Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

SEDIMENT ORGANIC MATTER CONTENT BASED ON THE DIFFERENT AGES OF MANGROVE VEGETATION IN THE LANTEBUNG MANGROVE ECOTOURISM AREA, MAKASSAR

Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE · Vol. UME (2023) · pp. 30–35

DOI
10.20956/jiks.v8i1.19589
ISSN
2614-5049, 2460-0156
Published
2023-05-01
Publisher
Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

Salah satu peran ekosistem mangrove bagi lingkungan adalah sebagai penyedia bahan organik melalui serasah yang jatuh. Serasah tersebut sebagian besar didekomposisi oleh bakteri pada sedimen, sebagian lainnya diekspor ke ekosistem lain dan sebagian kecil dimanfaatkan langsung oleh biota. Kandungan bahan organik pada sedimen diduga berkaitan dengan umur vegetasi mangrove. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata mangrove Lantebung Kota Makassar. Sebanyak empat stasiun sampling dibuat untuk menganalisis kandungan bahan organiknya. Stasiun tersebut ditempatkan berdasarkan jarak dari darat dengan asumsi bahwa semakin jauh dari darat, maka umur vegetasi mangrove semakin muda. Analisis bahan organik pada sedimen dilakukan menggunakan metode pembakaran pada suhu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis mangrove yaitu Avicennia marina, Rhizophora mucronata dan Excoecaria agallocha. Jenis A. marina dominan pada bagian dalam dan tengah, sedangkan R. mucronata dominan pada bagian luar. Kandungan bahan organik sedimen berkisar 5,77-7,40% dengan rata-rata 6,68±0,68%. Pada lapisan sedimen 0-30 cm, terlihat bahwa semakin muda umur vegetasi mangrove maka kandungan bahan organik semakin kecil. Namun pada lapisan sedimen di bawahnya kandungan bahan organik relatif sama antar umur vegetasi yang berbeda. Total bahan organik pada kawasan mangrove Lantebung yang dijadikan sebagai area ekowisata (6,5 ha) sebesar 2.769 ton atau rata-rata 426 ton per hektar.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 156 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Mahatma LanuruAffiliation unknown4
Yayu A La NafieAffiliation unknown3
Khairul AmriAffiliation unknown3
Muh. Banda SelamatAffiliation unknown3
Rantih IsyriniAffiliation unknown2
Muh. Farid SamawiAffiliation unknown2
Rohani Ambo RappeAffiliation unknown2
Yayu A La NafieAffiliation unknown2
Rasyid JalilAffiliation unknown2
Muh LukmanAffiliation unknown2
Chair RaniAffiliation unknown2
Ahmad FaizalAffiliation unknown1
Shinta WerorilangiAffiliation unknown1
Akbar TahirAffiliation unknown1
Rastina RachimAffiliation unknown1
Muhammad Banda SelamatAffiliation unknown1
Taufikurrahman TaufikurrahmanAffiliation unknown1
Wasir SamadAffiliation unknown1
Dwi Fajriati InakuAffiliation unknown1
Sheryl AlpriantiAffiliation unknown1
Andi MallombasiAffiliation unknown1
MUH.AQRAM RAMADHANAffiliation unknown1
SyafiuddinAffiliation unknown1
Rahmadi TambaruAffiliation unknown1
Fadilla TrimurtiAffiliation unknown1
Abdul HarisAffiliation unknown1
Nuryani Khadijah SyahputriAffiliation unknown1
Syafiuddin SyafiuddinAffiliation unknown1
Amir Hamzah MuhiddinAffiliation unknown1
St. Madina MAffiliation unknown1
Nurjannah NurdinAffiliation unknown1
Mayang Nizhar RajAffiliation unknown1
Yayu Anugrah La NafieAffiliation unknown1
Much. Faizal RahmanAffiliation unknown1
Airine Universe SadlieAffiliation unknown1
Jasminati Nur TahirAffiliation unknown1
Dahlan DahlanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/oai, first harvested 4 Nov 2026, last seen 4 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">SEDIMENT ORGANIC MATTER CONTENT BASED ON THE DIFFERENT AGES OF MANGROVE VEGETATION IN THE LANTEBUNG MANGROVE ECOTOURISM AREA, MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Mashoreng, Supriadi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hatta, Muh.</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rusti, Rusti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">organic matter</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">mangrove sediment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">age of mangrove vegetation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Lantebung Makassar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Salah satu peran ekosistem mangrove bagi lingkungan adalah sebagai penyedia bahan organik melalui serasah yang jatuh. &amp;nbsp;Serasah tersebut sebagian besar didekomposisi oleh bakteri pada sedimen, sebagian lainnya diekspor ke ekosistem lain dan sebagian kecil dimanfaatkan langsung oleh biota. Kandungan bahan organik pada sedimen diduga berkaitan dengan umur vegetasi mangrove. Penelitian dilakukan di kawasan ekowisata mangrove Lantebung Kota Makassar. Sebanyak empat stasiun sampling dibuat untuk menganalisis kandungan bahan organiknya. Stasiun tersebut ditempatkan berdasarkan jarak dari darat dengan asumsi bahwa semakin jauh dari darat, maka umur vegetasi mangrove semakin muda. Analisis bahan organik pada sedimen dilakukan menggunakan metode pembakaran pada suhu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis mangrove yaitu Avicennia marina, Rhizophora mucronata dan Excoecaria agallocha. Jenis A. marina dominan pada bagian dalam dan tengah, sedangkan R. mucronata dominan pada bagian luar. Kandungan bahan organik sedimen berkisar 5,77-7,40% dengan rata-rata 6,68±0,68%. Pada lapisan sedimen 0-30 cm, terlihat bahwa semakin muda umur vegetasi mangrove maka kandungan bahan organik semakin kecil. Namun pada lapisan sedimen di bawahnya kandungan bahan organik relatif sama antar umur vegetasi yang berbeda. Total bahan organik pada kawasan mangrove Lantebung yang dijadikan sebagai area ekowisata (6,5 ha) sebesar 2.769 ton atau rata-rata 426 ton per hektar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/article/view/19589</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jiks.v8i1.19589</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE; VOLUME 8 NUMBER 1, 2022; 30-35</dc:source>
	<dc:source>2614-5049</dc:source>
	<dc:source>2460-0156</dc:source>
	<dc:source>10.20956/jiks.v8i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jiks/article/view/19589/8225</dc:relation>
	<dc:coverage xml:lang="en">-</dc:coverage>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>