Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

IDENTIFIKASI NEMATODA USUS GOLONGAN STH (Soil Transmitted Helimnth) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis)

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 7 No. 1 (2021) · pp. 37–44

DOI
10.20956/bioma.v7i1.18421
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2021-12-27
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan kasus kecacingan yang cukup tinggi. Kasus kecacingan ini disebabkan oleh infeksi cacing usus yang proses menularnya melalui perantara tanah (Soil Transmitted helmint). Penyakit kecacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan diri dan keadaan lingkungan yang kurang baik. Cacing yang merupakan penyebab dari infeksi adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang. Infeksi cacing ini mengakibatkan beberapa masalah yakni gangguan pencernaan, penyerapan serta metabolisme makanan sehingga protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan darah dapat hilang dalam jumlah yang banyak. Eosin 2% merupakan pewarna yang selama ini digunakan dalam pewarnaan telur cacing nematode usus. Daun jati (Tectona grandis) merupakan tanaman yang memberikan warna alami karena mengandung.pigmen Antosianin. Antosianin mampu memberikan warna merah, biru, orange atau ungu. Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui gambaran cacing STH (Soil Transmitted Helminth) menggunakan ekstrak daun jati (Tectona.grandis). Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif dengan pemeriksaan cacing menggunakan metode sedimentasi yang dilakukan dengan pewarna ekstrak daun jati dengan pelarut ethanol dan esoin 2% sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menujukkan bahwa ekstrak daun jati konsentrasi 60% lebih baik dan mampu dijadikan sebagai pewarna pengganti eosin. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jati dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam pemeriksaan telur cacing. Kata Kunci: Daun jati, Eosin, Soil Transmitted Helminth, Telur cacing

Collaboration network of the authors

13 authors · 34 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • University of Brawijaya
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Akifah AkifahUniversitas Halu Oleo1
Irma IrmaAffiliation unknown1
Rastika Dwiyanti LiaranAffiliation unknown1
Indah Ade PriantiAffiliation unknown1
Suci AstutikUniversity of Brawijaya1
Nur Silviyah RahmiAffiliation unknown1
Ni Wayan Surya WardhaniAffiliation unknown1
Adinda Gita MaharaniAffiliation unknown1
Atmadani Rahayu FakhrunnisaAffiliation unknown1
Silvia Intan AuliaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IDENTIFIKASI NEMATODA USUS GOLONGAN STH (Soil Transmitted Helimnth) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Khatimah, Husnul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasanuddin, AR Pratiwi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Amirullah, Amirullah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Indonesia merupakan salah satu Negara dengan kasus kecacingan yang cukup tinggi. Kasus kecacingan ini disebabkan oleh infeksi cacing usus yang proses menularnya melalui perantara tanah (Soil Transmitted helmint). Penyakit kecacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan diri dan keadaan lingkungan yang kurang baik. Cacing yang merupakan penyebab dari infeksi adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan cacing tambang. Infeksi cacing ini mengakibatkan beberapa masalah yakni gangguan pencernaan, penyerapan serta metabolisme makanan sehingga protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan darah dapat hilang dalam jumlah yang banyak. Eosin 2% merupakan pewarna yang selama ini digunakan dalam pewarnaan telur cacing nematode usus. Daun jati (Tectona grandis) merupakan tanaman yang memberikan warna alami karena mengandung.pigmen Antosianin. Antosianin mampu memberikan warna merah, biru, orange atau ungu. Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui gambaran cacing STH (Soil Transmitted Helminth) menggunakan ekstrak daun jati (Tectona.grandis). Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif dengan pemeriksaan cacing menggunakan metode sedimentasi yang dilakukan dengan pewarna ekstrak daun jati dengan pelarut ethanol dan esoin 2% sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menujukkan bahwa ekstrak daun jati konsentrasi 60% lebih baik dan mampu dijadikan sebagai pewarna pengganti eosin. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jati dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam pemeriksaan telur cacing.
Kata Kunci: Daun jati, Eosin, Soil Transmitted Helminth, Telur cacing</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/18421</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v7i1.18421</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 7 No. 1 (2022): BIOMA ; JANUARI - JUNI 2022; 37-44</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/18421/7601</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2021 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>