Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PEMBERDAYAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN LITERASI DAN NUMERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 9 No. 3 (2025) · pp. 580–591

DOI
10.20956/pa.v9i3.36834
ISSN
2580-3786
Published
2025-07-30
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Literacy and numeracy are two essential and inseparable components of daily life. This community service initiative aimed to provide training to raise community awareness of the importance of literacy and numeracy, specifically through the lens of local culture, in this case Mandar culture. The program was carried out in collaboration with the Community Learning Center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) Lestari in Majene Regency. Although the PKBM has been established for some time, public interest in literacy and numeracy remained relatively low. Through this training, the program aimed to enhance community awareness about the value of education, encourage more active reading habits, and improve both literacy and numeracy skills. The activity was successfully implemented, as evidenced by field observations showing high levels of participant enthusiasm, active engagement with the speakers, and willingness to share opinions. The questionnaire results further supported the program’s effectiveness: 96.16% of participants acknowledged the importance of literacy and numeracy in daily life; 65.38% recognized the relevance of connecting literacy and numeracy to local culture; 69.23% expressed interest in attending future literacy and numeracy training based on local culture; and 84.61% rated the overall usefulness of the activity positively. It is hoped that participants will apply the literacy and numeracy skills acquired through this program in their daily lives, particularly in ways that reflect and preserve Mandar cultural values. --- Literasi dan numerasi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pentingnya literasi dan numerasi berbasis budaya lokal, dalam hal ini budaya Mandar. Pengabdian ini bermitra dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lestari di Kabupaten Majene. PKBM ini sudah berdiri lama, namun minat masyarakat terhadap literasi dan numerasi masih rendah. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar PKBM Lestari akan pentingnya pendidikan; memotivasi mereka untuk lebih giat membaca; dan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik dan sukses. Hal itu dapat dilihat dari hasil observasi dilapangan para peserta begitu antusias mengikuti pelatihan, merespons narasumber dan memberikan pendapat. Selain itu, hasil angket pendapat peserta terkait pentingnya literasi dan numerasi dalam kehidupan sehari-hari mencapai 96,16%, pentingnya mengaitkan literasi dan numerasi dengan budaya lokal mencapai 65,38%, pendapat peserta mengenai minat peserta untuk mengikuti pelatihan literasi dan numerasi berbasis budaya lokal pada kesempatan lain mendapatkan respon positif yakni sebanyak 69,23%, dan aspek kebermanfaatan kegiatan mendapatkan nilai 84,61%. Diharapkan dari kegiatan ini, peserta dapat menerapkan materi literasi dan numerasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya hal-hal yang berkaitan dengan budaya Mandar.

Keywords

Collaboration network of the authors

8 authors · 12 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Andi Mega Januarti PutriAffiliation unknown1
Ainun ApriawanAffiliation unknown1
Husnul Khatimah NurAffiliation unknown1
AsdarAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PEMBERDAYAAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN LITERASI DAN NUMERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rafiqa, Rafiqa</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Murtafiah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Paris, Nirma</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hustiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Literacy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Numeracy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Local culture</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mandar culture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Literacy and numeracy are two essential and inseparable components of daily life. This community service initiative aimed to provide training to raise community awareness of the importance of literacy and numeracy, specifically through the lens of local culture, in this case Mandar culture. The program was carried out in collaboration with the Community Learning Center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) Lestari in Majene Regency. Although the PKBM has been established for some time, public interest in literacy and numeracy remained relatively low. Through this training, the program aimed to enhance community awareness about the value of education, encourage more active reading habits, and improve both literacy and numeracy skills. The activity was successfully implemented, as evidenced by field observations showing high levels of participant enthusiasm, active engagement with the speakers, and willingness to share opinions. The questionnaire results further supported the program’s effectiveness: 96.16% of participants acknowledged the importance of literacy and numeracy in daily life; 65.38% recognized the relevance of connecting literacy and numeracy to local culture; 69.23% expressed interest in attending future literacy and numeracy training based on local culture; and 84.61% rated the overall usefulness of the activity positively. It is hoped that participants will apply the literacy and numeracy skills acquired through this program in their daily lives, particularly in ways that reflect and preserve Mandar cultural values.   ---   Literasi dan numerasi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pentingnya literasi dan numerasi berbasis budaya lokal, dalam hal ini budaya Mandar. Pengabdian ini bermitra dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lestari di Kabupaten Majene. PKBM ini sudah berdiri lama, namun minat masyarakat terhadap literasi dan numerasi masih rendah. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar PKBM Lestari akan pentingnya pendidikan; memotivasi mereka untuk lebih giat membaca; dan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik dan sukses. Hal itu dapat dilihat dari hasil observasi dilapangan para peserta begitu antusias mengikuti pelatihan, merespons narasumber dan memberikan pendapat. Selain itu,  hasil angket pendapat peserta terkait pentingnya literasi dan numerasi dalam kehidupan sehari-hari mencapai 96,16%, pentingnya mengaitkan literasi dan numerasi dengan budaya lokal mencapai 65,38%, pendapat peserta mengenai minat peserta untuk mengikuti pelatihan literasi dan numerasi berbasis budaya lokal pada kesempatan lain mendapatkan respon positif yakni sebanyak 69,23%, dan aspek kebermanfaatan kegiatan mendapatkan nilai 84,61%. Diharapkan dari kegiatan ini, peserta dapat menerapkan materi literasi dan numerasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya hal-hal yang berkaitan dengan budaya Mandar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/36834</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v9i3.36834</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2025; 580-591</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v9i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/36834/12889</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Rafiqa Rafiqa, Murtafiah, Nirma Paris, Hustiana</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>