Evaluation results showed a significant decrease in tantrum frequency and gadget usage duration, as well as a shift in children's interest towards more educational content. There was a drastic reduction from 66.7% of children using gadgets for more than 2 hours daily to 75% being able to reduce their usage to less than one hour. Furthermore, anxiety and frustration when not using gadgets decreased from 75% to 91.7%. This program successfully provided comprehensive therapeutic benefits, accompanied the children's treatment journey, and actively involved parents and foundation administrators in supporting the children's emotional well-being. --- Kanker pada anak memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional dan sosial, seperti yang terjadi di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) cabang Makassar. Permasalahan tersebut sering kali diatasi dengan pemberian gawai untuk menenangkan anak-anak selama proses pengobatan. Namun, hal ini memicu masalah ketergantungan pada gawai, terutama penggunaan gawai menjadi tidak terkontrol dan akses terhadap konten yang tidak sesuai usia. Mengidentifikasi urgensi ini, program pengabdian "Magic Story" mengimplementasikan biblioterapi, sebuah metode terapi psikologis yang memanfaatkan bahan bacaan, sebagai solusi inovatif. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan gawai dan meningkatkan kestabilan emosi anak-anak penderita kanker di YKAKI cabang Makassar. Pelaksanaan program berlangsung selama empat bulan dan melibatkan 12 anak berusia 6–14 tahun. Rangkaian kegiatan meliputi sesi biblioterapi yang diintegrasikan dengan permainan edukatif melalui art therapy, penyusunan buku pedoman, penyuluhan bagi orang tua, serta pembentukan tim The Story Healers untuk keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi tantrum dan durasi penggunaan gawai secara signifikan, serta pergeseran minat anak pada konten yang lebih edukatif. Terjadi penurunan drastis dari 66,7% anak yang menggunakan gawai lebih dari 2 jam sehari menjadi 75% anak yang mampu mengurangi penggunaan gawai hingga kurang dari satu jam. Selain itu, kegelisahan dan frustrasi saat tidak menggunakan gawai menurun dari 75% menjadi 91,7%. Program ini berhasil memberikan manfaat terapeutik yang komprehensif, menemani perjalanan pengobatan anak-anak, serta melibatkan aktif orang tua dan pengurus yayasan dalam mendukung kesejahteraan emosional anak.

Keywords

Collaboration network of the authors

39 authors · 136 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Sultan Ageng Tirtayasa University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Raupong RaupongAffiliation unknown4
Andi Kresna JayaAffiliation unknown4
Anisa KalondengAffiliation unknown2
Anna IslamiyatiAffiliation unknown2
Muhammad FadilAffiliation unknown2
Siswanto SiswantoAffiliation unknown2
Irdam RianiUniversitas Halu Oleo1
La Onu La OlaAffiliation unknown1
Anisa AnisaSultan Ageng Tirtayasa University1
Bunga ApriliaAffiliation unknown1
Andi Sitti Fahmi Riyanti HufainiAffiliation unknown1
Vieri KoerniawanAffiliation unknown1
Grace Oktavia YusufAffiliation unknown1
Georgina Maria TinungkiAffiliation unknown1
Novilia JaoAffiliation unknown1
Erna Tri HerdianiAffiliation unknown1
Riska RasyidAffiliation unknown1
Nurul IkhsaniAffiliation unknown1
Zulfanita Dien RAffiliation unknown1
Ika Pratiwi HayaAffiliation unknown1
Asnidar AsnidarAffiliation unknown1
Wa Ode Sitti Amni AmniAffiliation unknown1
Kevin Ekarinaldo PalunganAffiliation unknown1
Sitti SahrimanAffiliation unknown1
A.Muthiah Nur AngrianyAffiliation unknown1
Rini JamalAffiliation unknown1
Andi M Alfin BasoAffiliation unknown1
Andi FebriyantiAffiliation unknown1
Rahmiati RahimAffiliation unknown1
Haksar HaksarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">OPTIMASI PENGGUNAAN GAWAI DAN PENINGKATAN KESTABILAN EMOSI ANAK PENDERITA KANKER MELALUI BIBLIOTERAPI DI YAYASAN KASIH ANAK KANKER INDONESIA CABANG MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ayu Pratika Putri</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Taufiq, Annurial Fitrayah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syarif, Ahmad Maulana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurmimie Kharina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Andi Isna Yunita</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ania, Samsir Aditya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ilyas, Nirwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nurtiti Sunusi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Childhood cancer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">gadgets</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">emotional stability</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">bibliotherapy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Childhood cancer significantly impacts emotional and social well-being, as observed at the Makassar branch of the Indonesian Childhood Cancer Foundation (YKAKI). This issue is often addressed by providing gadgets to soothe children during treatment. However, this can lead to gadget dependency, particularly uncontrolled usage and access to age-inappropriate content. Recognizing this urgency, the "Magic Story" community service program implemented bibliotherapy, a psychological therapy method utilizing reading materials, as an innovative solution. The program aimed to optimize gadget use and enhance emotional stability among child cancer patients at YKAKI Makassar. Conducted over four months, the program involved 12 children aged 6–14 years. Activities included bibliotherapy sessions integrated with educational games through art therapy, the development of a guidebook, counseling for parents, and the formation of The Story Healers team for program sustainability. Evaluation results showed a significant decrease in tantrum frequency and gadget usage duration, as well as a shift in children's interest towards more educational content. There was a drastic reduction from 66.7% of children using gadgets for more than 2 hours daily to 75% being able to reduce their usage to less than one hour. Furthermore, anxiety and frustration when not using gadgets decreased from 75% to 91.7%. This program successfully provided comprehensive therapeutic benefits, accompanied the children's treatment journey, and actively involved parents and foundation administrators in supporting the children's emotional well-being.   ---   Kanker pada anak memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional dan sosial, seperti yang terjadi di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) cabang Makassar. Permasalahan tersebut sering kali diatasi dengan pemberian gawai untuk menenangkan anak-anak selama proses pengobatan. Namun, hal ini memicu masalah ketergantungan pada gawai, terutama penggunaan gawai menjadi tidak terkontrol dan akses terhadap konten yang tidak sesuai usia. Mengidentifikasi urgensi ini, program pengabdian "Magic Story" mengimplementasikan biblioterapi, sebuah metode terapi psikologis yang memanfaatkan bahan bacaan, sebagai solusi inovatif. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan gawai dan meningkatkan kestabilan emosi anak-anak penderita kanker di YKAKI cabang Makassar. Pelaksanaan program berlangsung selama empat bulan dan melibatkan 12 anak berusia 6–14 tahun. Rangkaian kegiatan meliputi sesi biblioterapi yang diintegrasikan dengan permainan edukatif melalui art therapy, penyusunan buku pedoman, penyuluhan bagi orang tua, serta pembentukan tim The Story Healers untuk keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi tantrum dan durasi penggunaan gawai secara signifikan, serta pergeseran minat anak pada konten yang lebih edukatif. Terjadi penurunan drastis dari 66,7% anak yang menggunakan gawai lebih dari 2 jam sehari menjadi 75% anak yang mampu mengurangi penggunaan gawai hingga kurang dari satu jam. Selain itu, kegelisahan dan frustrasi saat tidak menggunakan gawai menurun dari 75% menjadi 91,7%. Program ini berhasil memberikan manfaat terapeutik yang komprehensif, menemani perjalanan pengobatan anak-anak, serta melibatkan aktif orang tua dan pengurus yayasan dalam mendukung kesejahteraan emosional anak.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2026-01-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/36093</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v10i1.36093</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2026; 199-210</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v10i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/36093/14086</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Ayu Pratika Putri, Annurial Fitrayah Taufiq, Ahmad Maulana Syarif, Nurmimie Kharina, Siswanto, Andi Isna Yunita, Samsir Aditya Ania, Nirwan Ilyas, Nurtiti Sunusi</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>