Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

PENDAMPINGAN GIZI PADA ANAK-ANAK DI WILAYAH BERISIKO TUBERKULOSIS PARU DI DESA SUNGAI TABUK KERAMAT SEBAGAI UPAYA MENCAPAI SDGS

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 9 No. 1 (2025) · pp. 205–215

DOI
10.20956/pa.v9i1.39543
ISSN
2580-3786
Published
2025-01-30
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. The number of pulmonary TB cases in Banjar Regency in 2019 was recorded at 11.5% and increased to 15.4% in 2020. Banjar Regency had the second-highest number of TB cases in South Kalimantan in 2020, following Banjarmasin City. According to data from the Central Bureau of Statistics (BPS) of Banjar Regency, pulmonary TB cases in Sungai Tabuk Sub-district increased to 77 cases in 2021, compared to 72 cases in 2020. Additionally, the proportion of TB cases in children (aged 0–14 years) in Banjar Regency in 2022 was 56 (23.80%), with Sungai Tabuk Sub-district accounting for 14% of cases, ranking 3rd among other sub-districts. The nutritional status of children is an important factor to consider, as children with good nutrition can strengthen their immune systems, making them less susceptible to diseases, especially TB. One approach to addressing this issue is through nutrition assistance as a social practice aimed at reducing undernutrition and malnutrition, which can exacerbate the condition of children with tuberculosis. Activities conducted included nutrition counseling, cooking demonstrations, and educational games. Based on the results of this community service, there was a 44% increase in knowledge about nutrition. However, further evaluation of the counseling methods is needed to ensure an even increase in knowledge among all participants. --- Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jumlah kasus TB Paru di Kabupaten Banjar pada tahun 2019 tercatat sebesar 11,5%, dan meningkat menjadi 15,4% pada tahun 2020. Kabupaten Banjar menduduki posisi kedua kasus TB tertinggi di Kalimantan Selatan setelah Kota Banjarmasin pada tahun 2020. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, kasus TB paru di Kecamatan Sungai Tabuk pada tahun 2021 naik menjadi 77 kasus, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 72 kasus. Selain itu, proporsi kasus TB pada anak-anak (usia 0-14 tahun) di Kabupaten Banjar pada tahun 2022 sebanyak 56 orang (23,80%), dengan kecamatan yang memiliki jumlah kasus tertinggi salah satunya adalah Sungai Tabuk sebesar 14% dan menduduki posisi ke-3 terbanyak dibandingkan kecamatan lain. Status gizi anak penting untuk diperhatikan, sebab anak yang mempunyai gizi baik dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit TB. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melakukan pendekatan berupa pendampingan gizi sebagai praktik sosial untuk menekan angka gizi kurang dan gizi buruk yang dapat memperparah kondisi anak dengan tuberkulosis. Kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan gizi, demonstrasi memasak, dan permainan edukatif. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan mengenai gizi sebesar 44%. Adapun kegiatan ini membutuhkan evaluasi lebih lanjut terhadap metode penyuluhan yang digunakan untuk memastikan peningkatan pengetahuan secara merata di antara semua peserta.

Keywords

Collaboration network of the authors

36 authors · 108 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Asri DjauharUniversitas Sulawesi Tenggara1
Hasby HamyatUniversitas Sulawesi Tenggara1
Hasnia AramiAffiliation unknown1
Farid YasidiAffiliation unknown1
Ahmad Muhlis NuryadiAffiliation unknown1
Herdianto HuseinAffiliation unknown1
Alfi YasminaAffiliation unknown1
Pandji Winata NurikhwanAffiliation unknown1
Novianti Adi RohmannaAffiliation unknown1
Nur Amalia MuslimahAffiliation unknown1
Devia LestariAffiliation unknown1
Siti MaulidahAffiliation unknown1
Muhammad Hashfi AbdurrahmanAffiliation unknown1
Riza Amalia RifaniAffiliation unknown1
Siti Diva Syarifah LukmanAffiliation unknown1
Mulyana MachmudAffiliation unknown1
Musafaah MusafaahAffiliation unknown1
Noor Ahda FadillahAffiliation unknown1
Rizki AmaliahAffiliation unknown1
Vresilia JelsyAffiliation unknown1
Muh Ichsan KadirAffiliation unknown1
Samuel A. PaembonanAffiliation unknown1
Usman ArsyadAffiliation unknown1
Muhammad DassirAffiliation unknown1
Nita RukminasariAffiliation unknown1
Khusnul YaqinAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENDAMPINGAN GIZI PADA ANAK-ANAK DI WILAYAH BERISIKO TUBERKULOSIS PARU DI DESA SUNGAI TABUK KERAMAT SEBAGAI UPAYA MENCAPAI SDGS</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Lasari, Hadrianti HD</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahim , Nur Fadhilah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ali, Indra Haryanto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sonda, Septia Widyana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hibah, Nurul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sakdiah, Halimatus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hartati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ananda Surachman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Annisa Ainurrahmah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Nutrition</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tuberculosis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">SDGs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">children</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. The number of pulmonary TB cases in Banjar Regency in 2019 was recorded at 11.5% and increased to 15.4% in 2020. Banjar Regency had the second-highest number of TB cases in South Kalimantan in 2020, following Banjarmasin City. According to data from the Central Bureau of Statistics (BPS) of Banjar Regency, pulmonary TB cases in Sungai Tabuk Sub-district increased to 77 cases in 2021, compared to 72 cases in 2020. Additionally, the proportion of TB cases in children (aged 0–14 years) in Banjar Regency in 2022 was 56 (23.80%), with Sungai Tabuk Sub-district accounting for 14% of cases, ranking 3rd among other sub-districts. The nutritional status of children is an important factor to consider, as children with good nutrition can strengthen their immune systems, making them less susceptible to diseases, especially TB. One approach to addressing this issue is through nutrition assistance as a social practice aimed at reducing undernutrition and malnutrition, which can exacerbate the condition of children with tuberculosis. Activities conducted included nutrition counseling, cooking demonstrations, and educational games. Based on the results of this community service, there was a 44% increase in knowledge about nutrition. However, further evaluation of the counseling methods is needed to ensure an even increase in knowledge among all participants.   ---  Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Jumlah kasus TB Paru di Kabupaten Banjar pada tahun 2019 tercatat sebesar 11,5%, dan  meningkat menjadi 15,4% pada tahun 2020. Kabupaten Banjar menduduki posisi kedua kasus TB tertinggi di Kalimantan Selatan setelah Kota Banjarmasin pada tahun 2020. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, kasus TB paru di Kecamatan Sungai Tabuk pada tahun 2021 naik menjadi 77 kasus, dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 72 kasus. Selain itu, proporsi kasus TB pada anak-anak (usia 0-14 tahun) di Kabupaten Banjar pada tahun 2022 sebanyak 56 orang (23,80%), dengan kecamatan yang memiliki jumlah kasus tertinggi salah satunya adalah Sungai Tabuk sebesar 14% dan menduduki posisi ke-3 terbanyak dibandingkan kecamatan lain. Status gizi anak penting untuk diperhatikan, sebab anak yang mempunyai gizi baik dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit TB. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melakukan pendekatan berupa pendampingan gizi sebagai praktik sosial untuk menekan angka gizi kurang dan gizi buruk yang dapat memperparah kondisi anak dengan tuberkulosis. Kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan gizi, demonstrasi memasak, dan permainan edukatif. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan mengenai gizi sebesar 44%. Adapun kegiatan ini membutuhkan evaluasi lebih lanjut terhadap metode penyuluhan yang digunakan untuk memastikan peningkatan pengetahuan secara merata di antara semua peserta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/39543</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v9i1.39543</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2025; 205-215</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v9i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/39543/12510</dc:relation>
	<dc:relation>10.20956/pa.v9i1.39543.g12510</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2025 Hadrianti HD Lasari, Nur Fadhilah Rahim , Wahyuni, Indra Haryanto Ali, Septia Widyana Sonda, Nurul Hibah, Halimatus Sakdiah, Hartati, Ananda Surachman, Annisa Ainurrahmah</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>