Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Skrining Status Gizi, Anemia, dan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMK Kristen Rantepao

Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat · Vol. 10 No. 2 (2026) · pp. 367–376

DOI
10.20956/pa.v10i2.46471
ISSN
2580-3786
Published
2026-05-02
Publisher
LP2M Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0

Abstract

Indonesia faces a triple burden of malnutrition, which includes undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies such as anemia. Adolescent girls are a priority group in accelerating the reduction of stunting and anemia, given the persistently high prevalence of anemia (32% among 15-24 year-olds, Riskesdas 2018). The low adherence to Iron-Folic Acid (IFA) tablets remains a major issue, indicating the need for effective health interventions. This community service activity was conducted on October 14, 2024, at SMK Kristen Rantepao, involving 138 female students aged 14-18. This quantitative descriptive study aimed to assess nutritional status, Hemoglobin (Hb) levels, and adherence to IFA tablet consumption. Measurements included body weight, height, and Hb level testing using the Point of Care Testing (POCT) method. Nutritional status was analyzed based on the 2020 Ministry of Health's Body Mass Index (BMI) criteria, while height standards used the 2000 CDC Growth Chart. The screening results showed that although 87.68% of the students had a good nutritional status based on BMI, other findings revealed significant nutritional problems. A total of 80.4% of the students were classified as short (stunting) and 28.99% suffered from anemia. This data is corroborated by the fact that 93.5% of the students had never consumed IFA tablets. The high prevalence of stunting, anemia, and low adherence to IFA tablet consumption among female adolescents at SMK Kristen Rantepao is a public health issue that requires urgent attention. This activity demonstrates that continuous educational interventions and IFA supplementation programs are crucial to improving adolescent nutritional health and preventing future health problems. Keywords: Nutritional Status, Anemia, Adolescent Girls, Stunting, Community Service. Indonesia menghadapi tantangan gizi ganda (triple burden) yang mencakup kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Remaja putri merupakan kelompok prioritas dalam percepatan penurunan stunting dan anemia, mengingat prevalensi anemia yang masih tinggi (32% pada usia 15-24 tahun, Riskesdas 2018). Kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang masih rendah menjadi masalah utama, menunjukkan perlunya intervensi kesehatan yang efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 14 Oktober 2024 di SMK Kristen Rantepao dengan melibatkan 138 siswi berusia 14-18 tahun. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menilai status gizi, kadar Hemoglobin (Hb), dan kepatuhan minum TTD. Pengukuran meliputi berat badan, tinggi badan, dan pemeriksaan Hb menggunakan Point of Care Testing (POCT). Status gizi dianalisis berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Kemenkes 2020, sementara standar tinggi badan menggunakan Growth Chart CDC 2000. Hasil skrining menunjukkan bahwa meskipun 87,68% siswi memiliki status gizi baik berdasarkan IMT, temuan lain menunjukkan masalah gizi yang signifikan. Sebesar 80,4% siswi tergolong pendek (stunting) dan 28,99% mengalami anemia. Data ini diperkuat oleh fakta bahwa 93,5% siswi tidak pernah mengonsumsi TTD. Tingginya prevalensi stunting, anemia, dan rendahnya kepatuhan minum TTD pada remaja putri di SMK Kristen Rantepao menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian mendesak. Kata Kunci: Status Gizi, Anemia, Remaja Putri, Stunting, Pengabdian kepada Masyarakat

Keywords

Collaboration network of the authors

31 authors · 153 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Nurpudji Astuti TaslimAffiliation unknown11
Rizky Suganda PrawiradilagaAffiliation unknown11
Aminuddin SyamAffiliation unknown2
Devintha ViraniAffiliation unknown2
Yessy KurniatiAffiliation unknown2
Ira TrisnawatiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ardhina Nur AflahaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
La Ode Mansabdar KanandeInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
AyubAffiliation unknown1
Sabrina YasinAffiliation unknown1
Burhanuddin BaharAffiliation unknown1
Muhammad AsfarAffiliation unknown1
Nurpudji A. TaslimAffiliation unknown1
Sigit AngriawanAffiliation unknown1
Indra YulianaAffiliation unknown1
Djunaidi Machdar DachlanAffiliation unknown1
Abdul SalamInstitut Agama Islam Negeri Kendari1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/oai, first harvested 3 Nov 2026, last seen 3 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Skrining Status Gizi, Anemia, dan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMK Kristen Rantepao</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Daud, Nurpudji Astuti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">As'ad, Suryani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Bukhari, Agussalim</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Kesumasari, Citra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aminuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syauki, Andi Yasmin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en"> Madjid, Mardiana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syam, Nurbaya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ashari, Nur</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marniar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rani, Nur Ainun</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Faradilah, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sadikin, Andi Arsyi Adlina Putra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Prawiradilaga, Rizky</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Nutritional Status, Anemia, Adolescent Girls, Stunting, Community Service.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Indonesia faces a triple burden of malnutrition, which includes undernutrition, overnutrition, and micronutrient deficiencies such as anemia. Adolescent girls are a priority group in accelerating the reduction of stunting and anemia, given the persistently high prevalence of anemia (32% among 15-24 year-olds, Riskesdas 2018). The low adherence to Iron-Folic Acid (IFA) tablets remains a major issue, indicating the need for effective health interventions. This community service activity was conducted on October 14, 2024, at SMK Kristen Rantepao, involving 138 female students aged 14-18. This quantitative descriptive study aimed to assess nutritional status, Hemoglobin (Hb) levels, and adherence to IFA tablet consumption. Measurements included body weight, height, and Hb level testing using the Point of Care Testing (POCT) method. Nutritional status was analyzed based on the 2020 Ministry of Health's Body Mass Index (BMI) criteria, while height standards used the 2000 CDC Growth Chart. The screening results showed that although 87.68% of the students had a good nutritional status based on BMI, other findings revealed significant nutritional problems. A total of 80.4% of the students were classified as short (stunting) and 28.99% suffered from anemia. This data is corroborated by the fact that 93.5% of the students had never consumed IFA tablets. The high prevalence of stunting, anemia, and low adherence to IFA tablet consumption among female adolescents at SMK Kristen Rantepao is a public health issue that requires urgent attention. This activity demonstrates that continuous educational interventions and IFA supplementation programs are crucial to improving adolescent nutritional health and preventing future health problems.
Keywords: Nutritional Status, Anemia, Adolescent Girls, Stunting, Community Service.
 
Indonesia menghadapi tantangan gizi ganda (triple burden) yang mencakup kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Remaja putri merupakan kelompok prioritas dalam percepatan penurunan stunting dan anemia, mengingat prevalensi anemia yang masih tinggi (32% pada usia 15-24 tahun, Riskesdas 2018). Kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang masih rendah menjadi masalah utama, menunjukkan perlunya intervensi kesehatan yang efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 14 Oktober 2024 di SMK Kristen Rantepao dengan melibatkan 138 siswi berusia 14-18 tahun. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menilai status gizi, kadar Hemoglobin (Hb), dan kepatuhan minum TTD. Pengukuran meliputi berat badan, tinggi badan, dan pemeriksaan Hb menggunakan Point of Care Testing (POCT). Status gizi dianalisis berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Kemenkes 2020, sementara standar tinggi badan menggunakan Growth Chart CDC 2000. Hasil skrining menunjukkan bahwa meskipun 87,68% siswi memiliki status gizi baik berdasarkan IMT, temuan lain menunjukkan masalah gizi yang signifikan. Sebesar 80,4% siswi tergolong pendek (stunting) dan 28,99% mengalami anemia. Data ini diperkuat oleh fakta bahwa 93,5% siswi tidak pernah mengonsumsi TTD. Tingginya prevalensi stunting, anemia, dan rendahnya kepatuhan minum TTD pada remaja putri di SMK Kristen Rantepao menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian mendesak.
Kata Kunci: Status Gizi, Anemia, Remaja Putri, Stunting, Pengabdian kepada Masyarakat
 
 </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">LP2M Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2026-05-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/46471</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/pa.v10i2.46471</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat; Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Panrita Abdi - April 2026; 367-376</dc:source>
	<dc:source>2580-3786</dc:source>
	<dc:source>10.20956/pa.v10i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/article/view/46471/14365</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Rizky Prawiradilaga</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>