Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

GENERA KARANG KERAS DI PULAU BARRANG LOMPO DAN BONE BATANG BERDASARKAN METODE IDENTIFIKASI CORAL FINDER

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 2 No. 2 (2017) · pp. 39–51

DOI
10.20956/bioma.v2i2.2854
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2017-11-16
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Penelitian tentang “Genera Karang Keras Di Pulau Barranglompo Dan Bonebatang Berdasarkan Metode Identifikasi Coral Finder” telah dilakukan pada bulan Januari hingga April 2016. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi genera karang keras yang ada di Pulau Barranglompo dan Pulau Bonebatang. Pengambilan data dilakukan dengan metode “Line Intercept Transect (LIT)”, di sisi selatan, barat dan utara masing – masing pada kedalaman 3 dan 10 m. Penentuan genera karang dilakukan berdasarkan metode identifikasi Coral Finder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedalaman 3 m genera karang yang ditemukan di Pulau Bonebatang (31 genera) lebih banyak dibandingkan dengan Pulau Barranglompo (24 genera). Kondisi sebaliknya ditemukan pada pada kedalaman 10 m jumlah genera karang di Pulau Barranglompo (29 genera) lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Bonebatang (27 genera). Genera yang paling umum ditemukan pada kedalaman 3 m di Barranglompo yaitu Acropora, Fungia,dan Porites. Sedangkan di Pulau Bonebatang ditemukan pada genera Ctenactis, Fungia, Pachyseris danPorites. Pada kedalaman 10 m, genera karang yang paling dominan di Pulau Barranglompo adalah Acropora dan Fungia. Sedangkan di Pulau Bonebatang didominasi olehAcropora, Fungia, dan Seriatopora. Dampak antropogenik di Pulau Barranglompo didominasi oleh pembuangan sampah sedangkan Pulau Bonebatang dipengaruhi oleh aktifitas pengeboman ikan. Kata Kunci: Genera Karang, Coral Finder Pulau Barranglompo, Pulau Bonebatang, Spermonde.

Collaboration network of the authors

40 authors · 110 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Slamet SantosaAffiliation unknown6
Eva JohannesAffiliation unknown5
Rosana AgusAffiliation unknown4
Nur HaedarAffiliation unknown3
Ilham IlhamAffiliation unknown3
Khairul AmriAffiliation unknown2
Ambeng - AmbengAffiliation unknown2
Marwa DevianaAffiliation unknown2
Syahribulan SyahribulanAffiliation unknown2
Erviana TahirAffiliation unknown2
Risco G BudjiAffiliation unknown2
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAffiliation unknown2
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAffiliation unknown2
Febriyanti AngreniAffiliation unknown2
Willeum MokaAffiliation unknown2
Safriani Sukma Amirudin RadenAffiliation unknown2
Crisnawati CrisnawatiAffiliation unknown1
Dody PrisambodoAffiliation unknown1
Slamet SantosoAffiliation unknown1
Fahruddin FahruddinSunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta1
Eddy SoekendarsiAffiliation unknown1
Munif Said HasanAffiliation unknown1
Nadiarti NurdinAffiliation unknown1
Yusran Nurdin MassaAffiliation unknown1
Amrullah SalehAffiliation unknown1
Karlina SariAffiliation unknown1
Risco B GobelAffiliation unknown1
Mahatma LanuruAffiliation unknown1
Regista RegistaAffiliation unknown1
M. Ruslan UmarAffiliation unknown1
Riska AnnisaAffiliation unknown1
Muhtadin Asnadi SalamAffiliation unknown1
Rimba BorohAffiliation unknown1
Muh Ruslan UmarAffiliation unknown1
Muhammad Ruslan UmarAffiliation unknown1
Dian AhmadoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">GENERA KARANG KERAS DI PULAU BARRANG LOMPO DAN BONE BATANG BERDASARKAN METODE IDENTIFIKASI CORAL FINDER</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">UAS, Wahyulfatwatul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Litaay, Magdalena</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Priosambodo, Dody</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Moka, Willem</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian tentang “Genera Karang Keras Di Pulau Barranglompo Dan Bonebatang Berdasarkan Metode Identifikasi Coral Finder” telah dilakukan pada bulan Januari hingga April 2016. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi genera karang keras yang ada di Pulau Barranglompo dan Pulau Bonebatang. Pengambilan data dilakukan dengan metode “Line Intercept Transect (LIT)”, di sisi selatan, barat dan utara masing – masing pada kedalaman 3 dan 10 m. Penentuan genera karang dilakukan berdasarkan metode identifikasi Coral Finder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedalaman 3 m genera karang yang ditemukan di Pulau Bonebatang (31 genera) lebih banyak dibandingkan dengan Pulau Barranglompo (24 genera). Kondisi sebaliknya ditemukan pada pada kedalaman 10 m jumlah genera karang di Pulau Barranglompo (29 genera) lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Bonebatang (27 genera). Genera yang paling umum ditemukan pada kedalaman 3 m di Barranglompo yaitu Acropora, Fungia,dan Porites. Sedangkan di Pulau Bonebatang ditemukan pada genera Ctenactis, Fungia, Pachyseris danPorites. Pada kedalaman 10 m, genera karang yang paling dominan di Pulau Barranglompo adalah Acropora dan Fungia. Sedangkan di Pulau Bonebatang didominasi olehAcropora, Fungia, dan Seriatopora. Dampak antropogenik di Pulau Barranglompo didominasi oleh pembuangan sampah sedangkan Pulau Bonebatang dipengaruhi oleh aktifitas pengeboman ikan. Kata Kunci: Genera Karang, Coral Finder Pulau Barranglompo, Pulau Bonebatang, Spermonde.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2017-11-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/2854</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v2i2.2854</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 2 No. 2 (2017); 39-51</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/2854/1497</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 BIOMA : Jurnal Biologi Makassar</dc:rights>
</oai_dc:dc>