Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEANEKARAGAMAN GENUS FORAMINIFERA BENTIK SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TERUMBU KARANG

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR · Vol. 10 No. 1 (2024) · pp. 79–93

DOI
10.20956/bioma.v10i1.31665
ISSN
2548-6659, 2528-7168
Published
2024-11-30
Publisher
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University
Language
en

Abstract

Foraminifera adalah salah satu bioindikator yang dapat digunakan untuk mengukur kesehatan terumbu karang yang didasarkan pada kumpulan spesiesnya di sedimen dasar lingkungan perairan terumbu karang yang kemudian dimasukkan ke dalam suatu perhitungan yang dinamakan FORAM (Foraminifera in Reef Assessment and Monitoring) Index. Indeks tersebut diterapkan di sekitar Pulau Podang-Podang Lompo dan Pulau Kapoposang yang merupakan bagian dari kepulauan spermonde di Sulawesi Selatan dimana pulau kapoposang merupakan salah satu daerah pariwisata perairan yang secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur komunitas foraminifera bentik dan kaitannya dengan kondisi perairan terumbu karang di Pulau Podang-Podang Lompo dan Pulau Kapoposang. Penelitian ini dilakukan pada 8 stasiun penelitian untuk kedua pulau yang mewakili semua sisi pulau (Barat pulau, Timur pulau, Selatan pulau, dan Utara pulau) dengan variasi kedalaman dari 3-5 meter dan 8-10 meter. Hasil dari penelitian ini ditemukan 2503 spesimen foraminifera bentonik di Pulau Podang-Podang Lompo dan 2408 spesimen di Pulau Kapoposang dengan keanekaragaman genus yang tergolong sedang untuk kedua pulau. Genus Amphistegina ditemukan sangat melimpah pada seluruh stasiun. Nilai Indeks FORAM (FI) kedua pulau lebih dari 4 untuk seluruh stasiun penelitian yang mengindikasikan bahwa perairan Pulau Podang-Podang Lompo dan Pulau Kapoposang berada dalam kondisi yang sangat baik dan kondusif untuk pertumbuhan serta pemulihan terumbu karang. Hasil ini sejalan dengan melimpahnya kehadiran kelompok foraminifera yang berasosiasi dengan terumbu karang pada perairan tersebut.

Collaboration network of the authors

36 authors · 100 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Dody PriosambodoAffiliation unknown3
Magdalena LitaayAffiliation unknown2
Rosana AgusAffiliation unknown2
Eva JohannesAffiliation unknown2
Willem MokaAffiliation unknown2
Syahribulan SyahribulanAffiliation unknown2
Syilvia SjamAffiliation unknown2
Fahruddin FahruddinSunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta1
Eddy SoekendarsiAffiliation unknown1
Munif Said HasanAffiliation unknown1
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAffiliation unknown1
Jennyta Dhewi Darmansyah TanjungAffiliation unknown1
Zohra HasyimAffiliation unknown1
Robin Elni RosadAffiliation unknown1
Riska AnnisaAffiliation unknown1
Muhtadin Asnadi SalamAffiliation unknown1
Paramitha SariAffiliation unknown1
Sri Ervina AzimaAffiliation unknown1
M. Ruslan UmarAffiliation unknown1
Tri SutrisnaAffiliation unknown1
Sri SuhadiyahAffiliation unknown1
Ayub Wirabuana PutraAffiliation unknown1
Fajar AryantiAffiliation unknown1
Nurkhalisa AmatiAffiliation unknown1
Dian Wana LestariAffiliation unknown1
Agusrahman Eka Putra AbasAffiliation unknown1
Andi Evi ErvianiAffiliation unknown1
MarzukiAffiliation unknown1
Munif Said HassanAffiliation unknown1
ZohraAffiliation unknown1
Islah MadjidAffiliation unknown1
SaifullahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEANEKARAGAMAN GENUS FORAMINIFERA BENTIK SERTA  HUBUNGANNYA DENGAN TERUMBU KARANG  </dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Farhan Syah Rafli Pasolong, Farhan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Agus Rahman Eka Putra Abas</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Ambeng</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Slamet Santosa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Foraminifera adalah salah satu bioindikator yang dapat digunakan untuk mengukur kesehatan terumbu karang yang didasarkan pada kumpulan spesiesnya di sedimen dasar lingkungan perairan terumbu karang yang kemudian dimasukkan ke dalam suatu perhitungan yang dinamakan FORAM (Foraminifera in Reef Assessment and Monitoring) Index. Indeks tersebut diterapkan di sekitar Pulau Podang-Podang Lompo dan Pulau Kapoposang yang merupakan bagian dari kepulauan spermonde di Sulawesi Selatan dimana pulau kapoposang merupakan salah satu daerah pariwisata perairan yang secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan struktur komunitas foraminifera bentik dan kaitannya dengan kondisi perairan terumbu karang di Pulau Podang-Podang Lompo dan Pulau Kapoposang. Penelitian ini dilakukan pada 8 stasiun penelitian untuk kedua pulau yang mewakili semua sisi pulau (Barat pulau, Timur pulau, Selatan pulau, dan Utara pulau) dengan variasi kedalaman dari 3-5 meter dan 8-10 meter. Hasil dari penelitian ini ditemukan 2503 spesimen foraminifera bentonik di Pulau Podang-Podang Lompo dan 2408 spesimen di Pulau Kapoposang dengan keanekaragaman genus yang tergolong sedang untuk kedua pulau. Genus Amphistegina ditemukan sangat melimpah pada seluruh stasiun. Nilai Indeks FORAM (FI) kedua pulau lebih dari 4 untuk seluruh stasiun penelitian yang mengindikasikan bahwa perairan Pulau Podang-Podang Lompo dan Pulau Kapoposang berada dalam kondisi yang sangat baik dan kondusif untuk pertumbuhan serta pemulihan terumbu karang. Hasil ini sejalan dengan melimpahnya kehadiran kelompok foraminifera yang berasosiasi dengan terumbu karang pada perairan tersebut.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-11-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31665</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bioma.v10i1.31665</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR; Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025; 79-93</dc:source>
	<dc:source>2548-6659</dc:source>
	<dc:source>2528-7168</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31665/12127</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2024 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR</dc:rights>
</oai_dc:dc>