Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENGARUH INTERVAL DOSIS 2,44-19,53 µg/mL EKSTRAK N-HEKSANA DARI HYDROID AglaopheniacupressinaLAMOUREOUX TERHADAP AKTIVITAS PERTUMBUHAN SELHELA

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 4 No. 1 (2019) · hlm. 11–19

DOI
10.20956/bioma.v4i1.6039
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Terbit
2019-04-14
Penerbit
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Bahasa
en

Abstrak

Aglaophenia cupressina Lamouroux adalah salah satu spesies Hydroid yang ada di perairan pantai Indonesia yang hidup melekat pada substrat berupa sponge dan karang. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui Aglaophenia cupressina Lamourouxmengandung 3 golongan senyawa dari hasil fraksi N-Heksana yaitu asam heksadekanoat, β-sitosterol dan senyawa alkaloid baru yang diberi nama Aglao E. Unhas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktvitas sitotoksik ekstrak Hydroid Aglaophenia cupressina Lamouroux dengan menggunakan N-Heksana sebagai bahan pelarut. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT (Methyltiazol Tetrazolium) terhadap sel HeLa. Hasil uji MTT menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa yaitu nilai IC50= 2,7941 µg/mL, sehingga dinyatakan bahwa ekstrak Hydroid Aglaophenia cupressina Lamouroux menggunakan pelarut N-Heksana memiliki kemampuan antikanker yang baik.Kata kunci: Aglaophenia cupressina Lamouroux, N-Heksana, Sitotoksik, Sel HeLa, Uji MTT.

Jaringan kolaborasi para penulis

35 penulis · 85 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Mustika TuwoAfiliasi tidak diketahui7
Rosana AgusAfiliasi tidak diketahui4
Magdalena LitaayAfiliasi tidak diketahui3
SjafaraenanAfiliasi tidak diketahui2
Slamet SantosaAfiliasi tidak diketahui2
Willem MokaAfiliasi tidak diketahui2
Andi Ilham LatunraAfiliasi tidak diketahui2
Herwin HerwinUniversitas Sulawesi Tenggara2
Handayani LolodatuAfiliasi tidak diketahui2
Arfan SabranAfiliasi tidak diketahui2
Ulfah Nur AmaliahAfiliasi tidak diketahui1
Munif S HasanAfiliasi tidak diketahui1
Elis TambaruAfiliasi tidak diketahui1
Syahribulan SyahribulanAfiliasi tidak diketahui1
Nur Ramaliani SamsulAfiliasi tidak diketahui1
Evy Noviana NovianaAfiliasi tidak diketahui1
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAfiliasi tidak diketahui1
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAfiliasi tidak diketahui1
Nur HaedarAfiliasi tidak diketahui1
Henra -Afiliasi tidak diketahui1
Olivia Datu ParungAfiliasi tidak diketahui1
Ahyar AhmadAfiliasi tidak diketahui1
Hanapi UsmanAfiliasi tidak diketahui1
Sry SukmawatyAfiliasi tidak diketahui1
Ophirtus SumuleAfiliasi tidak diketahui1
Besse MulihardiantiAfiliasi tidak diketahui1
A. MasniawatiAfiliasi tidak diketahui1
Winda WinartiAfiliasi tidak diketahui1
SulfahriAfiliasi tidak diketahui1
Alif Rahman HabibiAfiliasi tidak diketahui1
Andi MasniawatiAfiliasi tidak diketahui1
Magfira MagfiraAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENGARUH  INTERVAL DOSIS  2,44-19,53 µg/mL EKSTRAK N-HEKSANA DARI HYDROID AglaopheniacupressinaLAMOUREOUX TERHADAP AKTIVITAS PERTUMBUHAN SELHELA</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sjafaraenan, Sjafaraenan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Johannes, Eva</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Wulandari, Siti Nadya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Aglaophenia cupressina Lamouroux adalah salah satu spesies Hydroid yang ada di perairan pantai Indonesia yang hidup melekat pada substrat berupa sponge dan karang. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui Aglaophenia cupressina Lamourouxmengandung 3 golongan senyawa dari hasil fraksi N-Heksana yaitu asam heksadekanoat, β-sitosterol dan senyawa alkaloid baru yang diberi nama Aglao E. Unhas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktvitas sitotoksik ekstrak Hydroid Aglaophenia cupressina Lamouroux dengan menggunakan N-Heksana sebagai bahan pelarut. Uji sitotoksik dilakukan menggunakan metode MTT (Methyltiazol Tetrazolium) terhadap sel HeLa. Hasil uji MTT menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa yaitu nilai IC50= 2,7941 µg/mL, sehingga dinyatakan bahwa ekstrak Hydroid Aglaophenia cupressina Lamouroux menggunakan pelarut N-Heksana memiliki kemampuan antikanker yang baik.Kata kunci: Aglaophenia cupressina Lamouroux, N-Heksana, Sitotoksik, Sel HeLa, Uji MTT.     </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2019-04-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/6039</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v4i1.6039</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 4 No. 1 (2019); 11-19</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/6039/3427</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>