Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

SERAPAN KARBON LAMUN Thalassia hemprichii PADA BEBERAPA KEDALAMAN

Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE · Vol. UME (2019)

DOI
10.20956/jiks.v5i1.7031
ISSN
2614-5049, 2460-0156
Published
2019-07-15
Publisher
Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang umum ditemukan di Kepulauan Spermonde, salah satunya adalah Gusung Bonebatang. Lamun mempunyai kemampuan menyerap karbon untuk proses fotosintesis sehingga berpotensi dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2017 untuk membandingkan penyerapan karbon oleh jenis Thalassia hemprichii pada beberapa kedalaman perairan. Sampel lamun diambil pada daerah subtidal, kemudian daun lamun dibersihkan dari sedimen dan epifit. Metode perubahan oksigen digunakan untuk mengestimasi serapan karbon. Sebanyak 1 tunas T. hemprichii diinkubasi menggunakan botol kaca bening 70 ml. Inkubasi dilakukan pada jam 09.00-12.00 WITA pada kedalaman 50, 100, 150, 200 dan 250 cm dengan masing-masing 5 kali ulangan setiap kedalaman. Sebelum inkubasi, dilakukan pengukuran konsentrasi oksigen terlarut di perairan sebagai kandungan oksigen awal. Pengukuran oksigen di dalam botol bening kembali dilakukan setelah inkubasi. Selain oksigen terlarut, dilakukan juga pengukuran konsentrasi bikarbonat pada awal dan akhir inkubasi. Sebagai kontrol, inkubasi juga dilakukan pada air laut (mengandung fitoplankton) dengan 5 kali ulangan. Daun lamun yang telah digunakan untuk pengamatan serapan karbon diukur luasnya dengan cara men-scan daun lamun dan dianalisis menggunakan software Imaje-J. Selanjutnya dilakukan pengeringan menggunakan oven dan ditimbang untuk mengetahui biomassa keringnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan karbon per tunas berkisar antara 0,928-1,476 mgCO2/tunas/jam, per biomassa berkisar 10,647-25,745 mgCO2/gbk/jam, dan per luas daun berkisar 0,010-0,024 mgCO2/cm2/jam. Serapan karbon tertinggi didapatkan pada kedalaman 200 cm, baik serapan karbon per tunas, biomass maupun luas daun.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 133 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Mahatma LanuruAffiliation unknown4
Yayu A La NafieAffiliation unknown3
Khairul AmriAffiliation unknown2
Muh. Banda SelamatAffiliation unknown2
Muh HattaAffiliation unknown2
Ahmad FaizalAffiliation unknown2
Shinta WerorilangiAffiliation unknown2
Akbar TahirAffiliation unknown2
Rastina RachimAffiliation unknown2
Achmad Yasir BaedaAffiliation unknown1
Chairul PaotonanAffiliation unknown1
Sabaruddin RahmanAffiliation unknown1
Hasdinar UmarAffiliation unknown1
Muhammad AksarAffiliation unknown1
Muhammad Arsyad ThahaAffiliation unknown1
Rohani Ambo RappeAffiliation unknown1
Yayu A La NafieAffiliation unknown1
Rasyid JalilAffiliation unknown1
Muh LukmanAffiliation unknown1
Farid SamawiAffiliation unknown1
Sry Swarni Abu BakarAffiliation unknown1
Muhammad Banda SelamatAffiliation unknown1
Taufikurrahman TaufikurrahmanAffiliation unknown1
Sakka SakkaUniversitas Halu Oleo1
Alimuddin Hamzah AssegafAffiliation unknown1
Suharto SuhartoAffiliation unknown1
Nita RukminasariAffiliation unknown1
Dewi YanuaritaAffiliation unknown1
Budiman YunusAffiliation unknown1
Jamaluddin JompaAffiliation unknown1
Alinda N HasanahAffiliation unknown1
Andi MallombasiAffiliation unknown1
MUH.AQRAM RAMADHANAffiliation unknown1
SyafiuddinAffiliation unknown1
Rusti RustiAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/oai, first harvested 4 Nov 2026, last seen 4 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">SERAPAN KARBON LAMUN Thalassia hemprichii PADA BEBERAPA KEDALAMAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mashoreng, Supriadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Alprianti, Sheryl</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Samad, Wasir</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Isyrini, Rantih</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Inaku, Dwi Fajriati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">bikarbonat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Gusung Bonebatang Makassar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">karbondiokasida</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pemanasan global</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">serapan karbon lamun</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Thalassia hemprichii</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang umum ditemukan di Kepulauan Spermonde, salah satunya adalah Gusung Bonebatang. Lamun mempunyai kemampuan menyerap karbon untuk proses fotosintesis sehingga berpotensi dalam  mitigasi perubahan iklim.  Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2017 untuk membandingkan penyerapan karbon oleh jenis Thalassia hemprichii  pada beberapa kedalaman perairan. Sampel lamun diambil pada daerah subtidal, kemudian daun lamun dibersihkan dari sedimen dan epifit. Metode perubahan oksigen digunakan untuk mengestimasi serapan karbon. Sebanyak 1 tunas T. hemprichii diinkubasi menggunakan botol kaca bening 70 ml. Inkubasi dilakukan pada jam 09.00-12.00 WITA pada kedalaman 50, 100, 150, 200 dan 250 cm dengan masing-masing 5 kali ulangan setiap kedalaman. Sebelum inkubasi, dilakukan pengukuran konsentrasi oksigen terlarut di perairan sebagai kandungan oksigen awal. Pengukuran oksigen di dalam botol bening kembali dilakukan setelah inkubasi. Selain oksigen terlarut, dilakukan juga pengukuran konsentrasi bikarbonat pada awal dan akhir inkubasi. Sebagai kontrol, inkubasi juga dilakukan pada air laut (mengandung fitoplankton) dengan 5 kali ulangan. Daun lamun yang telah digunakan untuk pengamatan serapan karbon diukur luasnya dengan cara men-scan daun lamun dan dianalisis menggunakan software Imaje-J. Selanjutnya dilakukan pengeringan menggunakan oven dan ditimbang untuk mengetahui biomassa keringnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serapan karbon per tunas berkisar antara 0,928-1,476 mgCO2/tunas/jam, per biomassa berkisar 10,647-25,745 mgCO2/gbk/jam, dan per luas daun berkisar 0,010-0,024 mgCO2/cm2/jam. Serapan karbon tertinggi didapatkan pada kedalaman 200 cm, baik serapan karbon per tunas, biomass maupun luas daun.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-07-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/article/view/7031</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jiks.v5i1.7031</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE; VOLUME 5 NUMBER 1, 2019</dc:source>
	<dc:source>2614-5049</dc:source>
	<dc:source>2460-0156</dc:source>
	<dc:source>10.20956/jiks.v5i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/article/view/7031/3878</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE</dc:rights>
</oai_dc:dc>