Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

JENIS-JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT TRADISIONAL DI MASYARAKAT DESA YANIM DAN BRASO DISTRIK KEMTUK GRESI KABUPATEN JAYAPURA

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 2 No. 2 (2017) · pp. 1–11

DOI
10.20956/bioma.v2i2.2027
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2017-07-05
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Penelitian jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional di masyarakat Desa Yanim dan Braso, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 – Januari 2017, yang bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura. Identifikasi sampel tumbuhan dilakukan di Laboratorium Botani, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Jenis penelitian ini adalah eksploratif yang bersifat deskriptif yang dilakukan dengan metode jelajah Cruised method, sedangkan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat dilakukan dengan metode Participatory Rural Appraisal yang berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa desa setempat adalah 57 jenis tumbuhan dari 35 Familia dan 2 Classis yaitu Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Jumlah jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan di Desa Yanim yaitu 30 jenis dan di Desa Braso 55 jenis. Organ tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (66,7%) dan yang paling sedikit adalah biji (1,78%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak dilakukan dengan cara direbus (71,4%) dan paling sedikit dengan cara dikunyah (3,57%) dan diremas-remas (3,57%).

Collaboration network of the authors

40 authors · 91 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Mustika TuwoAffiliation unknown5
Andi MasniawatiAffiliation unknown4
As'adi AbdullahAffiliation unknown2
Resti Ura’Affiliation unknown2
Juhriah JuhriahAffiliation unknown2
Muhammad Ruslan UmarAffiliation unknown2
Andi Ilham LatunraAffiliation unknown2
Evi Anggraeni HRAffiliation unknown2
Ulfah Nur AmaliahAffiliation unknown1
Eva JohannesAffiliation unknown1
Munif S HasanAffiliation unknown1
Nur AlamAffiliation unknown1
Asadi AbdullahAffiliation unknown1
Metty AgustineAffiliation unknown1
Nurul HidayahAffiliation unknown1
Rida TummukAffiliation unknown1
Jumatang JumatangAffiliation unknown1
Eddyman W. FerialAffiliation unknown1
Nuril MutmainnaAffiliation unknown1
Andi Evi ErvianiAffiliation unknown1
Resky AuliaAffiliation unknown1
Yusran YusranAffiliation unknown1
Zohra HasyimAffiliation unknown1
Muh Ruslan UmarAffiliation unknown1
A. MasniawatiAffiliation unknown1
Andi DarmawansyahAffiliation unknown1
Iin KusmawatiAffiliation unknown1
Moh. Ikram MoodutoAffiliation unknown1
Samuel A. PaembonanAffiliation unknown1
Muhammad AzraiAffiliation unknown1
Jum Eka RahayuAffiliation unknown1
Rita TosangAffiliation unknown1
Baharuddin PatandjengiAffiliation unknown1
Nicen MariantyAffiliation unknown1
Nur Fadila La GanirunAffiliation unknown1
Aliah MuslimahAffiliation unknown1
Ghy Zwela Agra All May GhitaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">JENIS-JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT TRADISIONAL DI MASYARAKAT DESA YANIM DAN BRASO DISTRIK KEMTUK GRESI  KABUPATEN JAYAPURA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Yansip, Sophia Marcelina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Tambaru, Elis</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salam, Muhtadin Asnady</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional di masyarakat Desa Yanim dan Braso, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, telah dilaksanakan pada bulan Desember 2016 – Januari 2017, yang bertujuan untuk mengetahui  jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura. Identifikasi sampel tumbuhan dilakukan di Laboratorium Botani, Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Jenis penelitian ini adalah eksploratif yang bersifat deskriptif yang dilakukan dengan metode jelajah Cruised method, sedangkan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat dilakukan dengan metode Participatory Rural Appraisal yang berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Yanim dan Braso Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa desa setempat adalah  57 jenis tumbuhan dari 35 Familia dan 2 Classis yaitu Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Jumlah jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan di Desa Yanim yaitu 30 jenis dan di Desa Braso 55 jenis. Organ tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (66,7%) dan yang paling sedikit adalah biji (1,78%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak dilakukan dengan cara direbus (71,4%) dan paling sedikit dengan cara dikunyah (3,57%) dan diremas-remas (3,57%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2017-07-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/2027</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v2i2.2027</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 2 No. 2 (2017); 1-11</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/2027/1119</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 BIOMA : Jurnal Biologi Makassar</dc:rights>
</oai_dc:dc>