Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

PEMBERDAYAAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK BERBASIS ECO-ENZYME DI DESA JAMBEKUMBU LUMAJANG

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 9 No. 1 (2025) · hlm. 1–14

DOI
10.20956/pa.v9i1.36373
ISSN
2580-3786
Terbit
2025-01-30
Penerbit
LP2M Universitas Hasanuddin
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstrak

Waste production has increased, particularly organic waste. Jambekumbu Village, Lumajang, hosts various types of MSME (Micro, Small, and Medium-sized Enterprises) actors, who are among the contributors to organic waste. If left unmanaged, it can harm the environment. Moreover, the number of MSME actors in Jambekumbu Village continues to grow each year. Therefore, proper intervention in waste management is crucial. Eco-enzymes are proposed as a solution to address this issue. Eco-enzymes are versatile fermentation liquids made from fruit or other organic waste residues mixed with drops of garlic and water. The method employed includes socialization and demonstrations of eco-enzyme production, aiming to empower citizens to process organic waste, reduce waste, and produce a liquid rich in benefits. The target audience includes farmer groups (POKTAN) and MSME actors in Jambekumbu Village. Evaluation methods involve pre-tests and post-tests to assess participants' knowledge and practical skills. The results of these activities indicate an improvement in participants' knowledge and competence regarding eco-enzyme production. The outputs of this initiative are a simple module on eco-enzyme production and the election of the Chairman of the Waste Exploitation and Seed Care Group to serve as a community organizer. --- Produksi sampah kian meningkat khususnya pada limbah organik. Desa Jambekumbu, Lumajang terdapat berbagai macam pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang mana sebagai salah satu penyumbang limbah organik. Hal tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan jika terus dibiarkan. Terlebih lagi, peningkatan jumlah pelaku UMKM Desa Jambekumbu terus terjadi di setiap tahunnya. Maka dari itu, pentingnya intervensi yang tepat dalam pengelolaan limbah. Eco-enzyme dipilih sebagai solusi dari problematika yang terjadi. Eco-enzyme merupakan cairan fermentasi serbaguna yang terbuat dari sisa buah atau sampah organik lainnya yang dicampur dengan tetes tebu dan air. Pemilihan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggunakan metode Participatory Action Research yang dipilih berdasarkan pada situasi yang terjadi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan demonstrasi pembuatan eco-enzyme, yang bertujuan untuk memberdayakan warga dalam mengolah limbah organik agar dapat mengurangi limbah dan menjadikannya cairan yang kaya akan manfaat. Khalayak sasaran ialah kelompok tani (POKTAN) dan pelaku UMKM Desa Jambekumbu. Metode evaluasi yang diterapkan melalui pre-test dan post-test pada aspek pengetahuan dan praktik pada aspek keterampilan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kecakapan peserta dalam demonstrasi pembuatan eco-enzyme. Luaran kegiatan ini adalah modul sederhana mengenai eco-enzyme dan pemilihan Ketua Kelompok Pemanfaatan Limbah dan Perawatan Bibit sebagai community organizer.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

11 penulis · 55 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, pertama di-harvest 3 Nov 2026, terakhir terlihat 3 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMBERDAYAAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK BERBASIS ECO-ENZYME DI DESA JAMBEKUMBU LUMAJANG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ariyanti, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saputri, Nailul Uulaa Mutya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Uraidli, Khamdan Ali</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Laksamana, Andriawan Bayu</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mahuluddin, Lanang Dwiki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Maharani, Galuh Somya </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Setiawan, Bima Eka</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Agnesa, Lutfiatul Ulfa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Lasaiva, Bintaresi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Muhammad, Ayatulloh Noor</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kamil, Ahmad Zaidanil</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Eco-enzyme</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">utilization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">organic waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">fermentation fluid</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Waste production has increased, particularly organic waste. Jambekumbu Village, Lumajang, hosts various types of MSME (Micro, Small, and Medium-sized Enterprises) actors, who are among the contributors to organic waste. If left unmanaged, it can harm the environment. Moreover, the number of MSME actors in Jambekumbu Village continues to grow each year. Therefore, proper intervention in waste management is crucial. Eco-enzymes are proposed as a solution to address this issue. Eco-enzymes are versatile fermentation liquids made from fruit or other organic waste residues mixed with drops of garlic and water. The method employed includes socialization and demonstrations of eco-enzyme production, aiming to empower citizens to process organic waste, reduce waste, and produce a liquid rich in benefits. The target audience includes farmer groups (POKTAN) and MSME actors in Jambekumbu Village. Evaluation methods involve pre-tests and post-tests to assess participants' knowledge and practical skills. The results of these activities indicate an improvement in participants' knowledge and competence regarding eco-enzyme production. The outputs of this initiative are a simple module on eco-enzyme production and the election of the Chairman of the Waste Exploitation and Seed Care Group to serve as a community organizer.  ---  Produksi sampah kian meningkat khususnya pada limbah organik. Desa Jambekumbu, Lumajang terdapat berbagai macam pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang mana sebagai salah satu penyumbang limbah organik. Hal tersebut dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan jika terus dibiarkan. Terlebih lagi, peningkatan jumlah pelaku UMKM Desa Jambekumbu terus terjadi di setiap tahunnya. Maka dari itu, pentingnya intervensi yang tepat dalam pengelolaan limbah. Eco-enzyme dipilih sebagai solusi dari problematika yang terjadi. Eco-enzyme merupakan cairan fermentasi serbaguna yang terbuat dari sisa buah atau sampah organik lainnya yang dicampur dengan tetes tebu dan air. Pemilihan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggunakan metode Participatory Action Research yang dipilih berdasarkan pada situasi yang terjadi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan demonstrasi pembuatan eco-enzyme, yang bertujuan untuk memberdayakan warga dalam mengolah limbah organik agar dapat mengurangi limbah dan menjadikannya cairan yang kaya akan manfaat. Khalayak sasaran ialah kelompok tani (POKTAN) dan pelaku UMKM Desa Jambekumbu. Metode evaluasi yang diterapkan melalui pre-test dan post-test pada aspek pengetahuan dan praktik pada aspek keterampilan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kecakapan peserta dalam demonstrasi pembuatan eco-enzyme. Luaran kegiatan ini adalah modul sederhana mengenai eco-enzyme dan pemilihan Ketua Kelompok Pemanfaatan Limbah dan Perawatan Bibit sebagai community organizer.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/36373</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v9i1.36373</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2025; 1-14</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/36373/12286</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v9i1.36373.g12286</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 Dwi Ariyanti, Nailul Uulaa Mutya Saputri, Khamdan Ali Uraidli, Andriawan Bayu Laksamana, Lanang Dwiki Mahuluddin, Galuh Somya  Maharani, Bima Eka Setiawan, Lutfiatul Ulfa Agnesa, Bintaresi Lasaiva, Ayatulloh Noor Muhammad, Ahmad Zaidanil Kamil</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>